One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Kunjungan Keluarga



Karena telah mendapatkan undangan dari keluarga Sean, maka malam ini mereka bertiga berkumpul di rumah Sean karena undangan makan malam.


"Kamu yakin kita rumah keluarga Casio?" tanya mommy Damian yang terpaksa ikut dengan putranya. Begitu juga dengan daddy-nya yang juga ikut walau saat ini mereka dalam proses perceraian tapi mereka tetap meluangkan waktu untuk Damian.


"Benar mom, ini rumah keluarga Casio dan Sean, teman kami adalah anak adopsi keluarga ini. Tuan Leo dan nyonya Jasmine." jelas Damian. Dia menjelaskan keluarga Casio dan siapa teman mereka.


Setelah mendengar apa yang putra mereka jelaskan, mommy dan Daddy Damian mengerti. Keluarga mereka masuk ke dalam rumah besar keluarga Casio dan tak lama setelahnya keluarga Jackson juga datang ke rumah keluarga Casio. Sama seperti reaksi keluarga Damian tadi, keluarga Jackson juga penasaran mau apa mereka datang ke tempat ini.


"Kamu yakin ini Jack?" tanya ayahnya ketika mereka sampai di depan rumah megah keluarga Casio. Sebagai ayah, dia masih belum percaya dengan anaknya yang mengatakan bahwa mereka akan pergi ke rumah keluarga Casio karena anak angkat mereka yang sangat baik itu adalah teman sekolah mereka dan acara makan malam ini di adakan karena untuk merayakan kemenangan mereka.


"Apa wajahku tidak meyakinkan bagi ayah?" tanya Jack pada ayahnya.


"Bukan seperti itu, tapi you know bagaimana ibumu."


"Hey! kenapa aku lagi yang kena?" tanya ibunya Jack yang merasa selalu saja di salahkan dan menjadi tumbal bagi suaminya. Entahlah, suaminya ini sedikit eror dan lebih lucu tapi sayangnya putra mereka itu berbeda sekali dengan suaminya itu.


"Lalu siapa? mungkin aku menyalahkan istrinya tuan Leo bukan?" Jack mulai jengah dengan pembicaraan ayah dan ibunya.


"Sudahlah, ayo cepat masuk. Kita bisa ketinggalan nanti!" akhirnya Jack pergi meninggalkan kedua orang tuanya karena malas bicara dengan mereka.


Saat mereka masuk ke dalam rumah keluarga besar ini, mereka di sambut dengan begitu hangatnya. Keluarga Leon menyambut kedatangan teman-teman Sean dengan begitu hangat.


"Selamat datang tuan dan nyonya, silahkan masuk," ucap para pelayan yang menyambut kedatangan teman-teman Sean bersama kedua orang tuanya.


Mendapatkan sambutan hangat seperti itu membuat keluarga Damian dan Jackson merasa beruntung bisa datang dan bertemu dengan salah satu keluarga ternama di kota mereka. siapa yang tidak mengenal keluarga Casio, jadi mereka merasa beruntung.


"Terima kasih," ucap mereka.


Semua masuk ke tempat acara yang di adakan di taman belakang. Makan malam sederhana katanya, tapi itu terlihat mewah.


Sungguh, rasanya masih tidak percaya bisa di undang oleh keluarga Casio dan mereka merasa beruntung sekali.


"Kenapa?" tanya Sean saat melihat kedua temannya yang melihat ke arah para orang tua yang sedang berbicara saat ini.


"Tidak ada. Aku hanya penasaran saya apa yang para orang tua itu bicarakan saat ini. Mereka terlihat sangat serius sekali saat berbicara dan yang membuatku penasaran adalah para wanita itu. Apa yang mereka bicarakan?" tanya Damian yang penasaran dengan pembicaraan mereka.


"Apa lagi jika tidak dengan barang keluaran terbaru! Pembicaraan para wanita itu tidak jauh dari yang namanya shoping!" jelas Jackson karena dia tau segila apa ibunya saat berbelanja.


"Kalian harus tau bagaimana sulitnya mengerti wanita. Aku anak tunggal, dan aku bahkan sering menemani ibuku ke mall untuk berbelanja tak jarang juga aku tau harga make up milik ibuku. Jadi, kalian harus tau bagaimana sensasinya belanja dengan wanita!" Jackson menjelaskan pada kedua temannya bagaimana ribet dan sulitnya menemani wanita berbelanja.


"Apa seperti itu?" tanya Damian yang belum pernah tahu bagaimana rasanya berbelanja dengan seorang wanita apalagi itu Mommy-nya sendiri.


"Ya, memang seperti itu. Kamu harus tau bagaimana mengerikannya berbelanja dengan wanita dan aku sudah merasakannya. Oma ku, dia sangat luar biasa sekali dan bahkan dua bisa tahan berjalan selama beberapa jam hanya untuk memutari mall dan mencari barang yang di inginkannya." Sean menjelaskan pengalamannya saat berbelanja dengan Omanya dan juga mommy Jasmine.


"Oh ya? berarti waw sekali. Mereka tahan berjalan berjam-jam hanya untuk mencari sesuatu yang mereka inginkan. Entahlah, aku belum pernah merasakan bagaimana berbelanja dengan seorang wanita. Mommy ku sibuk dengan kerjaannya sendiri, begitu juga dengan Daddy. Mereka memiliki kesibukan sendiri," Damian menjelaskan dengan penuh senyuman tapi Jackson tau jika saat ini temannya itu sedang menyembunyikan masalah keluarganya.


Begitu juga dengan Sean, dia tau bahwa saat ini ada masalah di salam keluarga Damian, tapi dia tidak tau apa masalahnya.


"Apa ada masalah?" tanya Sean pada Damian dan Damian sendiri langsung menggelengkan kepalanya dan dia mengatakan bahwa dia baik-baik saja tapi Jackson langsung menjelaskan pada Sean apa yang terjadi sebenarnya.


Mendengar penjelasan dari Jackson membuat Damian merasa malu karena saat ini rumah tangga keluarganya sedang berantakan.


"Aku malu,"


"Kenapa harus malu?"tanya Sean yang merasa kasihan dengan temannya.


"Keluargaku berantakan dan kedua orang tua ku akan bercerai. Aku tidak tah harus ikut siapa. Daddy mengatakan bahwa aku harus ikut Daddy karena aku anak laki-lakinya, sedangkan kakak ku akan ikut dengan mommy. Entahlah, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan saat ini." melihat Damian yang bersedih seperti itu membuat Sean dan Jackson langsung memeluknya. Kasihan sekali Damian, karena di balik senyumannya ada duka yang begitu sangat luar biasa.


"Don't cry Damian. Bagaimana pun kamu, kami akan tetap menemani kamu dan kita akan berteman terus. Semangat, karena kami akan selalu bersama kamu Damian."


***