One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Orang Gila



Karena merasa bosan terus-terusan di rumah membuat Leo memilih untuk pergi berjalan-jalan keluar. Malam ini, dia memilih untuk menaiki motor saja dan berkeliling kota menikmati suasana malam.


"Aku harus siap jika suatu saat aku ditinggal kakakku. Sebentar lagi dia akan menikah dan aku akan ditinggalnya. Huh, kenapa secepat ini?" tanya Leo yang merasa kesepian. Dia duduk seorang diri di taman pusat kota menikmati air mancur yang menjadi temannya malam ini.


Di tempat ini dia menghabiskan waktu dengan minum kopi yang dibelinya di gerai paling terkenal di dunia dan beberapa camilan yang menjadi teman yang malam ini.


"Dunia terasa sangat sepi jika kau tidak pernah bisa menghadapinya. Entahlah, rasanya sedih sekali untuk menghadapi dunia ini tanpa Naura." ujarnya lagi yang merasa bahwa dunia ini benar-benar sangat mengerikan jika itu tidak bersama kakaknya.


Naura adalah semangat dalam diri Leo untuk selalu bisa mengalahkan wanita yang memiliki otak sangat jenius itu.


Bersaing mengalahkan kakaknya itu adalah sebuah kebanggaan baginya. Leo merasa bahwa hidupnya terasa sangat bahagia jika itu berada di dekat kakaknya.


"Ya Tuhan, mengerikan sekali hidup ini. Kenapa di kota besar seperti ini tidak ada satu orang pun yang mengenal ku?" tanya Leo.


Dia bisa melihat beberapa orang yang berjalan di sekitarnya tanpa melihat ke arahnya. Terkadang dia berpikir bahwa hidup di kota besar itu tidak menyenangkan. Bisa saja mereka hidup berlimang harta tapi tidak memiliki teman seperti dirinya.


"Apa aku harus pergi ke klub? oke, lihat bagaimana dunia luar. Aku juga yakin jika Daddy tidak marah. Aku janji tidak akan minum." ucap Lao.


Dia bergegas menaiki motornya dan pergi menuju sebuah tempat yang sangat dilarang oleh Alicia. Wanita itu sudah melarang dan memberi pengarahan pada anak-anaknya untuk tidak mendatangi tempat seperti itu.


Tapi bukan Leo namanya jika tidak berbuat ulah. Rasa penasaran jauh lebih tinggi daripada larangan sang mama. Maka dia lebih memilih untuk pergi hanya untuk mencari tahu bagaimana suasana dan keadaan di dalam klub malam.


Saat Leo sampai di tempat tersebut, dia sudah melihat bagaimana gemerlapnya tempat ini.


"Waw, ini sangat luar biasa sekali. Melihatnya saja sepertinya seru." ucap Leo saat melihat tempat ini.


Dia masuk ke dalam medan ternyata jauh lebih gemerlap lagi. Kebisingan terdengar di mana-mana dan itu semua diiringi dengan musik yang memekakkan telinga. Apalagi dia melihat banyaknya wanita-wanita yang hampir bertelanjang di tempat ini.


Sungguh, ini adalah pertama kalinya Leo melihat tempat seperti ini. Jika itu musim panas dan mereka berjemur di pantai dengan memakai bikini menurutnya itu biasa saja. Tapi kali ini, mereka berjoget dengan liar untuk menarik perhatian para laki-laki.


"Lepas!" ucap Leo saat ada seorang wanita yang datang menghampirinya dan meraba dada bidangnya.


"Ouuhh... i like it." hijab wanita itu saat mendapatkan penolakan dari Leo.


Menurutnya pria seperti Leo ini terlihat sangat menantang untuk didapatkan. Jadi dia berusaha untuk menggodanya agar pria ini tertarik padanya dan bermalam dengannya.


"Lalu apa tujuan yang datang ke tempat seperti ini jika tidak ingin melihat pemandangan seperti yang kamu lihat saat ini. Ayolah sayang, tidak perlu berpura-pura seperti itu karena setiap pria yang datang ke tempat ini adalah pria yang merindukan belaian dari seorang wanita." ucap wanita tersebut yang terus saja menggoda Leo untuk mau bersamanya.


"Menjijikan! aku sudah mengatakan padamu untuk menjauh dan pergi dariku. Aku tempat ini bunga untuk melihat pemandangan seperti kalian ini. Aku hanya ingin melepaskan penat karena tinggal di kota besar ini. Rasa penasaranku sudah terpuaskan bahwa pemandangan tempat ini benar-benar sangat menyeramkan. Kalian ini, manusia yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Cih, menggelikan!" ucap Leo.


Dia pergi keluar dari tempat itu setelah mengetakan pada wanita yang telah mengganggunya, bahwa pemandangan dan wanita sepertinya itu sangat memalukan.


Bugh...


Leo bertabrakan dengan orang wanita yang hendak masuk ke dalam klub malam yang baru saja dimasukinya tadi.


"Auhh..." ucap wanita tersebut saat tubuhnya hampir saja limbung karena bertabrakan dengan pria bertubuh tinggi di depannya.


"Gunakan mata dan kakimu jika berjalan. Kau tidak melihat seseorang yang berjalan di depanmu hingga kau menabraknya hah?" serunya dengan suara yang cukup menggelegar.


Leo menatap datar pada wanita yang baru beberapa jam yang lalu ditemuinya saat dia membeli hotdog siang tadi.


"Kenapa kau marah hanya karena aku menabrakmu saja. Bukankah kau sudah biasa disentuh banyak orang? kau pergi ke tempat seperti ini itu artinya kau sudah sering disentuh mereka bukan?"


Plak!


Leo mendapatkan sebuah tamparan dari wanita yang baru saja ditabraknya. Bukannya meminta maaf Leo malah mengatakan hal yang tidak seharusnya dikatakan olehnya.


"Kau, kau adalah salah satu pria yang kumasukkan dalam daftar hitam di hidupku. Kau pria yang akan ku ingat seumur hidupku karena telah berkata buruk terhadapku!" ucap wanita itu dengan wajah yang di penuhi dengan amarah.


Sementara Leo sendiri, dia masih saja menatap datar pada wanita yang berani menampar wajahnya. Untuk pertama kalinya dia mendapatkan sebuah tamparan dan itu dari wanita yang tidak pernah di kenalnya sama sekali.


"Kenapa kau marah. Bukankah semua wanita yang berada di sini itu sama? kalian meminta wanita yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan kalian. Aku datang ke tempat ini hanya penasaran bagaimana suasana tempat menyeramkan ini dan ternyata memang benar. Tempat ini sangat menyeramkan dengan para wanita seperti kalian. Murahan!" Leo langsung pergi meninggalkan tempat ini setelah mengatakan hal itu pada wanita yang telah berani menampar wajahnya tadi.


"Dia pikir dia siapa berani melempar ku seperti ini. Akan kuingat terus wajahnya sampai kapanpun dan aku akan membalas sesuatu saat nanti. Aku akan membalasnya." ucap Leo lagi.


Sementara wanita yang ditabraknya tadi hanya bisa menghela nafasnya saja karena dia sudah biasa di katakan wanita murahan karena bekerja di tempat seperti ini.