
Pagi ini Leon yang mengambil alih untuk mengantar Naura ke sekolahnya. Rasanya jangan lama sekali dia tidak pergi berdua dengan putrinya itu dan kali ini dia yang akan mengantarkan Naura.
" Semua sudah siap kak? yakin tidak ada yang tertinggal lagi?" Naura kembali memeriksa barang bawaannya dan setelah memastikan bahwa tidak ada lagi yang tertinggal baru mereka pergi ke sekolah.
Di perjalanan menuju sekolah Leon terus saja berusaha untuk membangun percakapan dengan putrinya.
" Setelah ini, ke mana kakak akan? Daddy harap kakak tidak bersekolah ke luar negeri dan akan tetap disini bersama Daddy dan Mama Al."
" Naura tidak akan pergi kemanapun karena keluarga Naura ada di sini. Daddy, Mama Al dan juga Leo adalah keluarga yang orang miliki, jadi Naura tidak akan pergi kemanapun dan akan tetap di sini saja bersama kalian semua." Leon merasa tenang saat mendengar jawaban dari putrinya.
Setidaknya dia merasa bahwa apa yang diperjuangkannya selama ini tidak sia-sia. Naura ada bersamanya dan tidak perlu lagi mengkhawatirkan itu semua.
" Kak..." Leon kembali memanggil putrinya yang kembali fokus pada iPad yang ada di tangannya saat ini.
" Ya Dad?" Jawab Naura.
Dia kembali mengatakan ipad-nya dan berbicara pada Daddy Leon.
" Bagaimana dengan sekolah kakak? baik-baik saja? bagaimana pelajarannya dan juga teman-temannya? apa mereka baik dengan kakak?" Naura hanya bisa menganggukkan kepalanya saja.
Dia tidak tahu apakah mereka itu benar-benar baik padanya atau hanya menjilat dan ingin berteman dengannya mendapatkan imbalan sesuatu dari apa yang bisa mereka dapatkan dan mereka manfaatkan darinya.
" Benarkah begitu? jika mereka tidak baik pada kakak dan melakukan sesuatu maka Daddy bisa menegurnya. Daddy bisa mengadukan mereka pada kepala sekolah jika memang mereka melakukan hal yang tidak baik." Ucap Leon yang tidak ingin putrinya itu mendapatkan perlakuan buruk di sekolahnya.
" Jangan lakukan itu Dad. Mereka semua baik pada Naura dan tidak ada yang jahat satupun. Jika pun ada yang jahat, itu bukan jahat namanya mereka hanya tidak ingin berteman saja dengan Naura dan Naura memakluminya. Berarti mereka merasa tidak cocok dengan kehadiran Naura." Jawaban dari Naura benar-benar membuat Leon merasa bangga.
Putri sudah berubah dan berpikir lebih dewasa lagi. Setidaknya dia tau, bahwa Naura bisa melindungi dirinya sendiri.
" Oke, dua hari lagi adalah pesta ulang tahun kakak dan mama sudah mempersiapkan segalanya."
" Pesta apa Dad? jangan bilang Mama Al ingin merayakan pesta ulang tahun Naura?" Leon menganggukkan kepalanya.
Alicia memang sudah menyiapkan pesta ulang tahun untuk putrinya. Jika mereka mengatakannya maka Naura tidak akan mau dan langsung menolaknya begitu saja.
" Tapi Dad--"
" Maaf sayang, Kali ini Daddy tidak bisa menolong kamu karena semuanya sudah diatur oleh Mama Al. Mama mempersiapkan segala pesta ulang tahunnya bahkan Mama juga yang sudah mengundang teman-teman sekolah kamu." Mendengar apa yang Daddy-nya katakan membuat Naura langsung lemas.
Dia sangat tidak menyukai keramaian dan Naura paling benci dikelilingi oleh orang-orang banyak dan menjadi pusat perhatian.
" Terserah Daddy saja..." Jawabnya dengan pasrah.
Dia tidak bisa melakukan apapun lagi jika sudah Mama Al yang sudah melakukan segalanya.
...****************...