One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Di jodohkan



"Dari mana kamu?" tanya Alicia ketika melihat putranya yang baru saja pulang entah dari mana. Tapi dari apa yang dilihatnya saat ini dia bisa menduga bahwa saat ini putranya baru saja pulang berolahraga di luar.


"Golf ma," jawab Leo seadanya karena memang dia baru saja bermain golf bersama dengan Joe.


"Lalu dimana teman kamu?" tanya Alicia lagi karena dia tau bahwa anaknya ini pasti bermain bersama teman barunya yang selalu Leon ceritakan padanya.


"Joe pulang dan dia malu jika harus bertemu kalian. Apalagi dia sudah mengetahui siapa Leo sebenarnya. Joe merasa bahwa dia tidak pantas berteman dengan anak pemilik perusahaan tempat di mana dia bekerja."


"Lalu?" Alicia menghampiri putranya yang terlihat duduk lemas di atas sofa.


" Ya seperti alasan orang kebanyakan di luar sana karena mereka takut jika mereka akan dipecat karena telah berani berteman dengan anak pemilik perusahaan. Terserah dia saja ingin melakukan apa dia sudah merasa kesal dengannya." ucap Leo lagi. Dia memejamkan kedua matanya sambil bersandar di sofa karena dia merasa lelah karena habis berolah raga tadi.


Plak!


"Mama!" teriak Leo ketika dia merasakan bahunya panas akibat pukulan keras dari wanita yang paling di cintanya di dunia ini.


"Pergi mandi dan makan! ada yang ingin mam dan papa bicarakan sama kamu nanti."


"Memangnya ada apa?" tanya Leo yang mulai penasaran dengan apa yang akan mereka bicarakan nanti setelah dia mandi.


Tubuhnya langsung duduk tegak di sofa karena dia penasaran dengan apa yang akan kedua orang tuanya bicarakan bersamanya. Entah mengapa rasanya ketakutan mulai bersarang di hati dan pikiran Leo saat ini. Dia takut jika kedua orang tuanya akan melakukan sesuatu yang akan membuatnya kesulitan nantinya.


"Mam bilang mandi! sekarang pergi mandi dan bersiap." Alicia mendorong tubuh putranya untuk pergi mandi dan membersihkan dirinya.


"Tapi katakan dulu ada apa mama? Leo juga berhak tau apa yang akan kita bicarakan."


"Jika ingin tau maka pergi mandi dan bersiap karena setelahnya kita akan bicara nanti!"


"Tapi mama-"


"Pergi mandi mama bilang!" sentak Alicia hingga membuat Leo langsung pergi meninggalkan mamanya dan pergi untuk membersihkan dirinya.


Di dalam kamar mandi pun Leo terus saja berpikir apa yang akan kedua orang tuanya bicarakan nanti? kenapa dia merasa bahwa dirinya berada di dalam belenggu.


"Ah, itu masalah nanti. Sekarang ayo mandi dan tampil paripurna Leo. Kau harus selalu terlihat tampan di setiap waktu." ucapnya dengan percaya diri.


Leo langsung bersiap dan menghampiri kedua orang tuanya setelah dia selesai dengan dirinya.


"Ayo bicara. Leo sudah siap untuk membicarakan semua ini." ucapnya yang langsung duduk tegak di sofa menghadap kedua orang tuanya.


"Berhenti bersikap seolah kami adalah orang tua yang jahat Leo. Kita hanya ingin membicarakan tentang sekolahmu, karier kamu dan juga masa depan kamu."


Biarkan dia mencarinya sendiri dan jangan pernah mencarikan jodoh untuknya karena Leo tidak akan pernah mau di jodohkan.


Melihat reaksi kedua orang tuanya membuat Leo lemas. Dia mendesah leleh karena semua yang akan mereka bicarakan nanti.


