
"Huek..." Jasmine terus lagi mau muntahkan isi perutnya karena dia benar-benar merasa sangat mual. Entah mengapa dia belum terbiasa dengan menggunakan pesawat terbang. Bukankah bisa menggunakan mobil atau kereta cepat saja? Jika menggunakan itu mereka bisa menikmati perjalanan mereka.
"Astaga Jasmine, aku dengar tidak habis pikir denganmu. Bahkan sudah menikah denganku pun kau belum bisa beradaptasi dengan baik. Kau masih saja muntah ketika menaiki pesawat terbang seperti ini. Ini pesawat pribadi Jasmine lalu apa kabar jika kita menaiki pesawat komersial?" yang begitu frustrasi dengan keadaan mereka saat ini. Sejak turun dari pesawat, Jasmine terus saya cuma mintakan isi perutnya karena dia mabuk udara.
"Aku mual, rasanya isi perutku ingin keluar begitu saja. Lagi bola kenapa kita tidak menggunakan kereta cepat saja atau menggunakan mobil? jika seperti ini aku bahkan tidak bisa menikmati perjalanannya. Aku lelah Leo, perutku mual sekali." adunya dengan begitu manja hingga membuat Leo merasa bersalah karena kamu marahi istrinya tadi. Dia tidak pernah berpikir untuk memarahi Jasmine tidak pernah bermaksud untuk melakukan hal seperti itu. Hanya saja memang Leo merasa khawatir setiap kali Jasmin muntah-muntah ketika mereka turun dari pesawat.
"Sudahlah, aku minta maaf dan jangan bersedih lagi oke. Sekarang tidur saja, aku akan menggendong kamu sampai ke dalam mobil," ucap Leo. Dia benar-benar melakukannya. Menggendong Jasmine sampai masuk ke dalam mobil mereka dan memangkunya. Jasmine berada di pelukan Leo saat ini hingga membuatnya merasa nyaman berada di dekat pria itu.
"Berhenti meminta maaf. Kamu tidak salah sama sekali. Nanti kita akan lakukan terapi agar kami terbiasa dengan pesawat. Mau tidak mau kamu harus terbiasa dengan semua ini karena nantinya kita pasti akan banyak melakukan perjalanan keluar. Kamu harus bisa mengendalikan diri kamu agar tidak merasa takut. Cobalah tetap tenang agar tidak mual lagi," Jasmine menganggukkan kepalanya dan dia hanya bisa menurut saya dengan apa yang Leo katakan. Setidaknya dia tahu bahwa suaminya itu melakukan ini semua untuk dirinya dan juga kebaikan dirinya. Betapa beruntungnya Jasmine memiliki suami sehebat yang bisa mengerti dirinya dan juga keadaan mereka saat ini.
"Sudahlah, sekarang tidur saja. Nanti jika sudah sampai hotel akh akan membangunkan kamu." Jasmine menuruti apa yang suaminya katakan. Dia mulai memejamkan kedua matanya dan tidur di dalam dekapan hangat Leo. Sedangkan Leo sendiri terus saja memeluk Jasmine dan memberikan begitu banyak kecupan di wajah wanita yang sedang tertidur di pelukannya saat ini.
"Aku mencintaimu Jasmine. Berbahagialah dalam hidupmu karena aku akan selalu berusaha untuk membuatmu bahagia hidup bersamaku. Kita akan hidup dengan bahagia bersama anak-anak kita nantinya dan aku akan menjadikan kamu wanita yang paling bahagia di bumi ini." ucapnya dengan lembut di depan wajah wanita uang sedang tertidur di dalam pelukannya saat ini. Banyak hal yang bisa Leo rasakan saat dia hidup bersama Jasmine. Termasuk membersihkan tempat tidur yang tidak pernah dilakukannya sama sekali dan hanya dengan Jasmine saja dia tau bagaimana caranya mengganti sprei setiap paginya.