
Keesokan harinya, Claudia perusahaan tempat di mana Leo bekerja saat ini. Dia benar-benar ingin membicarakan semua hal tentang perjodohan yang dilakukan kedua orang tua mereka.
Claudia sendiri tidak ingin menjalani pernikahan tanpa cinta karena semuanya akan percuma dan sia-sia saja. Banyak hati yang akan tersakiti nantinya jika mereka tidak saling mencintai.
Brak!
"Lakukan dengan lembut Di, kamu itu seorang wanita yang sebentar lagi kamu juga akan menjadi istriku jadi tolong bersikap lembut terhadap calon suamimu sendiri dan jangan merusak properti apapun yang ada di tempat kerja calon suamimu karena tempat ini dan gedung ini adalah tempat di mana aku bisa menghasilkan banyak uang untukmu nantinya."
Brak!
Claudia kembali berulah dan kali ini dia menggebrak meja kerja pria yang tengah menatap laptopnya dengan serius tapi bibirnya bisa mengatakan hal dengan begitu mudah.
"Apa kamu sadar dengan apa yang kamu katakan ini Leo?" tanya Claudia yang masih tidak percaya Leo, karena dengan mudahnya mengatakan hal yang masih belum bisa dicerna olehnya.
Perjodohan ini sangat tidak masuk akal baginya, Claudia sendiri tidak ingin menerima perjodohan ini hanya karena Leo kasihan padanya.
Tatapan Leo teralihkan dari laptopnya hingga kini menatap penuh arti pada Claudia yang berada di depannya saat ini.
"Apa kau pikir aku saat ini sedang bercanda Di? lihat mataku dan artikan sendiri apakah aku bercanda atau tidak." Claudia tidak berani menatap mata Leo dan lebih memilih mengalihkan pandangannya.
Dia memilih duduk di depan meja kerja pria itu dan menyembunyikan wajahnya di lipatan kedua tangannya yang berada di atas meja kerja Leo.
"Kita akan bertunangan lalu menikah Claudia, jadi jangan pikirkan apa pun lagi oke. Aku akan menikahimu dan aku berjanji bahwa aku akan selalu setia padamu. Jika kamu mempertanyakan soal cinta di antara kita berdua biarlah perasaan itu tumbuh seiring dengan berjalannya waktu. Sekarang pergi habiskan waktumu dengan berbelanja di luar sana . Habiskan uangku sebanyak yang kau mau." Leo mengusap puncak kepala Claudia dengan begitu lembut dan penuh kasih sayang.
Dia memberikan kartu kredit miliknya untuk di gunakan oleh Claudia.
Mendengar apa yang Leo katakan membuat Jasmine yang mendengar semua itu hanya bisa berdiri kaku. Entah mengapa perasaannya semakin tidak nyaman. Apalagi ketika mendengar bahwa pria yang diam-diam disukai oleh yang akan berkurang dan menikahi wanita lain. Jika ditanya apa hatinya sakit maka jawabannya sangat sakit.
Jasmine benar-benar merasa sakit ketika mendengar semua pernyataan itu yang keluar dari bibir Leo sendiri.
Sadar akan ada seseorang yang terus saja menatap ke arah mereka membuat Leo langsung mengalihkan pandangannya dan benar saja karena di sana dia bisa melihat bahwa Jasmine berdiri tepat di depan pintu masuk ke ruangan kerjanya yang tidak tertutup sama sekali akibat ulah dari Claudia.
Begitu juga dengan Claudia, merasa usapan di kepalanya berhenti membuatnya langsung melihat ke arah Leo yang kini juga tengah menatap ke depan.
"Astaga, kamu mendengar apa yang kami katakan tadi?" tanya Claudia yang meras sangat malu sekali dengan kenyataan ini. Kenyataan bahwa percakapan mereka tadi didengar langsung oleh orang lain dan itu sekretarisnya Leo sendiri.
"Maaf, saya tidak bermaksud untuk mendengarkan apapun pembicaraan tuan dan nona muda. Saya datang kemari untuk memberikan berkas ini agar segera ditandatangani oleh tuan Leo dan kembali membawanya pergi. Tapi ketika sampai di sini saya melihat bahwa pintu ruangan kerja tuan beliau terbuka dengan lebar saya pikir ada sesuatu terjadi di dalam tapi kenyataannya tidak seperti itu." jawab Jasmine dengan jujur karena memang itu yang ada di pikirannya saat.
