One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
Pelajaran



Karena merasa wajahnya sangat berantakan alis yang memilih pergi untuk ke kamar mandi.


Dia pergi ke kamar mandi untuk membenarkan riasan wajah yang terlihat berantakan karena terlalu banyak menangis.


Bagaimana dia tidak menangis jika melihat putrinya dan mendapatkan prestasi terbaik seperti itu.


Alicia benar-benar merasa bangga dengan pencapaian putrinya.


" Lihat, dia hanya seorang ibu tiri tapi sosok menjadi pusat perhatian karena bisa menjadi ibu sambung yang baik untuk siswi berprestasi itu. Aku rasa tidak seharusnya kita membicarakannya." Ucap salah satu wanita yang merasa tidak enak menceritakan keburukan seseorang di sini.


" Tetap saja, dia pasti perusak rumah tangga orang hingga membuat artis terkenal itu bercerai dengan suaminya. Bahkan hingga saat ini kematiannya pun masih dirahasiakan. Mungkin kematian aktris terkenal itu karena sakit hati dengan tingkah suaminya. Apalagi suaminya yang ketahuan berselingkuh dan menikah lagi dengan wanita itu. Kita kan tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya." Ucap seorang wanita satu lagi yang terus saja menggosok mereka untuk bergosip.


Tidak tahan mendengar semua ocehan mereka itu membuat Alicia langsung keluar dari bilik kamar mandi dan menghampiri mereka bertiga di sana.


" Permisi, seperti yang anda katakan tadi nyonya. Kalian tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya jadi jangan berbicara seenak jidat anda. Anda dan kalian semua tidak mengetahui apa yang terjadi sebenarnya dalam rumah tangga apa jadi jangan pernah membandingkan diriku dengan wanita yang sudah tenang di alam sana. Jika pun aku mengatakan pada anda bahwa wanita itu yang bersalah apa kalian percaya? tidak bukan? jadi urusi saja rumah tangga kalian dengan benar dan jangan sampai suami-suami kalian mencari wanita di luar sana karena lelah dengan sikap kalian yang seperti ini. Terkadang para pria lebih cenderung mencari ketenangan di luar rumah daripada di dalam rumah. Jadi berdoa saja semoga kalian tidak merasakan apa yang kalian ucapkan tadi." Ucap Alicia yang merasa jengah dengan pembicaraan tidak masuk akal itu.


Dia langsung pergi meninggalkan mereka semua yang berada di sana karena sudah terlalu muak dengan semua pembicaraan itu.


Saat dia kembali, kedua anak yang beserta suaminya sudah menunggunya di depan parkiran halaman sekolah.


" Mama, are you okay? apa mama baik-baik saja?" Tanya Naura yang merasa khawatir dengan mamanya karena sejak tadi tidak keluar dari kamar mandi.


Baru saya dia hendak menyusul tapi wanita itu sudah keluar dan berada di depan mereka saat ini.


" It's oke sayang. Mama baik-baik saja, kamu tidak perlu khawatir." Ucap Alicia.


Dia memang benar baik-baik saja karena tidak mungkin mereka berani melakukan hal buruk padanya.


" Benar kata Mama kamu sayang bahwa dia akan baik-baik saja. Lagi pula siapa yang berani menyakiti Mama kamu? jika pun ada orang yang berani menyakiti Mama kamu maka dia akan membalasnya. Tidak mungkin jika Mama kamu diam saja seperti itu, karena rasanya sangat mustahil jika Mama kamu membiarkan dirinya direndahkan oleh orang lain."


Mereka perempuan langsung menuju ke restoran tempat di mana mereka akan makan siang.


Hari ini, Alicia dan seluruh keluarganya benar-benar merasa bangga atas pencapaian yang didapatkan Naura.


Sebentar lagi gadis kecilnya memasuki jenjang sekolah yang lebih tinggi lagi. Mereka semua harus mempersiapkan keperluan untuknya.


" Kapan Leo akan sekolah? Leo juga ingin pintar seperti kakak. Kenapa hanya kakak yang boleh sekolah tapi tidak dengan Leo?" Tanya bocah umur 3 tahun itu.


Bagaimana cara mereka menjelaskannya pada Leo bukan mereka tidak ingin Leo sekolah tapi belum waktunya.


Jika pun mereka memilih untuk menyekolahkan Leo saat ini maka semuanya akan berantakan.


Leo itu sangat aktif dan tidak bisa diurus, bagaimana jadinya jika mereka mengurus Leo di sekolah? saya bisa gurunya mati berdiri menghadapi bocah itu.


" Kamu masih kecil Leo jadi jangan berpikir sekolah dulu. Makan dulu dengan benar baru boleh sekolah." Jawab Alicia pada putranya.


Mendengar jawaban dari mamanya membuat Leo membuang pandangannya ke arah lain karena tidak ingin melihat wanita itu.


" Mama menyebalkan!"


" Ya sudah, biar mama pergi saja. Lagi pulang untuk apa Mama di rumah anak mama sendiri tidak menyayangi mamanya."


" Jangan! pokoknya mama tidak boleh pergi. Jika Mama pergi makan Leo juga akan ikut." Ucap putra kecilnya itu.


Ancaman Alicia selalu tepat sasaran. Dia selalu bisa mengancam putranya hanya dengan sekali ucapan saja dan langsung membuat Leo kembali perbaikan dengan dirinya.


...****************...