One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Sibuk



Pagi harinya, Leo dan Jasmine sedang sibuk merapikan barang-barang mereka karena hari ini mereka akan kembali ke rumah. Banyak pekerjaan yang memang sudah menunggu mereka maka liburan berakhir sampai di sini saja. Mereka bisa melanjutkannya lagi nanti setelah ada waktu luang.


"Kamu sudah siap?" tanya Leo ketika melihat istri yang sudah siap di sana.


"Aku sudah siap-siap tadi tapi kamu saja yang terlihat sangat repot. Kita tidak membawa banyak barang tapi kamu terlihat sangat repot seperti ini. Lalu apa kabar nanti jika kita memiliki anak?" tanya Jasmine pada suaminya. Dia sengaja menyindir Leo seperti itu karena dia terlihat kerepotan sendiri hanya untuk merapikan barang-barangnya saja.


"Kalau itu beda cerita lagi. Banyak yang bisa kita rencanakan lagi nanti. Contohnya saja memakai jasa baby sister. Aku tidak akan membiarkanmu kelelahan mengurus anak-anak kita nantinya. Bukan berarti aku juga tidak membiarkanmu untuk mengurus anak kita, hanya saja aku sudah memutuskan bahwa kamu akan dibantu oleh baby sister. Ini perintah dan kamu tidak bisa menolaknya!" Leo sudah memutuskan bahwa mereka akan memakai jasa baby sister nantinya untuk membantu Jasmine menjaga anak-anak mereka. Seperti yang dia katakan tadi bahwa dia tidak akan membiarkan Jasmine kelelahan mengurus anak. Intinya semua itu jangan dipersulit jika bisa dipermudah.


Jasmine tahu bagaimana sikap dan perilaku suaminya ini jadi dia hanya bisa menurut saya dengan apa yang laki-laki itu katakan. Setidaknya dia tahu bahwa Leo memikirkan mereka semua bukan hanya tentang dirinya saja. Kerja sama dalam sebuah hubungan rumah tangga itu harus, dan itu yang akan Jasmine lakukan.


"Baiklah, terserah kamu saja," ucapnya dengan pasrah. Jika beliau sudah mulai memerintah seperti ini maka tidak ada lagi yang bisa mendebatnya. Menurut adalah jalan satu-satunya yang bisa dilakukan saat ini.


Mereka berdua sudah keluar dari villa dan langsung pergi untuk kembali ke rumah. Selama liburan beberapa hari ini, banyak hal yang mereka lakukan berdua. Contohnya saja masak dan bermain. Mereka lebih sering bersama menghabiskan waktu dengan penuh kenangan.


Namun, saat baru saja turun dari pesawat tiba-tiba saja Jasmine merasa mual dan muntah-muntah. Tapi bukannya menolong, Leo malah mengatakan hal yang tidak masuk akal ketika melihatmu muntah-muntah seperti itu.


"Sayang, kamu baik-baik saja? Apa kamu sedang hamil?"


Duar...


Meledak Jai ketika mendengar apa yang suaminya katakan. Mereka baru saja melakukan hal itu saat berbulan madu dan kini mereka juga baru pulang, lalu bagaimana bisa beberapa hari yang lalu langsung hamil. Sungguh tidak masuk akal sekali bukan? Ya, memang tidak masuk akal dan ketidak masuk akalan itu terjadi karena pikiran suaminya sendiri.


Melihat Jasmine yang tidak ada respon terhadapnya membuat Leo kembali bertanya pada istrinya apa yang terjadi hingga membuatnya muntah-muntah seperti itu dan kembali lagi dengan pemikiran konyolnya itu bahwa Jasmine sedang mengandung saat ini.


"Sayang, kamu kenapa? Kamu hamil ya? Apa secepat itu?" tanya Leo dan itu benar-benar membuatnya kesal setengah mati.


"Hamil apanya? kita baru saja melakukannya beberapa hari yang lalu dan kamu sudah mengatakan aku hamil saat ini. Tolonglah Leo, aku merasa bahwa tubuhku sedang tidak baik-baik saja. Aku memang selalu seperti ini saat turun dari pesawat dan bukan berarti aku muntah-muntah itu karena hamil. Aku tidak akan menolak jika memang Tuhan memberikan hal indah itu untukku, tapi tidak secepat ini juga. Banyak proses yang harus dilewati untuk mencapai titik tersebut. Bukan hanya sekedar berhubungan langsung jadi. Lagi pula apa kamu yakin benih kamu itu sehat?"


"Ah, sudahlah. Antarkan saja aku ke rumah jika kamu ingin pergi. Tapi rumah ibu, karena aku sudah sangat merindukannya."


"Baik, aku antar kamu ke rumah ibu baru setelahnya aku pergi bekerja. Jika lelah kamu istirahat saja dan jangan terlalu banyak bergerak. Aku takut jika anak-anakku nanti lupa mencari rumahnya jika kamu terlalu aktif. Jadi-"


"Berhenti mengatakan hal yang tidak-tidak Leo? Aku pusing mendengarnya. Lebih cepat antarkan aku pulang saja dari pada kamu harus banyak bicara seperti ini. Sudah, ayo peri." akhirnya Leo mengantarkan Jasmine lebih dulu ke rumah ibunya dan baru dia pergi ke kantor. Saat di rumah ibunya, Leo kembali ingin mengatakan hal yang sama seperti apa yang dia katakan terhadap jasmita tetapi dengan cepat pula istrinya menghentikan itu. Dia tidak ingin Leo semakin bicara yang tidak tidak tentang apa yang dia rasakan saat ini. Jadi lebih baik memang Leo tidak banyak bicara lagi.


"Ibu, tolong jaga Jasmine, karena dia sedang-"


"Pergilah Leo! Aku tidak ingin mendengar apa pun lagi darimu. Aku sudah mengatakannya jika aku baik-baik saja. Aku hanya jet lag saja, bukan seperti yang kamu pikirkan!"


"Tapi aku takut jika memang-"


"Stop! Plis stop. Jangan katakan apa pun lagi oke. Sekarang pergi bekerja dan jangan lagi bicara omong kosong itu! Katakan lagi itu nanti jika memang itu benar," ucap Jasmine yang terus berusaha untuk mengatur emosinya. Setidaknya sampai dugaan mereka itu benar adanya.


"Oke fine. Aku pergi sekarang!" Leo berpamitan pada ibu mertuanya sebelum dia pergi ke kantor dan setelah Leo pergi, ibunya baru bertanya pada Jasmine apa yang terjadi hingga Leo bersikap aneh seperti itu.


Ibunya mengikuti Jasmine masuk ke rumah mereka yang sudah banyak di renovasi oleh Leo dan mereka sampai di sebuah sofa yang juga baru di beli oleh Leo.


"Apa? Ada apa ini?" tanya ibunya dengan bahasa isyarat seperti biasanya.


"Tidak ada. Leo terus membuat ku kesal, jadi aku marah. Sudahlah, jangan tanyakan apa pun lagi Bu, kepala ku rasanya berdenyut dan seperti mau meledak."


"Apa kamu hamil?" tanya ibunya yang semakin membuat kepala Jasmine semakin pusing. Kenapa semua orang mengatakannya hamil? Dia tidak hamil dan lebih tepatnya belum hamil. Tapi mereka sudah mengatakan jika dia hamil. Entahlah, entah dia harus marah atau senang, tapi yang pasti saat ini dia merasa jika ini sangat tidak masuk akal.


...****************...