One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Sean Diam



Sean benar-benar merasa lelah dengan kedua wanita yang bersamanya saat ini. Dia merasa bahwa Oma Alicia terlalu bersemangat sekali untuk memberikan beberapa pakaian untuknya. Menurut Sean, itu bukan beberapa karena sudah ada begitu banyak yang terbaik yang dibawa sopir mereka ke dalam mobil lalu pilih mereka masih berlanjut lagi untuk berbelanja. Entahlah, dia tidak tahu seberapa banyak barang belanjaan yang dibeli untuknya. Tapi yang pasti Oma Alicia mengatakan bahwa itu untuknya.


"Ayo Sean, kita mau ke mana lagi sayang?" Malaysia ketika dia melihat cucunya yang terus saja diam seperti itu. Sean ini tidak banyak bicara dan terkesan sangat pendiam sekali. Sulit sekali untuk bicara dengannya dan jika pun saya mau menjawab itu hanya sebatasnya saja tidak lebih dan tidak kurang lagi.


"Tidak ada Oma, semuanya sudah ada. Apa kita bisa pulang sekarang? Mommy terlihat sangat lelah sekali." ucap Sean hingga membuat Alicia langsung melihat ke arah menantunya dan benar saja jika saat ini Jasmine sudah berkeringat. Melihat hal itu membuat alisnya langsung mengajak mereka untuk pergi ke restoran dan makan lebih. Dia ingin berurusan panjang dengan Leo karena tidak membawa.


"Ayo cepat kita makan! bisa terjadi perang dunia nanti jika Daddy kamu mengetahui jika mommy kamu belum makan. Ayo cepat!" Alicia langsung mengajak saya dan juga Jasmine untuk pergi ke restoran dan makan siang.


Tepat saat mereka sampai di restoran Leo langsung menghubungi Jasmine dan bertanya apakah wanita itu sudah makan atau belum. Jasmine sendiri langsung menjawabnya karena saat ini mereka sedang makan siang di restoran.


Tidak mungkin dia mengatakan pada suaminya jika mereka baru saja selesai duit belanja. Jika bahwa mereka baru saja selesai berbelanja itu akan menjadi masalah besar nanti ya. Masalah yang akan menjadi Boomerang bagi mereka.


"Lalu bagaimana dengan Sean? Apa dia baik-baik saja?" tanya Leo yang ingin memastikan bahwa anak dan istrinya baik-baik saja di luar sana.


"Sean, juga baik-baik saja dan dia sangat menikmatinya. Sudahlah, kami mau makan siang lebih dulu." sambungan telepon terputus dan mereka semua mulai menyantap makan siang mereka. Namun, saat mereka bertiga sedang asyik makan siang, tiba-tiba saja datang beberapa orang wanita yang sangat di hindari Alicia. Teman-teman arisan yang sudah lama ditinggalkannya kini datang menghampiri meja mereka.


"Astaga, kenapa mereka malah datang ke sini?" saat melihat tiga orang wanita yang datang menghampiri meja mereka.


"Siapa Ma?" tanya Jasmine ketika mendengar Mama mertuanya menggerutu seperti itu.


"Sudah, kamu diam saja dan jangan banyak bicara. Biarkan mama yang mengatasinya. Jangan bicara apa pun karena mama yang akan menghadapi mereka." ucap Alicia. Mereka kembali makan dan berpura-pura tidak mengetahui bahwa ada orang yang datang ikut bergabung dengan meja makan mereka saat ini.


Sean yang diam saja dan menatap datar pada wanita-wanita kaya itu. Dia ingin tahu apa yang lakukan di meja mereka.


"Hay, apa kabar Alicia? kau sudah lama tidak terlihat di dalam arisan. Apa kau sedang sibuk?" tanya salah satu dari mereka yang mulai bertanya pada Alicia tentang apa yang dilakukannya akhir-akhir ini karena tidak pernah lagi ikut arisan bersama mereka.


Tidak ada ekspresi apapun yang Sean tunjukkan, karena memang dia tidak tertarik sama sekali dengan pembicaraan tidak masuk akal. Dia mulai berpikir apakah begini cara hidup orang-orang kaya?


"Anak siapa? apa ini anak Naura?"


"Ini anaknya Leo, dan ini juga istrinya Leo. Saat ini menantuku sedang mengandung calon cucuku,"ucap Alicia yang mulai bosan dan muak. Dia mulai terlihat kesal dengan teman-temannya itu yang terus saja mempertanyakan hal-hal yang tidak penting.


"Anak Leo? bukankah istrinya Dia sudah meninggal? apa ini istri barunya?"


"Hais, jika kalian datang ke sini hanya untuk mempertanyakan hal-hal pribadi seputar keluargaku, Maka pergilah. Aku bosan berteman dengan wanita-wanita seperti kalian ini. Aku tidak suka karena kalian terlalu mencampuri urusan pribadi orang lain. Urusan yang seharusnya tidak kalian campuri!"


"Kau terlalu sombong sekali Alicia. Kami hanya bertanya apakah dia istri baru Leo atau bukan tapi kenapa kau malah menjawabnya seperti itu. Jika kau tidak menyukai kehadiran kami disini katakan saja secara langsung," ucap mereka yang mulai merasa terganggu dengan perkataan Alicia yang terkesan mengusir mereka.


"Memang! aku tidak mengundang kalian untuk datang ke mejaku dan bergabung bersama keluargaku. Mau ini istri baru Leo atau yang ini anak siapa itu bukan urusan kalian. Aku tidak pernah mengurusi urusan kalian jadi jangan pernah ikut campur dalam urusan pribadi keluargaku. Satu hal yang harus kalian tahu, jika aku keluar dari arisan itu karena aku muak dengan kalian yang selalu merasa paling memiliki segalanya. Ingat, kalian itu seroang istri dan suami kalian bekerja di luar. Kalian tidak tahu apa yang bisa sama kalian lakukan di luar sana. Maka urus aja urusan pribadi kalian masing-masing dan jangan pernah mencampuri urusan pribadi orang lain. Pastikan saja jika suami kalian tidak menyalah gunakan kebebasan kalian hingga mereka bisa bermain dengan wanita di luar sana!"


"Apa maksudmu Alicia?" tanya salah satu di antara mereka.


"Aku tidak bermaksud apapun pada kalian semua karena aku hanya ingin menyadarkan kalian, jika bisa saja suami kalian bermain wanita lain di luar sana tanpa kalian ketahui. Sekarang apapun bisa dirapatkan di luar jika mereka tidak mendapatkannya di rumah. Jangankan di luar, bahkan mungkin mereka bisa bermain dengan tema kantornya sendiri mungkin!" ucap Alicia yang membuat mereka semakin meradang dan tidak terima dengan apa yang Alicia katakan tadi. Mereka benar-benar tidak menyangka jika Alicia bisa mengatakan hal seperti itu.


"Mama, sudah," ucap Jasmine yang tidak ingin jika ibu mertuanya terlibat cekcok dengan? wanita-wanita kaya raya itu walau yang kaya juga tetap suami mereka.


"Biarkan saja. Mereka harus tahu apa yang mereka lakukan saat ini itu ada akibatnya. Menyebalkan sekali mereka!" ucap Alicia setelah teman-temannya pergi.


***