
Semalaman suntuk, Leo tidak bisa tidur karena terus saja memikirkan Jasmine yang terlihat sangat marah dan sakit hati dengannya. Jika tidak sakit hati pria itu tidak akan mungkin melakukan itu padanya.
Pagi ini dia juga masih saja terpikir tentang kejadian kemarin yang membuatnya tidak bisa tidur walau hanya untuk memejamkan kedua kelopak matanya walau sekejap.
"Hah, segera bangun dan pergi ke perusahaan. Setidaknya aku harus mengatakan maaf padanya atas apa yang telah aku lakukan. Lagi pulang aku sudah berjanji pada Mama bahwa aku tidak akan pernah menyakiti hati wanita manapun di luar sana karena aku terlahir dari rahim seorang wanita. Astaga, aku udah biar tidak percaya dengan ini bahwa aku tidak bisa tidur hanya karena memikirkan seorang wanita. Entahlah," ucapnya yang langsung turun dari atas tempat tidurnya menuju kamar mandi. Di dalam kamar mandinya pun Leo terus saja memikirkan bagaimana perasaan Jasmine yang telah begitu banyak disakitinya.
Benar penjas mencatatkan bahwa mereka tidak sedekah itu jadi Leo tidak berhak mengatakan apapun tentang dirinya terlepas mau dia wanita malam atau bukan itu bukan urusan Leo sama sekali.
"Ya, aku harus benar-benar meminta maaf padanya dan berjanji tidak akan melakukan hal itu lagi. Setidaknya aku bisa tidur dengan tenang setelah mengatakan hal itu padanya." ucap Leo dengan penuh keyakinan karena memang seperti itulah dunia. Dia tidak akan pernah bisa tidur jika berbuat kesalahan pada seseorang dan itu terjadi lagi padanya setelah dia mengatakan hal yang tidak pantas pada Jasmine. Sejak memang seperti itu dia akan selalu dihantui rasa bersalah ketika berbuat kesalahan pada orang dan itu terbawa hingga saat ini.
Saat sampai di bawah, Leo para pelayan karena dia mengatakan bahwa dia tidak akan sarapan di rumah pagi ini. Dia harus cepat sampai di kantor karena dia tahu bahwa Jasmine akan datang lebih pagi dari karyawan lainnya.
Benar dugaannya, bahwa Jasmine akan datang ambil dulu daripada karyawan lainnya karena dia pasti ingin menghindarinya. Tapi semua tidak terjadi karena Leo sudah menduganya lebih dulu hingga membuat mereka bisa bertemu pagi ini.
"Kita harus bicara sekarang!" ucap Leo dengan penuh perintah.
Sementara Jasmine sendiri sama saya tidak mempedulikan apa yang Leo katakan bahkan tidak melihat ke arah pria itu sedikitpun karena dia sudah terlalu kesal dengan apa yang dilakukannya.
"Jasmine!" sentak Leo dengan sengaja menarik tangan wanita itu agar mau berhenti berjalan dan bicara dengannya.
Sontak saja apa yang Leo lakukan pada Jasmine saat ini menjadi pusat perhatian banyak orang karena memang sudah ada beberapa karyawan yang datang dan melihat apa yang terjadi pada keduanya saat ini.
"Lepas," pinta Jasmine dengan sangat pada Leo agar mau melepaskan lengannya.
Mengetahui bahwa mereka menjadi pusat perhatian banyak orang saat ini membuat Leo langsung melepaskan lengan Jasmine begitu saja ketika melihat tidak ada respon apapun dari wanita itu.
"Kau tidak akan pernah lepas dariku!" ucap Leo penuh dengan penekanan.
Dia langsung pergi meninggalkannya begitu saja untuk masuk ke ruangan kerjanya.
Sedangkan Jasmine sendiri dia harus kembali menguatkan dirinya agar tidak terpengaruh dengan tatapan intimidasi dari mereka yang ingin mengetahui apa yang terjadi sebenarnya dengan mereka berdua.
