
Claudia lebih memilih berbelanja daripada harus terus saja berdebat dengan pria itu. Entah mengapa dia belum bisa menerima jawaban dari Leo tentang apa yang menjadi alasannya untuk menerima perjodohan mereka. Bahkan jika hanya karena persahabatan dan pertemanan mereka yang sudah terjalin lama itu tidak cukup untuk menjadi pondasi utama dalam rumah tangga menurut Claudia sendiri.
Dia takut jika suatu saat jika pondasi rumah tangga mereka tidak kuat keduanya akan sama-sama hancur dan banyak hati yang akan tersakiti karena keegoisan mereka berdua. Alasan membuat Claudia harus berpikir dua kali sebelum dan melangkah ke jenjang pernikahan bersama Leo.
Saat dia sedang menikmati kesendirian yang tiba-tiba saja panggilan telepon masuk dari pria yang baru saja dibayangkan olehnya.
Claudia tidak ingin mengangkatnya karena dia masih belum mau berbicara dengan pria itu namun tanpa disadari olehnya apa yang dia lakukan saat ini sudah diketahui langsung oleh Leo karena dia bisa mengetahui dimanapun keberadaan Claudia sendiri.
"Kenapa mengabaikan panggilan telepon dariku?"
"Astaga," betapa kagetnya Claudia ketika melihat bahwa pria yang benar-benar ingin dihindarinya saat ini sudah berada di tempat di mana dia berada. Entah bagaimana caranya pria itu mendapatkan titik lokasinya saat ini tapi dari apa yang kalau dia lihat bahwa dia baru saja selesai meeting bersama rekan kerjanya tadi karena dia masih di dampingi dengan Jasmine saat ini.
Sadar akan tatapan Claudia yang seperti itu membuat Jasmine merasa tidak enak karena dia pikir bahwa yang sedang bertemu itu tapi pada kenyataannya tidak seperti itu karena kalau dia sendiri tidak pernah berpikir demikian terhadap Jasmine.
"Maaf nona, saya tidak tau jika tuan Leo pergi ke tempat ini untuk menemui anda." ucapnya dengan suara yang tegas karena Claudia yakin jika wanita itu merasa sangat bersalah atas kehadirannya di dekat mereka.
"Kenapa kamu mengatakan hal seperti itu? aku tidak pernah mengatakan bahwa aku terganggu dengan kehadiran kamu di sini." jawab Claudia karena memang dia tidak merasa terganggu sama sekali akan kehadiran Jasmine sini malah sebaliknya dia merasa bahwa dia memiliki teman perempuan sekarang. Dia ingin bertanya pada wanita atau bagaimanakah yang cocok untuk yang akan juga dia akan berbelanja untuk pakaian kerja pria itu.
"Tidak, bukan seperti itu maksud saya Nona, hanya saja saya takut kehadiran saya mengganggu aktivitas nona bersama tuan Leo." jawab Jasmine karena memang seperti itu yang dia pikirkan saat ini.
Sedangkan Leo sendiri hanya memutar kedua bola matanya dengan malas ketika menghadapi dua wanita itu.
"Sekarang ayo temani aku untuk mencari baju dan kita tinggalkan saja pria ini. Dia itu pria benar-benar sangat menyebalkan jadi untuk apa kita dekat-dekat dengannya yang terpenting kita memiliki kartu sakti miliknya jadi kita bisa membeli apapun yang kita inginkan." ucap Claudia yang langsung menarik dengan tangan Jasmine.
Saat mereka berdua hendak pergi meninggalkannya tiba-tiba saja beliau menghentikan aksi Claudia.
"Berikan iPad milikku, aku ingin menyelesaikan pekerjaanku selagi kalian berbelanja." pinta Leo seluruh alat kerjanya saat ini dipegang oleh wanita itu.
"Sudah berikan saya ipad-nya biarkan dia bekerja dari pada dia harus mengganggu kita. Setidaknya kita tidak diganggu oleh dirinya."ujar Claudia, hingga membuat Jasmine langsung membuka tas kerja miliknya dan memberikan iPad milik pria itu.
Setelah menerima iPad miliknya, kembali bekerja dan membiarkan kedua wanita itu berbuat sesuka aja. Entah apa yang mereka lakukan di sana tapi yang pasti dia tahu jika Claudia sudah kesal maka dia akan menghabiskan banyak uang miliknya dan itu yang selalu terjadi.
