
" Kemana orang-orang di rumah ini? kenapa tidak ada satupun yang terlihat di sini?" Tanya Leo yang baru saja pulang dari Amerika.
Entah mengapa dia sangat merindukan rumah ini maka dia memutuskan untuk pulang dan kembali ke Jerman. Tempat kelahirannya.
" Bibi, di mana yang lainnya? kenapa mereka tidak terlihat di sini? apa semuanya ada acara di?" Tanya Leo lagi.
Dia baru sampai di rumah tapi tidak mendapati keluarga di sini. Entah kemana perginya mereka semua.
" Tuan dan Nyonya sedang menerima tamu di meja makan. Silahkan jika ingn menyusul." Leo langsung pergi menyusul kemeja makan karena dia juga sudah sangat lapar.
Leo cukup kaget saat di meja makan dia melihat sepertinya ada pembicaraan khusus di sini. Apa ini seperti acara perkenalan? apa kakaknya akan dijodohkan?
" Leo..." Alicia yang lebih dulu melihat putranya langsung menghampirinya. Dia sangat merindukan Leo yang sudah 6 bulan tidak pulang ke rumah.
Terakhir kali mereka yang pergi ke Amerika untuk menyusul putranya dan kini anak yang selalu membuatnya kesal waktu kecil sudah tumbuh dewasa.
" Ma..." Leo memeluk putranya dan Naura pun ikut memeluk adiknya.
Melihat bagaimana Naura yang memeluk pria lain membuat Prince Alta merasa tidak nyaman. Tiba-tiba saja dia merasa cemburu dengan pria yang di ketahui ya sebagai adik dari Naura.
Rasanya Alta tidak terima dengan pendekatan mereka itu. Dia merasa bahwa Naura tidak boleh memeluk pria lain selain dirinya. Tapi, mau melarang pun percuma karena dia bukan siapa-siapanya saat ini.
Melihat bagaimana reaksi Alta membuat Leon tersenyum.
" Kau tidak perlu takut Alta. Naura hanya dekat dengan adiknya saja selebihnya dia tidak pernah dekat dengan pria manapun. Jadi kamu tidak perlu cemburu untuk itu." Alta sendiri merasa malu saat ayah dari Naura mengatakan hal seperti itu padanya.
Rasanya mengenal Naura itu adalah sebuah anugerah untuk dirinya di saat rasa putus asa keluarganya.
Bagaimana tidak putus asa di saat kedua adik kembarnya sudah menikah tapi dia belum menikah.
Terlebih lagi saat dia menyadari bahwa perasaannya terhadap adik sepupunya sendiri terlambat. Rosella, dia baru menyadari perasaannya bahwa dia juga mencintai wanita itu di saat dia berada di atas pelaminan bersama dengan orang lain.
Sakit? tidak, Alta tidak pernah merasakan rasa sakit seperti itu. Setidaknya dia bisa menghapus perasaannya baru saja tumbuh terhadap Elle dengan begitu cepat.
" Maaf, tuan. Tapi aku tidak cemburu." Elak Alta.
Tidak mungkin dia mengatakan pada Daddy Naura jika dia merasa cemburu karena kedekatan Naura dan juga adiknya.
Itu akan terdengar sangat lucu sekali dan Alta tidak ingin menjadi pusat perhatian banyak orang.
" Sudahlah, ayo Leo makan bersama kami dan kenalkan dulu. Ini Alta, teman kakak kamu dan ini paman Matheo. Beri salam pada mereka." Leon berusaha untuk mengenalkan Leo dengan tamunya malam ini karena bagaimana pun sopan santun harus di junjung di keluarganya dan Alicia paling menentang anak yang tidak sopan.
Jika bisa di bilang, didikan Alicia dan didikannya jauh berbeda. Alicia itu keras dan disiplin maka Leon bisa sedikit lebih santai.
Tapi bagaimana pun itu semua terbukti dengan anak-anak mereka yang berhasil dalam kehidupannya dan itu semua berkat didikan istrinya.
" Selamat malam Paman Matheo, Temannya Kak Naura." Ucap Leo tamu dari Daddy-nya.
Dia bingung harus memanggil apa karena melihat dari wajahnya ini masih sangat muda. Jadi Leo takut jika mereka seumuran karena kakaknya bisa saja mendapatkan brondong.
Ya, nanti dia akan membahas hal ini dengan Naura.
" Panggil saja Kakak, Leo. Kamu bisa memanggilnya Kak Alta." Ujar Matheo.
" Ah, iya kak Alta." Merasa namanya di panggil membuat Alta hanya menganggukkan kepalanya saja.
Mereka semua kembali melanjutkan acara makan malam itu sampai selesai hingga tiba saatnya Alta dan Matheo ingin berpamitan karena acara pertemuan mereka sudah selesai.
Naura meminta waktu Alta sebentar untuk berbicara karena memang harus ada yang mereka bicarakan.
Kini mereka berdua ada di halaman parkir tempat di mana mobil Alta terparkir di sana.
" Ada apa Naura? apa yang ingin kamu bicarakan?" Tanya Alta pada Naura.
Dia tau bahwa saat ini ada yang ingin dibicarakan Naura dengannya. Jika tidak, untuk apa mereka menjauh dari keluarga seperti ini.
" Seperti yang sudah Daddy katakan tadi, mau aku menginginkan waktu sebulan untuk masa perkenalan kita. Jika sebulan itu aku tidak bisa menumbuhkan perasaanku terhadap kamu, maka perjodohan ini akan batal dan kita tidak bisa melanjutkannya." Ucap Naura.
Dia ingin memberitahukan pada Alta bahwa perasaan tidak bisa di paksakan. Karena menurut Naura segala sesuatu yang di paksakan tidak akan bagus.
" Oke. Aku terima. Tapi dengan satu syarat." Ujar Alta.
Dia juga memiliki syarat untuk perjodohan ini. Naura memiliki syarat maka Alta pun memiliki syarat sendiri untuk semuanya.
" Apa itu?" Tanya Naura dengan mata indahnya yang berwarna hazel.
Sungguh, mata indah milik Naura membuat Alta seolah dia ikut hanyut di dalamnya.
" Biarkan aku yang mengantar jemput mu sela satu bulan ini. Setelah itu, jika perasaan mu tidak juga tumbuh maka aku akan menyerah dan pulang ke Rusia. Aku tidak akan pernah menganggu mu lagi setelah itu. Bagaimana?" Tanya Alta.
Naura masih sedikit berpikir sampai dia menyetujui semuanya.
" Baik. Tapi apa tidak merepotkan untuk antar jemput?"
" Tidak! tulis nomor ponsel mu di sini dan simpan dengan nama mu." Alta memberikan ponsel jadul miliknya pada Naura yang membuat wanita itu langsung menatap ngeri melihatnya.
" Nok*a? apa ini serius?" Tanya Naura yang merasa tidak percaya dengan ponsel milik Alta.
" Kamu orang yang kesekian dengan ekspresi yang sama ketika melihat ponsel milik ku. Besok temani aku untuk membeli ponsel terbaru." Ujar Alta.
Dia memang belum mengganti ponsel miliknya karena menurutnya tidak penting sama sekali. Dia lebih nyaman bekerja dengan laptopnya.
" Dan satu hal lagi Naura."
" Apa itu?" Tanya Naura yang semakin merasa penasaran.
" Usia ku sudah 40 tahun dan kamu harus tau itu."
Duar...
Naura benar-benar tidak menyangka jika Alta sudah berusia 40 tahun. Bahkan wajahnya masih terlihat sangat muda lalu bagaimana bisa usianya sudah 40 tahun?
...****************...