"Berikan berkasnya dan aku akan segera menandatanganinya untukmu." Jasmine berjalan ke arah Leo sementara Claudia sendiri menatap wanita itu dengan tatapan malunya.
Dia benar-benar sangat malu jika wanita ini memang mendengar semua percakapan mereka tadi apalagi ketika beliau mengatakan bahwa mereka akan menjalani pernikahan tanpa cinta karena cinta itu bisa tumbuh dengan seiring berjalannya waktu.
"Apa kamu mendengar semuanya?" Jasmine hanya bisa menganggukkan kepalanya saja karena melewati apa tegar semuanya.
"Lupakan semua yang kamu dengar karena itu tidak benar sama sekali. Aku dan buatmu ini tidak akan pernah bertunangan dan menikah. Jadi luapkan itu." pinta Claudia pada Jasmine karena memang dia tidak pernah berpikir bahwa dia akan menikah dengan Leo.
"Saya mendengarnya dan saya tidak akan mengingatnya lagi, bahkan jika nona meminta padaku untuk melupakan semuanya maka aku akan berusaha untuk menghapuskannya dari ingatan. Jadi mana tidak perlu merasa bersalah." jawab Jasmine yang sesekali mencuri pandang ke arah yang dikasih ibu menandatangani berkasnya.
Leo sendiri bukan tidak mengetahui jika Jasmine diam-diam memperhatikannya tapi dia sengaja tidak memperdulikan semua itu karena memang dia tidak peduli. Terserah wanita itu akan melakukan apa tapi yang pasti dia memang Claudia walau wanita itu mengatakan bahwa dia tidak mencintainya.
"Sudah, apa ada yang harus aku kerjakan lagi?" tanya Leo sambil mengulurkan tangannya yang memegang berkas Jasmine tadi.
Sementara wanita itu hanya bisa menggelengkan kepalanya saja karena memang untuk saat ini tidak ada lagi pekerjaan yang harus dikerjakan Leo.
"Jika begitu kembali ke ruangan kerjamu dan satu jam lagi kita akan ada meeting di De'Lux Young Gout. Siapkan materinya dan kita akan berangkat setengah jam lagi." jelas Leo dan Jasmine pun menganggukkan kepalanya karena dia juga mengetahui perihal meeting siang ini.
"Baik, saya permisi tuan." pamitnya pergi meninggalkan ruangan kerja Leo dan menutupnya kembali.
Setelah Jasmine pergi, Leo kembali melanjutkan pekerjaannya sebelum dia pergi untuk menghadiri meeting siang ini dan membiarkan Claudia yang terus saja menatap tajam ke arahnya.
"Ayolah Leo, yang mempermainkan pernikahan karena itu adalah ikatan suci. Aku tidak ingin melangsungkan pernikahannya tanpa adanya cinta di antara kita." Leo kembali menghentikan pekerjaannya karena dia ingin bicara serius dengan Claudia saat ini.
"Sekarang jelaskan padaku apa definisi cinta yang sesungguhnya menurutmu. Jika kamu bisa memberikan definisi cinta yang sesungguhnya versimu maka aku akan membatalkan semua rencana pertunangan dan pernikahan kita berdua. Tapi jika kau tidak bisa menjelaskan di dalam waktu 2 menit maka semuanya selesai dan pertunangan kita akan tetap terjadi." Claudia sendiri terdiam karena dia bingung harus mengatakan dan menjelaskan apa pada pria keras kepala ini.
Lagi pula bagaimana bisa dia memiliki otak secerdas itu hingga membuatnya tidak bisa berkutik seperti ini. Merasa bahwa dirinya semakin terpojok membuat kalau dia langsung mengambil kartu kredit milik Leo dan pergi meninggalkan pria itu.
Setidaknya dia bisa keluar dan menghabiskan waktunya sendirian tanpa harus memikirkan hal-hal seperti ini lagi.
...****************...
Nb : Jangan lupa cari karya aku yang judulnya My Sweet Sugar Daddy di lapak bang pijo ya 🙏🏽
Aku tunggu kehadiran kalian semua 🤭