
Alta padahal tidak habis pikir dengan apa yang terjadi di rumahnya saat ini. Jika tadi istri yang mengatakan bahwa ibu mertuanya bersama adik ipar yang akan datang mengunjungi mereka dan itu terkesan biasa saja baginya karena memang dia tidak memiliki masalah apapun dengan ibu mertua dan juga adik iparnya.
Tapi kini, bahkan rasanya kepalanya hampir meledak saat itu juga ketika melihat siapa tamu yang datang ke rumahnya. Alta benar-benar tidak habis pikir bagaimana bisa mereka datang ke rumahnya seperti ini tanpa pengawasan suami mereka?
"Astaga, aku benar-benar tidak bisa berpikir saat ini. Lihat, itu ada aunty Rain, lalu aunty Alisa, ada istrinya Rigel. Mereka bertiga adalah wanita yang paling dihindari di keluarga kami. Lalu bagaimana bisa mereka datang ke rumahku?" tanya Alta dengan raut wajah frustasinya.
Sungguh, entah apa yang harus dilakukan saat ini tapi yang pasti dia harus menghubungi para suami wanita-wanita menyebalkan itu. Alta mengambilkan ponselnya dan langsung mengetikkan pesan di dalamnya dan mengirimkan pada mereka-mereka di sana.
Jemput para istri kalian di rumahku jika tidak ingin aku yang menerbangkan mereka lagi. Istriku sudah ternodai oleh aunty Raina, aunty Alisa dan juga istrinya Rigel! jika kalian tidak menjemputnya aku tidak tau lagi akan seperti apa istriku akibat pergaulan sesat ini.
Alta langsung mengirimkan pesan tersebut kepada para pria yang berada di grup keluarga mereka. Jika para wanita memiliki grup keluarga dan membahas tentang hal-hal yang tidak masuk akal maka tidak dengan mereka. Mereka akan membahas hal yang menurut Alta masih masuk di apa. Tapi para istri mereka meracuni pikiran istrinya yang begitu polos hingga bisa seganas ini.
Saat ada tengah memikirkan siasat untuk mengusir para wanita itu, tiba-tiba saja istrinya datang mengundangnya untuk makan siang bersama mereka. Awalnya Alta menolak, tapi istri terus saja memintanya untuk makan siang bersama hingga akhirnya Alda pun banyak bisa pasrah dan menuruti istrinya.
Acara penyambutan dengan penuh kehebohan dan kerusuhan sudah terjadi apalagi ketika melihat aunty-nya yang berambut pirang tersebut. Sungguh, rasanya Alta benar-benar ingin pergi menjauhi mereka saat ini juga.
"Jangan terlalu tegang. Kau harus mulai membiasakan dirimu dengan kelemasan. Seharusnya kalau sudah bisa bersikap biasa dan tidak terlalu kaku lagi. Tapi, kau jauh lebih rileks daripada Daddy-mu yang sangat datar itu." ucap Raina saat pertama kali melihat keponakan tertuanya.
Bahkan usia mereka saja tidak terlalu jauh beda. Ah, entahlah. Rasanya Raina ingin kasihan pada keponakannya itu, tapi tidak jadi karena ya begitulah.
"Berhenti mengatakan hal yang tidak penting aunty. Kapan kalian akan pulang?"
"Gege..." Tegur Naura ketika melihat suaminya yang mengusir keluarganya sendiri seperti itu. sendiri merasa nyaman berteman dengan mereka karena selama ini dia hanya memiliki Leo dan mamanya saja. Tapi, setelah dia masuk di keluarga suaminya ini dia mendapatkan begitu banyak teman dan menurutnya ini menyenangkan.
"Ah...Gege, manisnya. Apa Gege senang?" tanya Alisa sih menantu paling menyebalkan yang Alexander miliki.
Entah dari mana keturunan silsilah menyebalkan itu, karena Markus dan juga Lisa tidak seperti itu.
"Aunty Alisa, berhenti menggangguku. Jika kalian ingin makan dan bertamu kalian bisa datang lalu pergi. Jangan membuat kegaduhan di dalam rumahku!" ucap Alta dengan suara yang ditekan olehnya. Dia benar-benar tidak habis pikir dan tidak berpikir dengan jernih lagi untuk menghadapi mereka-mereka ini. Apalagi saat ini ada tiga wanita yang paling dihindari di keluarganya. Jika itu Aurin, istrinya Acher, Alta masih bisa memakluminya karena sikapnya yang lembut dan penyayang itu. Tapi jika mereka bertiga rasanya Alta benar-benar tidak bisa memaklumi.
