One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
Bermain



Alicia memang sengaja meninggalkan Naura di meja makan karena dia ingin tahu seberapa bisa gadis kecil itu untuk memulai dirinya agar bisa bersikap mandiri.


Setelah menunggu waktu selama kurang dari 20 menit, akhirnya Naura datang menghampirinya yang berada di ruang televisi.


Gadis kecil itu datang dengan membawa bukti piringnya yang sudah kosong.


" Naura sudah menghabiskan makannya, apa bisa aku mendapatkan hadiahnya sekarang?" Tanya gadis kecil itu yang sudah membawa bekas piring makan yang sudah kosong ke hadapan Alicia.


Melihat gadis kecil itu yang sudah membuktikan padanya bahwa dia bisa makan sendiri membuat Alicia cukup merasa bangga.


" Lalu bagaimana dengan meja makannya? apa sudah dibersihkan?" Naura langsung melihat ke arah Alicia saat wanita itu mengatakan tentang meja makan.


" Belum Ma..." Jawab Naura dengan wajah yang tertunduk lesu.


Dia tidak tahu bagaimana cara membersihkan meja makan. Bisa makan sendiri dan menghabiskan semua makanan yang ada di piringnya saja itu sudah sangat luar biasa sekali baginya.


Selama ini dia selalu dilayani oleh Nanny, jadi dia tidak tahu bagaimana cara bersikap untuk dirinya sendiri.


" Oke, untuk kali ini Mama Al akan memaafkan mu, tapi besok-besok tidak lagi. Belajar makan dengan baik dan rapi dan jangan pernah membuang-buang makanan. Daddy bekerja keras untuk kamu jadi kamu harus menghargai setiap jerih payah yang Daddy kerjakan di luar sana. Mengerti?" Naura menganggukkan kepalanya.


" Mengerti Mama Al." Jawab gadis kecil itu.


Alicia mengambil piring yang di bawa Naura tadi dan membawanya ke dapur. Lalu dia membawa gadis kecil itu kembali ke kamarnya untuk bersiap karena mereka akan pergi berjalan-jalan sebentar lagi.


" Apa Naura boleh makan es Crema? Bermain lalu beli mainan?" Tanya Naura.


" Mama Al tidak tau. Telpon Daddy mu dan tanyakan hal itu secara langsung apa adanya." Naura mengambil ponsel milik Alicia dan menghubungi Daddy-nya.


Gadis kecil itu menekan icon nama yang menampilkan wajah pria yang sangat dikenalinya itu. Tidak membutuhkan waktu lama, panggilan telepon mereka tersambung.


" Halo Alicia, ada apa?" Tanya Leon yang masih sibuk dengan berkas-berkas yang berada di meja kerjanya.


" Ini Naura Dad." Jawab gadis kecil itu saat mendengar suara Daddy-nya.


" Naura? kenapa ponsel tante Alicia ada sama kamu? di mana Tante Alicia? apa yang kamu lakukan pada tante Alicia?" Gadis kecil itu menggelengkan kepalanya karena dia tidak pernah melakukan hal apapun pada Alicia.


Dia sudah menjadi anak yang baik. Lagi pula yang menyuruhnya untuk menghubungi Daddy-nya adalah wanita itu sendiri bukan?


" Naura tidak melakukan hal apapun pada Mama Al. Mama Al sendiri yang menyuruh Naura untuk menghubungi Daddy. Mama Al sudah berjanji pada Naura, jika Naura bisa mandi dan makan sendiri Naura akan diajak untuk makan es krim dan bermain. Mama Al juga mengatakan pada Naura untuk bicara langsung pada Daddy, bolehkah Naura membeli mainan?" Leon terdiam.


Dia tidak salah dengar bukan? benarkah Naura tadi yang mengatakan tentang Mama Al?


" Sudah, jangan dengarkan Daddy kamu. Ayo sekarang kita pergi. Biarkan Daddy mu bekerja dan mencari uang yang banyak untuk kita. Kini saatnya kita akan menghabiskan uang Daddy mu." Alicia menggandeng tangan Naura dan mengambil ponselnya setelah melihat Naura yang tidak merespon apapun lagi pada ponselnya.


Dia tau bahwa saat ini Leon tengah merasa kaget karena Naura yang memanggilnya dengan panggilan Mama Al.


,


...****************...