
Leo benar-benar akan melakukannya malam ini. Setelah merasa bahwa Jasmine sudah baik-baik saja dia akan melakukan semua itu. Hubungan mereka harus lanjut ke tahan yang lebih tinggi lagi. Lagi pula itu haknya sebagai seorang suami dan dia akan meminta hak itu pada Jasmine.
"Hah, aku harus melakukannya malam ini juga! Aku tidak ingin terus-terusan di tanya soal cucu oleh mama. Aku harus membuat Jasmine mengandung anakku secepatnya!" Leo sudah bertekad untuk melakukannya sekarang. Apa pun yang terjadi dia harus melakukan semuanya sekarang juga.
Sebelum masuk ke dalam kamarnya, Leo menarik nafas yang dalam-dalam sebelum menekan kenop pintunya. "Hah! Aku bisa. Aku pernah melakukannya, jadi ini bisa menjalankan dengan begitu mudah," ucapnya lagi sebelum masuk ke dalam kamar.
Ceklek...
"Leo ..." panggil Jasmine pada suaminya hingga membuat pria yang baru saja masuk ke dalam kamar mereka langsung terdiam di tempatnya. Ya, Leo berdiri di tempatnya saat ini dan tidak bisa menggerakkan kedua kakinya ketika melihat penampilan Jasmine malam ini.
"Leo, apa ini cocok untukku? Mama Alicia yang mengirimkan ini untukku, katanya-hemph ..." bibir Jasmine langsung di bungkam begitu saja oleh Leo dan dia tidak lagi diberikan kesempatan untuk bicara. Leo sudah tidak lagi bisa menahan hasratnya ketika melihat penampilan istrinya. Jasmine benar-benar sangat seksi dengan pakaian dinas malamnya. Seksi, cantik dan menggairahkan hingga membuat Leo langsung lupa diri saat itu juga. Keduanya saling berciuman panas, ******* bibir satu sama lain untuk merealisasikan apa yang mereka pikirkan sejak tadi. Leo dengan segala pemikiran mesumnya terhadap Jasmine, dan Jasmine dengan segala pemikirannya untuk memberikan hadiah terindah ini untuk Leo. Jasmine memukul dada Leo saat dia merasakan pasokan udara di paru-paru nya semakin menipis dan dia hampir saja kehabisan nafas. Leo melepaskan tautan bibir keduanya hingga membuat Jasmine menghirup udara secara rakus.
"Kenapa lama sekali? aku hampir saja kehabisan nafas gara-gara ciuman seperti ini saja. Lagi pula bagaimana bisa kamu berciuman selama ini?" tanya Jasmine yang benar-benar tidak percaya dengan semua ini.
"First kiss?" tanya Leo penasaran. Dia benar-benar berharap bahwa ini adalah ciuman pertama Jasmine dan dia yang mendapatkannya. Tapi jika memang ini bukan yang pertama itu tidak masalah baginya karena dia pun sudah tidak menjadi yang pertama bagi Jasmine.
"Ya, kamu yang pertama," jawab Jasmine hingga membuat Leo langsung berteriak saat itu juga.
"Yes! aku yang pertama bagimu. Sekarang ayo kita lakukan lagi!"
"Tapi-" Leo kembali melancarkan aksinya dan dia kembali mencium bibir Jasmine. Perlahan-lahan ciuman itu turun ke bagian lehernya hingga membuat Jasmine mulai mendesah merasakan perasaan yang aneh dalam dirinya. Sesuatu yang belum pernah di rasakan olehnya sebelum ini.
"Leo...," panggil Jasmine dengan suara yang terdengar lembut di sertai ******* kecil dari bibir mungil wanita itu. Leo yang masih asyik dengan kegiatannya saat ini hanya menjawabnya dengan suara bergumam saja.
"Hem...," jawabnya yang terus fokus pada kegiatannya saat ini hingga Jasmine tiba-tiba saja menjerit saat merasakan batang lehernya di gigit oleh Leo.
"Auh...," desah Jasmine ketika merasa perih di bagian lehernya. Dia tidak tau apa yang terjadi pada dirinya saat ini, tapi yang pasti semua ini akan berlanjut nantinya.
...****************...