Ting...
Pesan masuk ke dalam ponselnya dan itu semua para suami yang kehilangan istrinya.
Isi pesan tersebut menandakan bahwa para suami itu tidak mengetahui jika istrinya pergi ke Moskow seperti ini.
Rigel : Belle di sana? bagaimana bisa?
Acher : Tolong jaga istriku paman.
Brandon : Setidaknya istriku aman.
Thunder : Bisa dia menginap? aku ingin tidur dengan tenang malam ini.
Cloud : Istriku di panti asuhan bersama anak asuh.
Paman Sky : Starla berada di dalam selimut bersama ku.
Opa Alexander : Bukan urusanku!
Jupiter : Alea di rumah bersamaku di.
Rava : 😑
Reyden : .
Daddy : Nikmati.
Brak!
Alta membanting ponselnya kemeja makan hingga membuat mereka semua yang berada di sana cukup terkejut. Bukan cukup, tapi mereka benar-benar terkejut. Apalagi ketika mengetahui ada yang membanting ponsel yang begitu saja.
"Ada apa Gege?" tanya Naura ketika melihat suaminya yang terlihat tidak nyaman seperti ini.
Alta sendiri melihat ke arah istrinya lalu menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Huh, sudahlah. Ayo makan." ajak Alta pada mereka di sana hingga akhirnya mereka semua makan dengan tenang.
Namun ketenangan itu tiba-tiba saja buyar saat mendengar aunty Alisa yang membuat ulah lagi.
"Wah, Naura. Kamu hebat sekali bisa menumbangkan suamimu itu." Alta yang tadinya makan dengan tenang tiba-tiba saja mendapatkan serangan mendadak ketika mendengar apa yang istri pamannya katakan.
"Maksud aunty?" tanya Naura yang berdasarkan dengan apa yang aunty Alisa katakan.
"Iya, lihat itu. Bahkan di bagian leher sebelah kanannya ada bekas kissmark darimu bukan?"
uhuk!
Alta lalu tersedak saat mendengar apa yang aunty Alisa katakan. Sungguh, dia benar-benar merasa malu dan frustasi saat ini. Bahkan ketika menerima air minum dari istrinya saja pun dia sudah tidak sanggup lagi menelannya karena merasa malu.
Sungguh, Alta benar-benar merasa malu saat ini dan rasanya dia ingin menenggelamkan wajahnya dan tidak sanggup bertemu dengan mereka semua. Terlebih lagi saat mereka semua yang langsung melihat ke arahnya. Lebih tepatnya lagi ke arah batang lehernya yang mungkin saja memang ada bekas percintaan mereka tadi malam.
Semua pemikirannya itu ternyata di benarkan oleh reaksi istrinya yang terlihat malu seperti itu.
"Astaga, Tuhan...aku tidak bisa makan lagi." ucap Alta yang langsung pergi meninggalkan meja makan karena dia tidak bisa terus-terusan berada di dekat wanita-wanita ini.
Tidak lupa sebelum itu dia mengambil ponselnya agar dia bisa kembali memaki-maki para suami dari wanita yang datang ke rumahnya saat ini.
Di saat ada tengah menghubungi keluarganya, dia langsung meluapkan amarahnya kepada para pria tersebut.
"Aku akan benar-benar memulangkan istri kalian dari rumahku. Jemput mereka sekarang!" teriak Alta karena sudah tidak bisa lagi bertahan dengan semua ini.
Rasanya kepalanya benar-benar sudah berasap dan siap meledak saat ini juga. Namun, apa yang di inginkan Alta tidak terjadi karena dari mereka hanya Daddy-nya saja yang bicara.
"Sabar, mereka saudaramu Al."
"Daddy bisa mengatakan sabar karena Daddy tidak pernah di ganggu aunty Rain, aunty Alisa dan juga istrinya Rigel! astaga Opa, tolong perintahkan mereka untuk segera kembali ke rumah mereka," pinta Alta pada Opa Alexander.
"Ikat saja mereka di roket dan terbangkan ke planet mars. Itu jauh lebih mudah!"