
" Sial! Pria itu benar-benar membuktikan ancamannya. Dia telah membuat ku kehilangan banyak investor. Bagaimana ini?" Tanya Brey pada dirinya sendiri yang sudah frustasi dengan perusahaannya sendiri.
Dia tidak tau bahwa wanita malam yang selama ini di carinya sudah tidak lagi bergelut di dunia itu malah sudah berubah menjadi istri dari seorang pengusaha hebat.
Bahkan yang membuatnya tidak percaya dengan semua ini adalah Leonardo Casio yang menandai suami dari wanita itu.
" Aku akan membuatnya menyesal karena telah berani melakukan hal ini pada ku. Apa yang dilakukannya saat ini membuatku rugi dan bahkan perusahaan aku sudah berada di ujung tanduk dan aku tidak akan tinggal diam." Ucapnya lagi.
Dia cara bagaimana untuk membalas semua perbuatan Alicia terhadapnya. Karena wanita murahan itu dia sampai kehilangan banyak hal saat ini.
Hanya dalam sekejap mata usaha yang dibangun dengan susah payah hancur begitu saja.
Di saat Brey tengah menyusun rencana untuk membalaskan dendam terhadap Alicia dan juga Leon, di sisi lain pria itu tengah menikmati kemenangannya.
" Bagaimana? Kau sudah membuat perusahaan hancur? bagaimana dengan media massa dan media cetak yang memuat berita tersebut?" Tanya Leon pada anak buahnya.
" Perusahan yang anda sebutkan sudah berada di dalam kuasa kita. Semua investor sudah berada di dalam genggaman kita. Bahkan saat ini hanya tinggal menunggu sentuhan terakhir saja maka dia akan hancur. Jika ini soal media massa yang memuat berita tersebut saya juga sudah membuat mereka kelabakan dengan saham yang semakin turun. Beberapa dari mereka mengaku bahwa mereka mendapatkan berita tersebut dari pria bernama Brey. Mereka juga ingin meminta maaf secara langsung pada anda dan juga nyonya Alicia agar tidak menghancurkan perusahaan mereka." Jelas anak buahnya.
Apa yang Leon dengar saat ini sesuai dengan apa yang dia inginkan. Leon sangat menginginkan kehancuran mereka yang telah berani memuat berita tentang istrinya.
" Katakan pada mereka bahwa aku tidak ingin bertemu dengan mereka. Aku tidak akan memaafkan mereka karena telah berani membuat berita tersebut. Biarkan saja mereka berusaha untuk diri mereka sendiri dan mengembalikan perusahaannya karena aku hanya akan membuat mereka kehilangan investor bukan menghancurkannya." Ucap Leon.
Dia tidak ingin berhubungan apapun lagi dengan mereka karena menurutnya tidak ada guna sedikit pun.
Setelah anak buahnya pergi, Leon melihat putranya yang masih asyik dengan iPad-nya saat ini.
Entah apa di mainkannya, tapi yang pasti putranya itu bisa diam bermain karena jika di rumah istrinya akan melarang putra mereka untuk bermain game terlalu lama.
" Leo, kamu sedang apa nak?" Tanya Leon yang berusaha melihat apa yang di kerjakan putranya.
Leo sendiri langsung menggelengkan kepalanya karena dia tidak ingin Daddy-nya mengetahui apa yang tengah di kerjakannya saat ini.
" Daddy tidak perlu tau apa yang Leo buat. Lagi pula Leo hanya bermain game saja." Ucap Leo anak yang baru mau memasuki usia 4 tahun itu.
Dia tidak ingin pria itu mengetahui apa yang dia kerjakan saat ini.
" Sekarang ayo pulang. Kita sudah terlalu lama di kantor Daddy. Kasihan Mama kamu di rumah sendirian."
" Kita beli ice cream kesukaan Mama dan kakak dulu ya Dad. Kita akan membuat Mama kembali tersenyum." Ucap anak kecil itu.
Dia terlalu memikirkan keadaan Mamanya maka dia meminta pada Daddy-nya untuk membeli makanan kesukaan mereka.
" Oke Boy." Mereka pun langsung pergi meninggalkan kantor dan menuju tempat di mana ice cream kesukaan mereka semua berada sesuai dengan apa yang putranya inginkan.
...****************...