One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Pertemuan keluarga



Leon dan keluarganya langsung menuju ke rumah besannya ketika mendengar bahwa putrinya benar-benar positif hamil saat ini. Apalagi hari ini adalah hari syukuran yang memang setiap tahunnya di lakukan keluarga ini.


Mereka banyak melakukan kegiatan sosial seperti ini bukan untuk dikonsumsi khalayak ramai karena memang mereka rutin melakukan hal ini untuk berbagi pada anak-anak yang kurang mampu.


"Sayang, ini masih terlalu pagi untuk kita datang ke rumah keluarga Alta." hujan Leon yang merasa heran dengan tingkah istrinya begitu bersemangat sekali ingin bertemu Naura.


Apalagi saat hal tak menghubungi mereka dan mengatakan bahwa istrinya benar-benar positif saat itulah Alicia terlihat sangat bersemangat untuk bertemu putrinya.


"Ayolah sayang, kita pergi sekarang saja karena aku sudah benar-benar merindukan putriku. Aku merindukan pelukan hangatnya dan aku ingin merindukan senyuman cantiknya. Astaga, putriku sudah dewasa dan sebentar lagi dia akan menjadi ibu. Aku sebentar lagi menjadi nenek, dan kita telah berhasil membesarkan untuk menjadi wanita yang lebih baik mencintai banyak orang. Aku benar-benar bahagia Leon." ucap Alicia pada suaminya karena dia benar-benar merasakan kebahagiaan yang sangat luar biasa.


Melihat istrinya yang berbicara dengan mata berkaca-kaca seperti itu membuat Leon ikut merasakan apa yang istrinya rasakan saat ini. Memang benar apa yang Alicia katakan karena memang mereka telah berhasil mendidiknya orang untuk menjadi wanita yang lebih tangguh dan wanita yang lebih dicintai banyak orang.


"Kenapa kamu menangis?" tanya Leon pada istrinya dan dia datang menghampiri wanita itu.


Pelukan hangat didapatkan alisnya saat ini dan entah mengapa setiap kali lihat memeluknya dia merasakan semangat hidupnya kembali membara. Bahkan Alicia sempat tidak percaya dengan dirinya sendiri karena dia takut menjadi orang tua yang gagal dengan masa lalunya. Tapi saat ini desa berhasil mendidiknya orang untuk menjadi wanita baik-baik dengan pencapaian yang luar biasa.


"Aku menangis karena aku merasa bahagia. aku bahagia karena telah berhasil menjadi ibu yang baik untuk Putri yang luar biasa seperti Naura. Terkadang yang menjadi penyesalan terbesar dalam hidupku adalah bagaimana bisa ibunya tidak mencintai Putri seperti Naura. Aku masih tidak paham kenapa wanita itu bisa membenci Naura hingga seperti itu. Sekarang, apakah Nathalie tidak merasa bersalah dengan apa yang telah dia lakukan terhadap Naura?" tanya Alicia pada suaminya saat ini.


"Percayalah, Nathalie pasti merasa bahagia kerena melihat putrinya yang bahagia seperti ini. Aku juga yakin bahwa Naura tidak pernah putus untuk mendoakan ibu kandungnya. Aku berpikir bahwa aku ingin menceritakan yang sejujur kepada Naura bahwa kita bukanlah orang tua kandungnya."


"Tidak!" tolak Alicia.


Dia tidak ingin Naura mengetahui apa yang telah mereka sembunyikan selama ini. Dia tidak siap jika harus melihat kekecewaan di wajah putrinya karena merasa dibohongi selama ini.


"Kita sudah membicarakan hal ini sebelum-sebelumnya bahwa kita tidak akan pernah memberitahu Naura sampai kapanpun. Biarkan saja tetap seperti ini dan aku mohon jangan pernah menceritakan sesuatu yang bisa menyakiti hati putriku. Saat ini dia tengah mengandung dan aku mau ke jalan pernah membuatmu menangis dan tertekan dengan perasaan seperti ini. Aku mohon Leon..." pinta Alicia pada suaminya karena dia tidak ingin membuat putrinya menangis.


