
"Sayang..." Alta langsung kaget saat mengetahui bahwa istrinya belum juga tidur.
Dihampirinya sang istri yang ternyata belum tidur saat dia masuk ke dalam kamar.
Alta menuju ruang ganti untuk mengganti pakaiannya sebelum naik ke atas tempat tidur bersama sang istri.
"Sebentar sayang, aku ganti pakaian ini dulu baru sekarang kita bicara nanti." Naura menganggukkan kepalanya dan menunggu sang suami untuk datang bergabung bersamanya di atas tempat tidur.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya suaminya datang juga bergabung bersamanya.
Naura ingin hubungan suami istri itu lebih erat ketika mereka membicarakan apa yang telah mereka lakukan hari ini di atas tempat tidur sebelum terlelap.
"Kenapa belum tidur sayang? tidak seharusnya kamu menungguku Naura, atau memang aku yang mengganggu tidur kamu?" tanya Alta pada istrinya ketika dia sudah sampai di atas tempat tidur.
Dia memeluk sang istri yang bersandar manja di dada bidangnya.
"Aku saya tidur karena mungkin belum terbiasa dengan suasananya. Aku jika baru selesai bicara dengan Mama. Katanya akhir pekan nanti mereka akan datang untuk berkunjung melihat rumah baru kita." ucap Naura sambil memeluk suaminya.
Saat ini, keduanya saling memberikan pelukan hanya satu sama lain. Naura juga memang sengaja menunggu suaminya karena dia ingin mengetahui siapa dua orang pria yang datang menginap di rumah mereka.
"Ge..."
"Ya sayang..." jawab Alta ketika sang istri memanggil.
"Boleh aku mengetahui siapa pria yang Gege panggil Arka dan Husein itu?" tanya Naura karena merasa penasaran dengan masa lalu suaminya.
Lebih tepatnya masa suami saat tinggal di Indonesia.
"Arka dan Husein adalah orang pertama yang mengajak ku berteman. Awalnya hanya Arka namun tak lama Husein juga mengajak ku berteman. Arka dulunya adalah anak yang paling menyebalkan menurut ku karena dia selalu mengatakan bahwa di anak orang paling kaya di negaranya dulu tanpa dia ketahui bahwa Daddy ku juga kaya. Aku tidak ingin menanggapinya tapi dia terus saja berusaha menganggu ku hingga akhirnya kami di paksa oleh ibu kamu masing-masing untuk berteman. Awalnya kami di paksa untuk berteman dan setiap harinya kamu juga di paksa untuk bertukar bekal makan siang dan anehnya dia selalu senang setiap kali mendapatkan bekal makan siang dari Mommy ku karena Maminya tidak terlalu pintar memasak malah katanya lebih hebat Papinya lagi ketika memasak. Entahlah, aku tidak tau bagaimana kehidupan mereka tapi yang aku tau jika aku mulai merasa nyaman dengan mereka berdua. Setiap harusnya kami selalu pergi ke atap gedung sekolah dan kami makan siang di sana. Maki menyulapnya menjadi tempat favorit kami." Ucap Alta dengan menceritakan semua masa lalu mereka saat sekolah dulu.
"Pertemuan kami berlanjut sampai kami SMP dan SMA. Kami memang berbeda agama, tapi dari kami tidak ada yang merasakan perbedaan tersebut. Apalagi ada Husein sang ahli surga kata Arka. Apa kamu tau sayang, jika saat ini kami masih menjadi donatur utama untuk pesantren yang di kelola oleh Husein?" Naura menggelengkan kepalanya karena dia tidak mengetahui bagaimana hubungan pertemanan suaminya ini.
"Arka menikah dengan seorang model terkenal dari agensi maminya sendiri dan kabarnya mereka akan terus mencetak anak karena Arka tidak ingin apa yang dirasakannya dulu ikut di rasakan anaknya karena menjadi anak tunggal. Sedangkan Husein sendiri, dia susah memiliki 3 orang anak laki-laki dan istrinya akan terus hamil sampai mereka mendapatkan anak perempuan." Lanjut Alta. Dia terus menceritakan bagaimana kehidupannya dulu bersama teman-temannya sampai mereka pernah berkelahi dengan anak sekolah lainnya karena Arka yang membawa mobil dan tidak sengaja menyenggol salah satu mobil milik anak basket sekolah lain alhasil kamu tawuran dan mereka kalah. Bukannya merasa bangga, aku dan Arka mendapatkan hukuman untuk pergi sekolah dengan berjalan kaki selama sebulan dan tidak mendapatkan uang saku karena kami harus membayar hutang pada ayah kami berdua karena kejadian itu. Tapi untungnya ada Husein sang penyelamat. Kami pergi sekolah dengan menggunakan becak angkat barang milik toko Abi-nya. Jika di tanya apa kami malu maka jawabannya tidak. Kami malah bahagia menaiki becak barang seperti itu dan yang paling berkesan lagi saat kami harus makan dengan bekal dari umi husein setiap harinya karena kami di hukum selama satu bulan. Pernah satu ketika saat kami hendak pergi sekolah tapi hari itu hujan dan akhirnya kami naik mobil bak milik tokonya Husein juga. Jika di tanya apa kami malu, maka jawabannya tidak sama sekali. Mau itu naik becak, atau nak pickup, kami berani parkir di halaman sekolah tanpa rasa malu sedikit pun dan itu sebabnya kami terus berteman hingga saat ini sayang." Alta melihat ke arah istrinya yang ternyata sudah tidur.
Senyumannya terbit dan dia merapikan posisi tidur istrinya agar bisa lebih nyaman lagi untuk tidur.
"Apakah ceritanya sangat seru hingga kamu sampai tertidur seperti ini sayang?" tanya Alta pada istrinya karena dia tidak menyangka jika Naura bisa tertidur di saat dia bercerita beberapa kenangan mereka saat sekolah dulu.
Di tariknya selimut untuk menutupi tubuh istrinya dari terpaan angin malam.
Alta kembali memberikan kecupan di kening istrinya sebagai pengantar tidur untuk Naura.
Cup...
"Aku mencintaimu Naura. Teruslah bersama ku hingga maut menjemput ku nanti dan aku harap akan segera hadir buah cinta kita di sini." Alta mengusap perut Naura dan mengecupnya. Berharap bahwa akan cepat hadir seorang anak di antara mereka berdua nantinya.
"Tidurlah, kamu sudah lelah hari ini sayang. Aku mencintai mu Naura." Alta pun imut menyusul istrinya ke alam mimpi.
Sementara kedua manusia beda keahlian iru sama-sama tidak bisa tidur karena merindukan istri mereka.
"Aahhh...Sandra, aku rindu kamu sayang..." ucap Arka yang merindukan istri cantiknya.
Sedangkan Husein, dia tidak bisa tidur maka lebih memilih mengaji dan melakukan ibadah sholat malamnya seperti biasa.