Claudia terus saja membawa Jasmine pergi untuk mencari pakaian yang diinginkannya begitu juga pakaian untuk Leo. Dia meminta saran dari Jasmine pakaian seperti apa yang cocok untuk pria itu bekerja.
"Jasmine," panggil Claudia panitia sembilan gambar wanita yang terus saja mengikutinya sejak tadi langsung menjawab dari belakang tubuhnya.
"Ya nona," jawab Jasmine.
Mendengar jawaban dari Jasmine membuat Claudia langsung memutar balikan tubuhnya saat ini hanya membuat keduanya saling bertatapan.
"Tapi Nona-"
"Ihh... kamu itu menyebalkan sekali ya Jasmine. Sudah aku katakan berhenti memanggil nona jadi jangan lakukan itu lagi. Panggil saja aku Claudia, jika kamu menolaknya dan masih memanggil nona maka aku akan mengadukan dirimu pada Leo nantinya." ancam Claudia.
Dia pikir dia bisa mengancam Jasmine dengan hal-hal seperti ini karena Jasmine yang langsung menurut namanya. Tapi bukan karena hal itu, lebih memilih menurut apa yang Claudia katakan karena dia tidak ingin terlalu sering berurusan dengan Leo.
Apalagi dia mengetahui bahwa mereka berdua akan bertunangan. Claudia dan Leo sudah dijodohkan dan mereka berdua siap untuk bertunangan dan melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius lagi.
"Baiklah jika kamu sudah mengerti, sekarang ayo bantu aku untuk memilih pakaian Leo." ucap Claudia yang kembali mengajak Jasmine untuk mencari baju Leo.
Setelah menghabiskan banyak waktu untuk berkeliling dan mencari pakaian Leo, akhirnya mereka berdua menyudahi acara belanjanya dan datang menghampiri pria itu karena Claudia ingin Leo mencoba pakaian yang sudah di pilihannya dan Jasmine tadi.
"Apa ini Di?" tanya Leo yang tiba-tiba tangan ditarik oleh Claudia dan diajaknya pergi ke ruangan ganti.
"Cepat coba semua pakaian ini dan kemejanya juga aku ingin melihatnya apakah warna-warna yang aku pilihkan yang cocok untuk. Aku lihat pakaian kerjamu hanya itu-itu saja dan semuanya banyak berwarna hitam jadi aku ingin kamu memakai warna lain agar kehidupan kamu jauh lebih berwarna lagi."
"Tidak, jangan menyuruhku untuk memakai warna-warna seperti itu karena aku tidak menyukainya." tolak Leo karena memang dia tidak menyukai warna yang terlalu terang.
"Ah, sudahlah ayo pakai. Jika tidak aku akan marah nantinya." ancam Claudia.
Melihat wajah wanita itu sudah berubah masa membuat Leo mau tidak mau harus mencoba pakai yang telah di pilihnya tadi.
Tak lama Leo kembali dengan memakai pakaian yang di pilih oleh Claudia dan dia mendapatkan banyak kritikan karena wanita yang akan menjadi istrinya itu seorang desainer.
"Seharusnya ini bisa lebih rapi lagi Leo, tidak seperti ini." ucap Claudia yang merapikan pakaian yang di pakai Leo. Namun karena dia tidak sampai menjangkaunya membuat Leo langsung memegang pinggul Claudia dan mengangkatnya hingga membuat makhluk mungil itu bisa berdiri di atas bangku kecil yang memang di sediakan untuk wanita yang memiliki tinggi badan yang kurang seperti Claudia ini.
"Ahk...kamu selalu saja seperti ini." gerutu Claudia saat Leo kembali mempermainkannya dengan tubuh mungilnya itu.
Sedangkan Jasmine, dia merasa bahwa hidup Claudia benar-benar sangat sempurna karena mendapatkan perhatian yang begitu besar dari Leo. Entah mengapa dia merasa bahwa dia juga ingin mendapatkan perhatian seperti itu juga. Tapi entah kapan itu bisa terjadi.
...****************...
Jangan lupa mampir ke sini ya 🙏🏽