Pyar...


Mereka mendengar suara pecahan dari sesuatu yang terbuat dari kaca dan saat mereka melihatnya, baik Leon maupun Alicia keduanya sama-sama kaget ketika melihat bahwa putranya yang ada di sana.


Apakah Leo mendengar apa yang mereka katakan tadi. Bagaimana jika sampai Leo mengetahui bahwa Naura bukan kakak kandungnya?


"Le-o..." panggil Alicia yang melihat putranya di sana.


"Leo, sayang." panggil Alicia ketika melihat putranya di sana.


"Ma, katakan dengan jelas pada Leo apakah benar kak Naura itu bukan kakak kandung Leo?"


"Itu benar. Naura bukan kakak kandung kamu karena dia anak paman Sean, kakaknya Daddy.


"Leon!" teriak Alicia saat suaminya itu menjelaskan tentang status Naura pada Leo putra mereka. Dia benar-benar tidak mengapa jika suaminya itu memperjelas status asli Naura pada Leo.


"Leo harus mengetahui kebenarannya Alicia. Walau Naura bukan anak kandungku tapi dia tetap anakku begitu juga dengan anakmu. Kita sampai kapanpun Naura akan tetap menjadi anak kita. Kamu harus tau itu." ucap Leon yang menegaskan pada istrinya.


"Tidak, Leo tidak peduli kakak itu anak kandung Daddy atau tidak. Leo menyayangi kakak dan itu kenyataannya." jawab Leo dengan tegas karena dia tidak peduli dengan apa yang dikatakan orang lain tentang kakaknya tapi yang pasti dia akan selalu ada di sisi kakaknya sampai kapanpun. Naura akan selalu menjadi kakaknya dan akan terus menjadi kakaknya selama-lamanya.


"Leo..." Naura memeluk putranya dengan penuh kebanggaan karena dia benar-benar berhasil mendidik anak-anak yang menjadi anak-anak yang hebat.


Baik Naura ataupun Leo, mereka tidak pernah membeda-bedakan keduanya karena Alicia memang menegaskan bahwa dia tidak boleh membedakan kasih sayangnya.


"Sudah, Mama jangan menangis lagi. Kita akan pergi ke rumah keluarga kakak dan sebentar lagi kita akan mendapatkan anggota keluarga baru. Kita boleh menunjukkan pada kakak bahwa kita saat ini sedang bersedih." Leo menghapus air mata mamanya.


Dia sangat beruntung bisa memiliki ibu sehebat Mama Alicia karena menurutnya mamanya adalah mama terhebat di dunia.


"Iya," jawab Alicia.


Akhirnya mereka bertiga pergi ke rumah keluarga Naura tempat dimana akan diadakan acara syukuran hari ini karena mereka semua akan melakukan syukuran atas kehamilan Naura juga.


Sementara di rumahnya, Naura terus aja dikurung suaminya di dalam kamar dan di atas tempat tidur. Alta benar-benar tidak membiarkan istrinya itu turun dari atas tempat tidur karena dia masih ingin bersama Naura dan juga seorang anak mereka.


"Sayang, kita harus turun ke bawah karena sebentar lagi acara akan dimulai. Lagi pula Mama dan Daddy akan datang sebentar lagi, jadi kita harus menyambut mereka."


"Tapi aku masih ingin bersama kamu dan anak kita. Aku masih ingin menikmati kebersamaan kita dan aku harap kamu betah untuk tinggal di sini beberapa waktu lagi sampai dokter mengizinkan kamu untuk terbang dan kita akan kembali ke Moskow." Naura menganggukkan kepalanya karena dia juga paham dengan apa yang di jalaninya saat ini.


"Aku mengerti. Lagi pula di sini jauh lebih ramai dan aku memiliki banyak teman, jadi aku betah saja tinggal di sini."