
"Sayang..." panggil Naura pada suaminya karena tiba-tiba saja dia menginginkan sesuatu.
Alta sedang mengerjakan pekerjaan yang tiba-tiba saja langsung menghentikan aktivitasnya saat itu juga ketika mendengar panggilan lembut dari istrinya.
Entah mengapa sekarang ini semenjak Naura mengandung perasaan atau semakin sensitif dan semakin peka terhadap sang istri. Bahkan hanya dengan sekali panggilan lembut seperti itu aja Alta langsung menghentikan pekerjaannya.
"Ya sayang, ada apa?" tanya Alta ketika melihat sang istri yang duduk di atas tempat tidur mereka.
"Mau ini." tunjuknya pada mangga yang berwarna merah.
Alta yang melihat gambar buah mangga berwarna merah ke orange dan di ponsel istrinya langsung berpikir saat itu juga. Dia seperti pernah melihat buah mangga seperti ini tapi di mana.
"Kita beli di supermarket saja oke?" ucap Alta pada istrinya.
Tapi lihat, bahkan saat ini Naura sudah menggelengkan kepalanya karena dia tidak ingin buah mangga yang belinya di supermarket.
"Lalu mau yang bagaimana sayang? aku juga tidak tahu di mana ada pohon mangga seperti ini." ucap Alta lagi karena dia masih mengingat-ingat di mana dia pernah melihat pohon mangga seperti itu. Entah mengapa rasanya dia pernah melihatnya tapi di mana.
"Ya sudah, tidak apa-apa aku mau tidur siang aja." jawab Naura yang langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur lalu menarik selimut untuk menutupi tubuhnya saat ini.
Melihat istrinya seperti itu membuat harta hanya bisa mendesah pasrah karena tidak tahu harus melakukan apalagi saat ini.
Tapi dia berusaha untuk mengatakan pada istrinya bahwa dia akan mencari buah mangga tersebut demi Naura dan juga calon anak mereka.
"Tunggu ya, aku minta tolong pada teman-temanmu dulu mana tahu mereka memiliki pohonnya. Sabar ya sayang." Alta mengosok rambut istrinya dengan lembut dan dia pergi meninggalkan Naura dengan membawa ponsel wanita itu.
Saat di ruangan kerjanya, langsung mengirimkan gambar yang Naura tunjukkan padanya tadi ke ponselnya lalu kembali mengirimkan gambar tersebut ke grup keluarga mereka.
Alta : Carikan pohon mangga berwarna merah yang ada buahnya saya ini juga, aku membutuhkannya segera!
Tulisnya di grup chat keluarga mereka. Tidak menunggu waktu lama beberapa dari mereka langsung membalas pesan darinya tapi bukannya mendapatkan jawaban dia malah mendapatkan ejekan yang sama sekali tidak dimengerti olehnya.
Sky : Akhirnya kau juga merasakan apa yang kami rasakan.
Alta sendiri cukup kaget ketika dia melihat pesan balasan dari Paman langitnya tersebut. Apa maksudnya? kenapa balasannya malah seperti mengejeknya saat ini.
Alta : Paman, aku serius.
Tulisnya lagi dan kembali mendapatkan pesan balasan dari beberapa orang di sana.
Rigel : Astaga, akhirnya ada yang ikut merasakannya dan semoga saja bukan aku yang merasakannya nanti.
Balas Rigel karena dia sudah cukup pusing dengan kehamilan Aurin, istrinya Acher sewaktu ngidam dan dia yang harus bertanggung jawab penuh karena wanita itu yang menginginkannya untuk memanjat pohon keramat keluarga klan Alexander.
Alta : Katakan apa maksud kalian semua? aku mencari pohon mangga jenis ini dan harus berbuah karena istriku menginginkannya.
Alexander : Datang ke London dan pergi ke rumah utama jika kau menginginkan mangga itu. Aku bahkan tidak berpikir untuk menebangnya karena aku ingin seluruh anak cucu keturunan ku merasakan apa yang aku rasakan dulu. Kalian semua harus merasakan bagaimana yang ku rasakan dahulu.
