
Jasmine benar-benar merasa gugup ketika dia itu sudah sampai di rumah keluarganya Claudia. Dia bahkan sampai meremas tangan Leo ketika pria itu mengajarkan untuk keluar dari dalam mobil.
"Percayalah Jasmine, kita bisa melewati ini semua dengan baik. Kamu yang meminta padaku untuk membawamu datang ke rumah Claudia dan meminta restu kepada orang tuanya bukan, maka aku berjanji padamu bahwa kita akan menghadapi semuanya bersama. Aku akan selalu bersamamu untuk menghadapi semua ini dan melewatinya. Sekarang ayo turun," ajak Leo pada Jasmine.
Mereka berdua keluar dari dalam mobilnya dan masuk ke dalam rumah Claudia, rumah yang sudah berapa bulan ini tidak didatangi olehnya. Beharap bahwa semuanya akan baik-baik saja setelah ini karena dia juga merasakan apa yang Jasmine rasakan tapi dia tidak mungkin mengatakan pada wanita itu jika dia merasakan ketakutan yang sama seperti yang dirasakannya.
"Ayo," mereka berdua masuk ke dalam rumah keluarga besar Claudia dan Leo tidak sekalipun melepaskan genggaman tangan Jasmin walau wanita itu ingin melepaskannya.
"Tetap pegang tanganku dan jangan pernah melepaskannya." ucap Leo yang membuat Jasmine tidak jadi melakukan semua itu.
Mereka berdua masuk dan sudah melihat bahwa kedua orang tua Jasmine sedang berada di ruang keluarga karena menunggu kedatangan mereka berdua.
"Leo," panggil ibu Claudia yang cukup kaget ketika melihat menantunya datang bersama seorang wanita dengan bergandengan tangan seperti itu. Tap ketika dia mengetahui bahwa itu adalah Jasmine teman baiknya Claudia hatinya tidak terlalu hancur. Karena sudah mendengar langsung dari Claudia jika dia ingin menjodohkan Leo dengan Jasmine jika suatu saat umurnya tidak panjang.
"Mom," Leo datang menghampiri mantan ibu mertuanya dan memeluk wanita itu yang langsung menangis ketika berada di dalam pelukannya. Dia paham betul jika wanita itu masih merasakan kehadiran putrinya di sini begitu juga dengan Leo. Sampai kapanpun dia tidak akan pernah melupakan Claudia dan juga keluarganya. Setidaknya mereka sudah menjadi keluarga besar saat ini.
"Maafkan kami jika kamu memiliki salah padamu begitu juga dengan Claudia. Atas nama putri kami, mom mau minta maaf jika memang Claudia pernah menyakiti kamu dan berbuat salah. Mom mohon maafkan Claudia Leo," ucap mommy-nya Claudia pada Leo. Pelukan mereka berakhir karena Leo paham betul dengan apa yang di rasakan mantan ibu mertuanya ini.
"Claudia tidak pernah berbuat salah pada Leo mom, jika pun memang dia pernah berbuat kesalahan maka Leo sudah memaafkannya. Leo benar-benar sudah memaafkan segala kesalahan yang memang pernah diperbuat olehnya." mommy Claudia menghapus air matanya dan mengajak kedua anak itu duduk bersama mereka. Begitu juga dengan Daddy-nya Claudia yang langsung bertanya apa alasan kedatangan keduanya.
"Kami tidak bisa memaksakan kehendak kami terhadap kamu, tapi tolong jangan pernah menggantikan posisi putri kami di hatimu. Jika kamu ingin menikah menikahlah karena kami akan merestui kamu. Kami akan mendukung keputusan kalian berdua." mata Jasmine berkaca-kaca ketika melihat ketegaran hati kedua orang tua itu ketika melihat menantu mereka membawa seorang wanita lain untuk dinikahinya tepat di depan mata mereka. Jika Jasmine yang berada di posisi ibunya Claudia mungkin dia juga akan merasakan hal yang sama. Keteguhan hati ibunya kalau dia benar-benar sangat luar biasa dan Jasmine merasa bahwa dirinya beruntung bisa mendapatkan kebahagiaan ini.
"Ibu," panggil Jasmine yang menghampiri mommy Claudia. Dia bahkan sudah berlutut di bawah dan menggenggam kedua tangan wanita itu karena Jasmine tahu perang batin yang dirasakan mommy Claudia pasti sangat berat sekali.
"Maaf, jika aku merebut menantu kalian dari Claudia. Aku berjanji bahwa aku tidak akan pernah menyingkirkan dan membuang Claudia dari kehidupan Leo. Tapi aku juga tidak bisa pergi meninggalkannya karena aku juga merasakan hal yang sama dengan yang lo rasakan bahwa kamu saling mencintai. Tidak banyak hal yang ingin aku minta, aku hanya meminta restu dari kalian berdua dan doakan kami untuk menjalani kehidupan rumah tangga ini dengan baik. Claudia adalah sahabatku, dan aku tidak akan pernah melupakan kebaikan yang pernah dilakukan terhadapku begitu juga dengan kedua orang tuanya. Bolehkan aku menganggap kalian berdua sebagai orang tuaku?" mommy Claudia langsung menganggukkan kepalanya dengan berlinang air mata. Dia memeluk Jasmine dan menangis. Entah ini tangis kebahagiaan atau tangis kesedihan karena dia merasakan banyak hal di sini. Dia merasa bahwa dia kembali bisa memeluk putrinya dari Jasmine.
"Terima kasih karena telah menganggap aku seperti ibu kamu, terima kasih karena telah mau menjadi putriku. Terima kasih karena mau menjadi putri kecilku dan aku minta untuk sering mengunjungi kami mulai saat ini." pinta mommy Claudia pada Jasmine hingga membuat Leo bisa merasakan ketenangan. Setidaknya mereka sudah mendapatkan Restu dan mereka berdua siap untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius lagi.
Begitu juga dengan Jasmine, dia merasa bahagia karena bisa mendapatkan kasih sayang seorang ayah. Kasih sayang yang tidak pernah didapatkan dari ayah kandungnya sendiri dan dia bisa merasakan semua itu dari daddy-nya Claudia.
"Katakan hadiah apa yang kalian inginkan maka Daffy dan mommy akan memberikannya. Kami akan datang ke acara pernikahan kalian nanti."
"Tidak ada ada yang lebih istimewa dari kedatangan kalian berdua. Kehadiran Mommy dan Daddy sudah menjadi kado terindah untuk kami berdua, dan kami harap kalian benar-benar bisa datang untuk memberkati kami di hari bahagia kami nantinya. Leo dan Jasmine benar-benar berharap untuk itu mom, Dad," jelas Leo lagi karena dia merasa bahwa dia sudah memiliki segalanya dan dia bisa memberikan apapun terhadap Jasmine.
"Baik, kami akan datang sebagai keluarga pihak wanita,"