
" Jika boleh aku bertanya siapa kalian? ada apa datang ke rumahku dan atas kunjungan siapa?" Tanya tuan Emir ayahnya Gabriella.
Sebagai orang tua dia juga tahu bahwa putrinya itu sudah keterlaluan tapi jika membiarkan Gabriella kesulitan dia juga tidak akan mungkin membiarkannya.
" Kami datang atas utusan dari Tuan Prince Alta King Alexander Guero. Beliau mengatakan bahwa Putri Anda harus meminta maaf atas apa yang telah dia lakukan terhadap calon istrinya. Naura Casio, wanita yang sudah terluka karena ulah Putri anda." Tuan Emir ntar dulu lemas di sofanya.
Begitu juga dengan Gabriella. Dia mulai merasa panik saat mendapat utusan dari pria yang disukainya. Apalagi mereka mengatakan bahwa Naura adalah calon istri dari Prince Alta King Alexander Guero.
Dia hanya mengetahui bahwa pria itu adalah pria yang dekat dengan Naura. Tapi dia tidak tahu siapa keluarga besar di balik nama yang disandang pria itu.
Sementara Tuan Emir sendiri dia mengetahui siapa keluarga besar dari bos orang-orang yang datang ke rumahnya.
Klan Alexander, penguasa jagad Eropa tidak bisa di tandingi lagi. Seluruh keturunannya benar-benar adalah keturunan yang luar biasa.
Tidak hanya keturunan langsungnya saja, tapi para menantunya juga adalah keluarga yang sangat luar biasa. Salah satunya adalah Brandon yang memiliki bisnis besar di Jerman dan juga Belanda.
Belum lagi cucunya yang saat ini menetap di kota Paris sebagai raja bisnis otomotif.
Axelo Rigel Sky Alexander Guero. Sungguh, memikirkan nama-nama itu saja sudah membuat kepala tuan Emir berdenyut nyeri.
Entah bagaimana nasib mereka kedepannya jika seperti ini terus.
" Jika bisa, tolong hubungi tuan kalian karena aku ingin bicara dengannya. Aku ingin meminta maaf langsung atas kelakuan putriku terhadap calon istrinya. Aku mohon, biar aku yang mengurus putriku dan aku sendiri yang akan mengajarinya bagaimana cara bersikap sopan santun terhadap orang lain." Ucap tuan Emir.
" Ayah tidak perlu meminta maaf kesalahanku. Lagi pula aku tidak bersalah dan Naura pantas mendapatkannya. Dia pantas mendapatkan apa yang seharusnya dia dapatkan."
" Aku bilang diam Gabriella!" Tuan Emir kembali menyentak putrinya karena dia tidak bisa lagi mengontrol emosinya saat ini. Apalagi saat melihat istrinya yang terlihat diam saja dengan tingkah laku Putri yang seperti itu.
Tidak tahukah mereka jika saat ini kehidupan mereka sedang berada di ujung tanduk? salah seorang utusan dari klan Alexander sudah datang ke rumah mereka dan itu artinya kehancuran sudah ada di depan mata. Belum lagi jika keluarga Naura sendiri yang datang?
Leon adalah salah satu kota ini, dia memiliki jaringan bisnis yang luas. Jika di bandingkan dengan Leon mungkin Tuan Emir masih sanggup bersaing, tapi jika sudah bersaing dengan klan Alexander itu sama saja mereka mencari mati dan menggali kuburan mereka sendiri.
Entahlah, rasanya kepala tuan Emir benar-benar ingin meledak saat ini juga.
" Pergi dari sini dan bawa putri mu masuk ke dalam kamarnya sebelum kesabaran ku habis Isabella."
" Tidak! Gaby tidak ingin masuk ke kamar." Jawabnya yang masih berani karena dia tidak tau siapa yang di hadapinya saat ini.
" Bagus jika kamu tidak ingin masuk karena aku bisa dengan jelas melihat siapa yang telah berani menyakiti putri ku." Suara siapa lagi yang datang ke rumahnya ini?
Betapa kagetnya tuan Emir saat melihat siapa lagi yang datang ke rumahnya. Itu adalah Leon dan juga Alicia. Sungguh, bagaimana lagi dia menghadapi mereka saat ini.
Dia sudah benar-benar frustasi dan tidak tahu harus melakukan apa. Semuanya sudah hancur dan tidak bisa lagi di perbaiki.
Alicia datang ke arah mereka dan melewati tuan umur begitu saja hingga dia sampai di depan Gabriella. Betapa kagetnya mereka saat melihat Gabriella yang mendapatkan satu buah tamparan keras dari Alicia.
Plak!
" Aahhkk...Ibu..." Teriak Gabriella yang merasakan kesakitan saat dapatkan satu buah tamparan keras dari wanita yang diketahuinya adalah Mamanya Naura.
Seorang pemilik butik ternama dan beberapa brand fashion terbaik di kota mereka.
" Kau, berani sekali kau menyentuh putriku dan melukainya. Apa kau tahu apa yang kau lakukan itu berakibat buruk bagi putriku? kau bahkan mencakar wajahnya dan meninggalkan bekas luka di kulit yang bahkan nyamuk saja pun tidak pernah menyentuhnya. Akan ku tunjukkan padamu bagaimana cara bermain dengan seorang wanita seimbang dengan mu. Kau bukan lawan yang seimbang bagi Naura karena dia tidak akan mungkin berani menyakiti wanita lain karena dia adalah seorang wanita yang lembut. Dari mana aku harus memulainya? apa aku harus memulainya dengan rambutmu itu? bagaimana jika aku menjambak rambutmu hingga rontok. Atau mencakar wajahmu dengan kuku indah ku ini? apa ingin mencobanya?" Tanya Alicia yang sudah tidak lagi bisa menahan amarah dan emosinya ketika dia bertemu dengan Gabriella.
Apalagi ketika melihat wajah sombong dari wanita muda itu. Sungguh, ke dinding agar dia tahu apa yang telah dilakukan terhadap Naura itu adalah sebuah kekerasan.
" Siapa kau mengatakan hal itu terhadap putriku. Lihat, bibir yang berdarah karena mau." Isabella marah marah dengan apa yang telah Alicia lakukan pada putrinya.
" Kau mengatakan bahwa putrimu terluka dan kau marah. Lalu bagaimana dengan perasaanku hah? aku melihat putriku pulang dengan wajah yang babak belur dan menangis. Apa kau tahu betapa hancurnya hatiku? aku membesarkannya dengan kedua tanganku sendiri dan aku bahkan tidak pernah membiarkan nyamuk menyentuh kulitnya. Lalu bagaimana bisa Putri memalukan putriku hingga seperti itu. Kau seorang ibu dan kau tidak terima putri mu disakiti lalu bagaimana dengan diriku? hati ku hancur saat melihat putriku menangis dan wajahnya terluka. Seharusnya kau tau itu!" Teriak Alicia.
Dirinya sudah seperti kerasukan. Dia bisa lagi mengontrol emosinya. Alicia wajah wanita itu, dan memberikannya pelajaran atas apa yang telah dilakukannya terhadap Naura.
...****************...