Jasmine terlihat menarik nafasnya dalam-dalam sebelum menghembuskannya secara perlahan dan memulai semua pekerjaannya hari ini.
Brak!
"Bisa-bisanya dia menolakku seperti itu. Memangnya siapa dia?" tanya Leo yang merasa kesal dengan Jasmine yang telah menolaknya seperti itu.
Tapi lihat, dia sekarang sudah seperti orang gila yang baru saja di tolak cintanya.
"Oh God! tidak percaya ini bahwa aku diabaikan begitu saja oleh wanita itu. Luar biasa sekali dia!" umpatnya yang merasa kesal karena Jasmine mereka menjadi pusat perhatian banyak orang. Entahlah, harus apalagi yang dilakukannya agar dia bisa meminta maaf pada wanita itu.
"Aahhkk..." Leo berteriak sambil mengecat rambutnya karena merasa frustasi. Dia merasa bahwa pekerjaannya berantakan karena memikirkan tentang Jasmine.
Pesona wanita itu membuatnya tidak bisa menunda waktu lagi.
Di saat Leo rasa frustasi dengan keadaan yang saat ini begitu juga yang dirasakan Jasmine di dapur kantin. Dia menjadi bahan perbincangan banyak orang apalagi teman-teman yang bertanya sebenarnya apa yang terjadi antara dirinya dan juga anak pemilik perusahaan ini.
Mereka sangat penasaran kenapa bisa anak pemilik perusahaan bisa mengejarnya seperti itu jangan sampai memegang tangannya karena yang mereka ketahui adalah bahwa Leo anak dari pemilik perusahaan itu sama sekali tidak tertarik dengan orang-orang di sekitar dan hanya pria bernama Joe yang berkulit hitam itulah yang menjadi temannya.
"Tidak ada yang terjadi di antara kami. Hanya saja memang ada kesalahpahaman di antara kami berdua. Dia mengatakan ingin bicara padaku tapi aku menolaknya karena ini sudah masuk jam kerja bukan?" alibinya. Jasmine berharap apa yang dikatakan tidak dijelaskan ya ini bisa diterima dengan teman-temannya. Dia hanya ingin bekerja dengan baik dan tidak mengganggu siapapun dan tidak diganggu oleh siapapun maka jika pun dia bisa memiliki waktu untuk bicara dengan Leo nanti dia akan berbicara bahwa jangan pernah mengganggunya lagi.
Baru saja dia mengatakan hal itu dalam hatinya tiba-tiba saja pria yang dipikirkan yang tadi sudah sampai di dekat mereka saat ini.
Melihat anak dari pemilik perusahaan datang ke dapur kantin membuat mereka langsung membubarkan diri dan kembali bekerja pada bidang yang masing-masing.
Begitu juga dengan Jasmine, tapi semua itu tidak berlaku bagimu karena dia langsung menarik tangan wanita itu begitu saja keluar dari dapur dan membawanya untuk bicara.
"Tuan, tolong lepaskan tangan saya. Saya masih banyak pekerjaan di belakang jadi tolong hentikan semua ini." pinta Jasmine.
"Tidak sebelum aku bicara!" jawab Leo dengan ketus sambil terus membawa Jasmine pergi ke rooftop gedung megah ini.
"Ahk..." Jasmine merasa kesakitan ketika tangannya dihempaskan begitu saja oleh Leo saat mereka sudah sampai di tempat ini.
"Apa maksudmu membuatku seperti ini?" tanya leo pada Jasmine karena dia merasa terganggu sekali dengan pikirannya saat ini.
"Anda keliru tuan Leonard, karena saya tidak pernah melakukan apapun pada diri anda tidak sekalipun. Seharusnya saya yang bertanya hal seperti itu pada anda karena anda lah yang telah membuat saya mengalami kesulitan dalam bekerja. Andai melakukan hal itu tadi mungkin saya bisa bekerja dengan baik hari ini. Tapi lihat, apa yang anda lakukan benar-benar membuat hari saya kacau begitu juga dengan pekerjaan saya!" jawab Jasmine tanpa rasa takut sedikitpun.