One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Memikirkan



Leo terus saja termenung di dalam kamarnya dan dia tidak bereaksi apa pun dengan dunia luar. Terhitung sudah beberapa hari setelah kematian Claudia dia tidak keluar sama sekali dari dalam kamarnya. Bahkan makan saja pun sampai para pelayan yang datang mengantarkan ke dalam kamarnya karena dia tidak keluar sama sekali dan hal itu membuat Leon merasa marah.


Brak!


Leon membuka pintu kamar putranya dengan paksa. Dia melihat kamar putranya yang terlihat sangat berantakan sekali bahkan Alicia saja tidak berani masuk. Lebih tepatnya tidak tega.


"Mau sampai kapan hah?" tanya Leon dengan emosi melihat putranya yang terlihat lemah seperti itu. Tidak ada gairah lagi dalam dirinya hingga membuat mereka semua merasa kesal dan marah dengan keadaan ini.


Naura sendiri datang ke kamar adiknya untuk menghentikan kemarahan sang Daddy.


"Dad, Naura mohon berhenti dad, biar Naura yang bicara." ucap Naura yang ingin bicara dengan adiknya. Dia akan bicara baik-baik dengan Leo dan berharap bahwa adiknya itu mau mendengar apa yang akan dibicarakannya nanti.


Lagi pula Naura yakin jika adiknya itu bisa mengerti dengan penjelasannya nanti. Apalagi dulu mereka juga sering bercerita dan bertukar pikiran seperti itu. Jadi dia harap Leo bisa mengerti dan mau mendengar apa yang ingin dikatakannya nanti.


"Nah, katakan pada adikmu itu, jangan membuatku kesal dengannya hingga membuat Daddy menghajarnya habis-habisan!"


Brak!


Naura kaget ketika melihat daddy-nya yang membanting pintu kamar Leo seperti itu. Dia mulai datang menghampiri adiknya yang terlihat tidak baik-baik saja saat ini.


"Leo," panggil Naura ada adiknya hingga membuat laki-laki yang terlihat sangat menyedihkan itu mengeluarkan tangan dan memberikan selembar surat.


Naura sendiri mengambil dan membaca kata demi kata yang tertulis di kertas putih tersebut. Dia undang-undang tidak menyangka jika selama ini Claudia, gadis yang sangat disayangi oleh adiknya ternyata mencintai pria lain yang tidak bisa dilupakan hingga saat ini. Jika tanya apa dia sedih melihat keadaan adiknya seperti ini maka jawabannya sangat sedih.


Dia benar-benar sedih melihat keadaan adiknya yang seperti ini. Apalagi Leo begitu terpukul sekali dengan keadaannya saat ini.


"Leo," Naura meminum adik laki-lakinya, dia juga ikut merasakan kesedihan yang dirasakan Leo saat ini dan betapa terpuruknya adiknya itu ketika mendapati kenyataan bahwa wanita yang begitu sangat disayangi dan bahkan mungkin sangat dicintainya tidak pernah memiliki perasaan apapun terhadapnya, mereka menikah hanya karena memikirkan perasaan kedua orang tua mereka saja.


Dia tidak tahu jika kehidupan adiknya sangat mengerikan seperti ini. Andai dia tahu jika Leo akan merasakan hal seperti ini maka dia akan menolong adiknya itu untuk memperjuangkan cinta pertamanya.


"Katakan siapa wanita itu? siapa wanita yang pernah kamu cintai dan tidak berani kamu perjuangkan?" tanya Naura pada adiknya.


Leo tidak mau mengatakannya karena dia tidak ingin mengungkapkan pada siapapun. Apalagi dia sudah begitu banyak menyakiti hati wanita itu dengan segala kata-kata kasar yang telah dikatakannya.


Andai saja kemarin dia tidak datang ke rumah Jasmine, ada tidak akan mengetahui bahwa wanita itu bukan wanita malam. Bolehkah dia mengatakan bahwa dia menyesali atas apa yang telah diperbuatnya selama ini?


Leo telah begitu banyak menyakiti hati Jasmine dan bahkan mungkin dengan kata-kata maaf saja pun dia tidak bisa menembus segala kesalahannya.


"Aku sudah mengatakannya jika aku baik-baik saja. Pergilah dan katakan pada mereka jika aku baik-baik saja. Aku tidak apa-apa dan aku akan kembali ke perusahaan. Aku akan hidup lagi tapi dengan diriku yang lain. Bukan diriku yang lama." ucap Leo pada kakaknya.


Dia tahu kan pada kakaknya bahwa dia sudah baik-baik saja dan dia akan memulai semuanya dari awal lagi. Berharap dia bisa melewati semua ini dengan begitu mudah, tanpa harus melibatkan banyak orang.


"Tapi Leo-"


"Kak, aku sudah baik-baik saja, percayalah. Jadi biarkan aku sendirian saat ini. Aku berjanji bahwa aku akan bangkit lagi. Aku yang baru dengan lembaran baru." karena tidak ingin membuat adiknya semakin tertekan akhirnya Naura memilih keluar dari kamar adiknya. Dia tidak ingin membebani saudaranya itu dengan keberadaannya di sini.


"Baiklah, kakak yakin kamu laki-laki yang hebat. Semangat Leo," Naura kembali memeluk adiknya dan mengecup puncak kelas Leo berharap itu semua bisa meredakan kesedihannya.


"Oke," jawab Leo.


Dia kembali merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya lagi. Leo sudah bertekad dalam hatinya bahwa dia akan bangkit dan dia tidak akan memikirkan semua ini lagi. Dia sudah mengikhlaskan semua ini dengan baik.


"Maafkan aku Di, maafkan aku." ucap Leo sebelum dia memejamkan kedua matanya dan tertidur. Dia ingin melupakan semua ini dsn kembali hidup dengan baik.