One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Piano



Naura sudah memutuskan bahwa dia akan berkunjung ke apartemen milik Alta sore ini. Dia ingin bicara langsung dengan pria itu bahwa dia siap menikah dengannya.


Seperti saat ini, Naura tengah bersiap untuk pergi ke apartemen milik Alta dengan membawa makanan untuk merek makan malam bersama nantinya.


" Kak, mau kemana?" Tanya Alicia saat melihat putrinya yang sudah bersiap dengan penampilan dirinya sore ini.


Bahkan Naura terlihat berdandan dan memakai make-up di wajahnya sore ini.


" Mau ke apartemen Gege. Naura mau minta maaf karena telah salah paham Ma." Alicia tersenyum saat mendengar bahwa putrinya ingin datang ke rumah Alta.


Setidaknya Naura terhadap pria yang berada di dekatnya. Alicia sebagai ibu, dia hanya bisa berharap bahwa putrinya mendapatkan segala sesuatu yang terbaik dalam hidupnya.


" Oh, oke. Hati-hati di jalan sayang dan sampaikan salam Mama buat Alta." Naura menganggukkan kepalanya dan tersenyum untuk Alicia.


Entah mengapa pipinya bersemu merah saat mamanya menitipkan pesan seperti itu untuk Alta. Melihat Naura yang tersenyum malu begitu membuat Alicia tertawa keras.


Dia tidak menyangka jika putrinya benar-benar jatuh cinta dan itu dengan Alat.


" Sudah sana pergi. Nanti terlalu lama di sini kamu malah semakin malu. Lihat, wajah kamu sudah merah begitu."


" Mama ihh..." Naura semakin malu di buat mamanya karena ulah sang ibu.


Akhirnya pergi ke apartemen Alta. Naura merasa karena ini adalah pertama kalinya dalam hidup dia mendatangi seorang pria dan itu ke tempat tinggalnya langsung.


Pas sekali, saat Naura sampai di apartemen Alta hari sudah gelap dan itu artinya jam makan malam tepat.


" Aku harus bisa." Ucapnya yang berusaha untuk meyakinkan dirinya sendiri.


Dia bisa melakukan ini karena bagaimanapun dia sudah sampai di sini jadi dia tidak mungkin pulang lagi ke rumahnya.


Setelah merasa bahwa dirinya siap, Naura pun hendak menekan bel pintu apartemen namun pintunya sudah lebih dulu terbuka.


Baik Naura maupun Alta keduanya sama-sama kaget karena ini di luar perkiraan mereka.


Naura melihat bahwa pria itu sudah siap dengan pakaiannya yang rapi. Apakah Alta ingin pergi keluar atau memiliki janji di luar dengan orang lain?


" Naura, sedang apa di sini?" Tanya Alta saat dia melihat bahwa Naura yang berada di depan pintu apartemen yang saat ini.


Mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Alta membuat Naura semakin yakin bahwa pria ini akan pergi dan mungkin memiliki acara lain di luar. Itu langsung menghancurkan angannya yang sejak tadi dipikirkan di dal mobil.


" Apa Gege memiliki janji di luar? jika begitu aku pulang saja." Naura sudah bersiap untuk pergi namun tangan Alta langsung mencegahnya.


" Kenapa mau pulang?" Tanya Alta yang merasa aneh karena Naura ingin pergi dari apartemennya.


" Gege ada acara di luar jadi aku tidak ingin mengganggunya. Lagi pula Gege sudah berpakaian seperti ini." Ucap Naura dengan suara lembutnya.


Dia bicara bahkan tidak berani melihat ke wajah Alta saat ini.


Naura sendiri melihat ke arah Alta dengan wajah kecewa miliknya. Dia berpikir bahwa Alta ingin pergi menemui seseorang di luar sana tanpa diketahui olehnya bahwa Alta berpakaian seperti itu karena ingin mengajaknya pergi makan malam di luar.


" Aku awalnya memang ingin pergi. Tapi wanita yang ingin kau ajak pergi sudah lebih dulu datang menghampiriku di rumahku. Jadi apalagi aku pergi keluar?" Ujar Alta.


Naura masih berpikir apa maksud dari perkataan Alta barusan.


" Awalnya aku ingin pergi mengajak kamu makan malam. Aku sudah berpakaian seperti ini namun karena kamu sudah datang kemari dan sepertinya juga membawa makanan jadi ayo kita makan malam di rumahku. Itu jika kamu tidak keberatan."


" Apa benar ingin makan malam dengan ku?" Alta tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


" Benar, jadi ayo masuk." Alta langsung menarik tangan Naura untuk masuk ke dalam tempat tinggalnya .


Ini adalah pertama kalinya Naura masuk ke rumah seorang pria. Dia melihat interior kediaman calon suami dan menurutnya ini sangat luar biasa.


Terkesan sangat maskulin karena di dominasi dengan warna hitam dan abu-abu.


" Apa yang kamu bawa?" Tanya Alta ketika mereka sudah sampai di ruang makan.


Naura sendiri langsung membuka box makanan yang dibawanya. Satu persatu menu makan malam mereka sudah terlihat di mata Alta dan beberapa di antaranya adalah kesukaannya.


" Seafood?" tanya Alta pada Naura yang terlihat mengentikan kegiatannya yang menata makanan di meja makan.


" Apa Gege tidak suka seafood?"


" Aku bahkan bisa mengabiskan dua kilo udang dengan sekali makan. Hanya saja jika menjadi istri ku nanti, tolong jauhkan olahan kacang dari meja makan kita. Aku alergi Sagala macam kacang." Pipi Naura bersemu merah saat Alta mengatakan istri untuk dirinya.


" Sudah ayo makan. Semakin lama Gege semakin melantur." Ucap Naura.


Akhirnya mereka makan bersama di meja makan. Makan malam kali ini terasa sangat berbeda karena Alta di temani oleh Naura.


" Biar aku bereskan lebih dulu."


" Aku akan membantumu." Ucap Alta.


Mereka berdua untuk membereskan bekas makan malamnya.


" Aku akan mengajak mu bermain piano." Naura menggelengkan kepalanya karena dia tidak bisa bermain piano.


" Jika begitu biar aku yang bermain dan kau yang akan melihatnya." Naura ikut bersama Alta karena dia akan melihat pria itu akan bermain sebuah lagu untuknya.



Alta tersenyum pada Naura sebelum di memainkan sebuah lagu untuknya. Sungguh, senyuman Alta sangat indah menurut Naura dan itu sangat luar biasa.


...****************...