"Jangan melalukan hal yang tidak Leo suka Ma. Leo paling membenci yang namanya perjodohan dan biarkan Leo mencari jodoh Leo sendiri. Mama dan Daddy tidak perlu iku campur dengan urusan Leo. Biarkan Leo menjalani kehidupan Leo sendiri tanpa harus campur tangan dari mama dan Daddy." ucap Leo pada kedua orang tuanya karena memang dia tidak ingin di jodohkan.


"Kami tidak bilang bahwa kami akan menjodohkan kamu Leo. Setidaknya kamu bisa menjalani kehidupan kamu sendiri dengan baik." sela Alicia karena dia nggak bener takut jika anaknya ini terjerumus pergaulan bebas di luar sana.


Alicia sendiri paham betul bagaimana mengerikannya dunia luar dan dia tidak ingin itu terjadi pada putranya.


"Kita sudah sering membicarakan hal ini mah dan jika mama melakukan semua ini karena takut beliau terjerumus dan pergaulan bebas di luar sana maka dengan tegas beliau mengatakan pada Mama bahwa Leo bebas dari semua itu. Leo bersih dan Leo tidak terjerumus apapun bahkan sebatang rokok pun belum pernah Leo rasakan. Mama harus percaya dengan apa yang beliau katakan karena memang Leo tidak pernah melakukan hal yang tidak tidak di luar sana." jawab Leo yang memberi pengertian pada orang tuanya bahwa dia memang tidak pernah melakukan hal seperti itu.


Alicia hanya bisa mendesah lelah dengan semua ini. Leo tidak tau bagaimana lagi cara menjelaskan pada mamanya bahwa dia tidak pernah terlibat pergaulan bebas seperti itu.


"Jika mama takut, Leo akan mengadakan pada mama bahwa Leo pernah pergi ke klub karena rasa penasaran. Apa cari di tempat bising seperti itu dan Leo tidak menyukainya. Dunia seperti itu bukan dunia Leo ma, tolong percaya pada anak mama sendiri." ucapnya lagi yang berusaha untuk terus meyakinkan pada mamanya bahwa dia tidak pernah melakukan hal seperti itu di luar sana.


Dia lebih menyukai minum kopi daripada minum yang seperti itu.


"Bukan seperti itu maksud Mama sayang, hanya saja-"


"Hanya apa ma?" tolong Leo karena dia ingin tahu apa alasan dari mamanya. Alasan dia harus mendapatkan penjagaan tetap seperti ini.


"Kamu satu-satunya pewaris yang akan mewarisi seluruh perusahaan Daddy. Wajah jika mama kamu mengkhawatirkan keadaan kamu Leo." timpal daddy-nya karena memang itu adalah salah satu dari rasa ketakutan mereka selama ini.


Leo sendiri tersenyum kecut untuk semuanya ketika dia mendengar alasan dari Daddy-nya.


"Dad, Daddy tau bagaimana Leo. Jika hanya karena perusahaan maka Leo akan mengatakan pada kalian untuk tidak khawatir Leo akan bekerja keras untuk terus membuat perusahaan maju dan itu janji Leo. Jadi jangan lagi membicarakan hal apapun lagi yang berhubungan tentang perjodohan!" putus Leo.


Dia hendak pergi meninggalkan ruangan keluarga ini namun dengan cepat pula Alicia menghalanginya.


"Mau kemana kamu?" tanya Alicia yang melihat putranya kembali ingin pergi meninggalkan rumah.


"Kaman saja asal tidak di rumah dan memikirkan tentang perjodohan ini. Jangan membuat Leo kesal dengan masalah seperti ini dan lebih memilih tinggal di luar rumah!" Leo mencium kening mamanya sebelum pergi meninggalkan rumah.


Setidaknya dia bisa merasakan kenyamanan di luar sana dari pada harus di dalam rumah dan menghadapi mereka yang terus saja memikirkan tentang dirinya.


Lagipula usianya masih 18 tahun, lalu bagaimana bisa mereka bicara tentang perjodohan dirinya.