Alta : Al, akan pergi ke London untuk mengambil buahnya Opa. Naura sedang mengandung saat ini dan dua menginginkan mangga itu.
Acher : 😑
Brandon: 🙏🏽
Jupiter : Aku sibuk-
Namun tiba-tiba saja ada Elang yang ikut membalas pesannya dan mengirimkan sebuah foto yang membuat Alta langsung membalas pesan tersebut.
Elang : Bukan orange, tapi ungu dan rasanya jauh lebih enak. Ini ada di kebun rumah kami dan Elle sering memanennya. Aku bisa jamin jika ini jauh lebih enak dari buah mangga yang kamu kirimkan tadi.
Alta : Aku akan tanyakan pada istriku lebih dulu dan terima kasih atas infonya.
Elang : Oke.
Setelah berbalas pesan dengan keluarganya Alta langsung menghampiri istrinya yang ternyata sudah tertidur.
Dia mencoba untuk membangunkan Naura tapi merasa kasihan. Maka jadilah dia yang pergi datang ke rumah Elang dan Elle untuk mengambil mangga ungu tersebut karena informasi yang didapatnya bahwa mangga berwarna ungu itu jauh lebih enak dari mangga yang berwarna merah orange tersebut.
Saat dia sampai di sana, Elle sudah menyambutnya lebih dulu dan dia sudah dihubungi oleh suaminya jika kakak sepupunya itu akan datang untuk mencari mangga.
Awalnya Alta sedikit ragu dengan kedatangannya ke rumah ini, namun ketika dia mengingat istrinya semangatnya kembali membara dan dia harus bisa mengalahkan masa lalunya bersama Elle karena tidak ada apapun yang terjadi di antara mereka.
"Kak," panggil Elle ketika dia melihat kakak sepupunya sudah datang ke rumahnya saat ini.
"Aku datang ke sini karena suami mengatakan bahwa kalian memiliki pohon mangga yang berwarna ungu dan berwarna merah. Aku ingin melihatnya dan aku ingin meminta buahnya karena saat ini istriku sedang mengandung." ucap Alta pada Elle.
Keduanya tersenyum dan Elle juga merasakan kebahagiaan karena Alta sudah mendapatkan pasangan hidupnya dan dari apa yang dilihatnya saat ini bahwa pria itu benar-benar sangat mencintai istrinya.
"Kita pergi ke kebun saja kak. Di sana kakak bisa melihatnya secara langsung ingin buah mangga yang mana. Tapi menurut ku lebih enak yang berwarna ungu. Jika kakak takut salah ambil saja keduanya dan tunjukkan itu untuk istri kakak. Maaf, tidak bisa hadir dalam acara pernikahan kalian kemarin karena aku juga sedang mengandung saat ini. Suamiku melarang untuk pergi ke sana karena perjalanan yang sangat jauh."
"Aku memakluminya dan selamat atas kehamilan kamu. Sekarang, apa bisa kita pergi mencari mangganya?" Elle menganggukkan kepalanya dan mereka pergi ke kebun belakang rumah milik keluarga Elle dan betapa kagetnya Alta ketika dia melihat begitu banyaknya jenis buah-buahan yang tertanam di sana dan hidup dengan begitu subur.
Bukan hanya mangga saja, aneka jambu juga hidup dengan baik di tanah ini.
"Ambil saja buah mana yang kakak inginkan. Mereka akan membantu kakak untuk memetiknya." ucap Elle dan Alta langsung pergi untuk mengambil buah mangga berwarna ungu dan merah sesuai dengan keinginan istrinya.
Yang membuatnya lebih mudah adalah, pohon-pohon itu yang tidak terlalu tinggi dan dia bisa mengambilnya dengan posisi seperti ini.
Astaga, Alta menjadi kalap sendiri ketika melihat begitu banyaknya buah-buahan yang ada di sini.
Dia jadi berpikir untuk mengajak istrinya untuk datang ke tempat ini. Lagi pula Elle dan Naura itu belum mengenal secara langsung, jadi mungkin itu bukan ide yang buruk.