
"Ada apa?" tanya Damian ketika melihat Sean yang tidak bersemangat.
Begitu juga dengan Jackson, dia juga melihat jika temannya saat ini sangat tidak bersemangat sekali untuk sekolah. Biasanya dua yang paling bersemangat, tapi tidak. dengan kalo ini.
"Iya, katakan ada apa Sean?" Jackson juga penasaran sekali dengan teman mereka ini. Sena tidak pernah diam dan murung, tapi kali ini dia terus saja diam sejak tadi. Entah apa yang terjadi, tapi yang pasti mereka menduga bahwa ini berhubungan dengan kelahiran adiknya.
"Apa ini ada hubungannya dengan adikmu?" Jackson kembali mempertanyakan tentang hal itu karena dia yakin bahwa ini pasti berhubungan dengan adik barunya.
"Ya, apa ini memang karena adikmu?" Damian menambahkan. Mereka menduga bahwa ini memang ada hubungannya dengan kelahiran adiknya Sean.
"Aku hanya takut jika mereka tidak menyayangiku lagi karena telah memiliki anak sendiri. Aku tidak siap jika mereka mengabaikanku. Bukan aku bermaksud ingin serakah dan egois, tapi memang mereka mengembalikanku ke panti asuhan daripada harus tinggal di rumah besar itu tapi tidak diperdulikan. Aku juga sudah mengatakan bahwa aku ingin sekolah di asrama saja nanti, itu juga jika mereka menyetujuinya." jawab Sean.
Dia sudah berbicara dengan daddy-nya tentang keinginannya untuk bersekolah di asrama tapi laki-laki itu belum memberikannya jawaban apapun. Dari apa yang Sean lihat, daddy-nya itu terlihat sangat berat sekali dengan permintaannya dan dia hanya menjawab bahwa mereka akan memikirkannya lebih dulu.
Entah apa maksud dari jawabannya, tapi yang pasti Sean tau jika mereka tidak akan memberikannya izin. Itu kemungkinan terbesarnya.
"Kau tidak ingin sekolah ke asrama karena ingin belajar tapi kau ingin menghindari keluargamu. Ketakutan mu itu memang beralasan, tapi apa kau tidak berpikir jika sampai ketakutan itu tidak terbukti bagaimana dengan perasaan kedua orang tuamu yang telah menyayangimu. Mereka dan keluarga besar yang mengadopsi dirimu dan menerima dirimu dengan baik. Aku tidak tahu bagaimana kehidupanmu saat di panti asuhan dulu, tapi tolong pikirkan lagi. Pikirkan semua ketakutan mu itu dan jangan jadikan dia sebagai alasan untuk kah menjauh dari keluarga menyayangimu." Sean terdiam ketika mendengar apa yang Jackson katakan.
Untuk dalam kondisi seperti ini Jackson mengalami dan bisa menjadi pendengar dan juga penasihat yang sangat baik. Keluarga Damian juga berada di ujung tanduk dan mungkin saya tidak bisa diselamatkan lagi, tapi Jackson tidak pernah putus untuk menyemangati Demian agar bisa lebih tenang lagi menjalani kehidupannya saat ini. Kehidupan yang mereka sendiri juga tidak tahu bagaimana kedepannya nanti. Setidaknya apa yang mereka pikirkan saat ini demi kebaikan semua orang-orang yang ada di dekat mereka.
"Sean, mereka itu keluarga baik-baik dan mereka keluarga terpandang. Oke, anggaplah mereka keluarga yang biasa-biasa saja tapi kamu juga harus mengetahui bahwa keluarga mereka tidak pernah menjadi bahan pembicaraan negatif di luar sana.Bahkan yang aku dengar jika ayah dari kakak ipar mu itu bukan anak kandung dari Alexander yang sangat terkenal itu. Lalu apa yang kamu takutkan lagi?" tanya Damian.
Dia menjelaskan pada Sean tentang apa yang mereka tau. Tidak semuanya seperti itu dan mereka yakin jika keluarga Casio adalah keluarga yang baik-baik dan mereka tidak mungkin melakukan hal itu pada Sean.
"Benarkah?"
Setelah mendengar penjelasan dari teman-temannya, Sean mulai memikirkan semuanya lagi. Dia merasa sangat bersalah sekali jika memang ketakutannya itu tidak terjadi. Tapi jika dipikir-pikir lagi, apa yang terjadi dalam hidupnya ini memang pantas di takutinya. Selain dia yang hanya anak angkat, dia juga memiliki seorang adik laki-laki yang baru saja lahir. Jadi mungkin pantas saja Sean merasakan takut seperti ini bukan?
"Maaf, karena aku tidak bisa berpikir dengan sehat. Aku hanya merasa takut jika mereka tidak menyayangiku lagi setelah apa yang mereka dapatkan. Tapi ternyata ketakutanku benar-benar membuatku semakin terpuruk."
"Tidak apa-apa. Kamu bisa meminta maaf nanti. Katakan saja pada keluargamu jika kamu bersalah. Setidaknya tidurlah pada keluargamu karena jika kamu jujur mungkin mereka bisa memaafkanmu dan aku juga yakin jika mereka pasti memaafkan kamu." jelas Jackson lagi.
Akhirnya Sean sudah memutuskan bahwa dia akan meminta maaf pada keluarganya atas apa yang telah dilakukannya. Dia akan mengatakan apa yang terjadi pada dirinya.
***
Jam mata pelajaran sudah selesai semua dan sudah saatnya mereka untuk pulang ke rumah. Namun, saat Sean sampai di rumahnya, dia sudah melihat ada Nayla dan juga keluarganya juga. Sean baru saja pulang dari sekolahnya tapi dia sudah diajak berdebat lagi oleh Nayla. Bahkan dengan tak tahu malunya, anak perempuan itu memamerkan padanya bahwa dia juga akan memiliki adik sebentar lagi.
"Sean, aku juga akan memiliki adik sebentar lagi. Bukan hanya kamu saja yang bisa memiliki adik tapi aku juga bisa memilikinya. Sekarang ibuku sedang mengandung, sebentar lagi aku akan mendapatkan adik juga seperti kamu. Aku juga akan mengalahkan kamu menjadi dokter. Kita lihat saja nanti, aku akan mengalahkan kamu dalam nilai akademi." Sean hanya menggelengkan kepalanya saja mendengar apa yang Nayla katakan. Dia tidak tau apa yang harus dia lakukan saat ini.
"Selamat!" ucap Sean langsung pergi meninggalkan Nayla begitu saja karena dia tidak ingin berdebat dengan saudarinya.
Melihat Sean yang pergi meninggalkannya begitu saja membuat Nayla merasa kesal.
"Astaga, kenapa aku bisa memiliki saudara seperti dia? Dia itu sudah seperti keluarga ayah saja, dingin dan tidak bisa di ajak bermain. Huh, dasar menyebalkan!" umpat Nayla lagi setelah di tinggalkan Sean begitu saja.
***