One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
Beda



Setelah rencananya untuk membujuk dari menghancurkan Leon tidak berhasil, Nathalie kembali memutar isi kepalanya untuk mencari cara bagaimana untuk menghancurkan Alicia.


Dia benar-benar tidak bisa menerima ini semua. Apalagi saat dari pun mengatakan tentang apa yang dimiliki wanita itu tapi tidak dimiliki olehnya.


" Aahhhkk.... aku tidak percaya dengan semua ini. Bagaimana bisa mereka semua mengatakan bahwa wanita itu jauh di atasku. Dia hanya seorang wanita murahan yang telah berhasil merebut lawan dariku. Aku tidak selevel dengannya." Ucap Nathalie dengan amarah dan emosi yang mengganggu dalam dirinya.


Amarah ya sudah menguasainya membuatnya bisa bersikap kasar pada putri kandungnya sendiri.


" Apalagi Naura? tidak bisa kau berhenti menangis dan merengek pada ku? aku paling benci dengan suara tangisanmu itu."


" Naura hanya ingin Daddy. Naura ingin Daddy." Ucapnya gadis kecil itu memang merindukan Daddy-nya.


" Berhenti menangis dan mengatakan menginginkan Daddy mu! Dia susah tidak menyayangi mu lagi jadi berhenti menangis sebelum aku memukul mu Naura!"


" Mommy jahat! Mommy jahat! Naura benci Mommy. Naura benci Mommy!" Terima gadis kecil itu lagi.


Dia berlari meninggalkan kamar ibunya setelah mendapatkan bentakan seperti itu. Apa salahnya hingga ibunya tega melakukan hal ini padanya?


Kenapa dia tidak pernah di sayang? Dia hanya ingin hanya ingin mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya yang lengkap.


Naura tidak menginginkan apapun lagi di dunia ini selain ibu dan ayahnya yang bisa menemaninya.


" Hiks...mommy jahat. Daddy juga jahat. Kenapa mereka semua jahat? kenapa mereka jahat Moci?" Tanya Naura yang bicara dengan boneka beruang coklat miliknya.


Entah mengapa dia sangat menyukai dan selalu merasa tenang setiap kali dia bersama boneka beruang miliknya.


" Apa kita harus menemui Daddy? Apa kita harus pergi ke rumah baru Daddy bersama Tante jahat itu? Bukankah Mommy bilang bahwa Tante itu adalah orang jahat yang telah merebut Daddy dari ku?" Gadis kecil itu terus saja berbicara pada boneka kesayangan miliknya, hingga akhirnya dia memutuskan untuk meminta sang supir mengantarkannya ke kantor sang Daddy.


Leon sendiri sangat terkejut saat melihat orang yang datang di hadapannya saat ini dengan boneka kesayangan yang selalu Naura bawa kemana pun.


Dia tidak datang ke sini karena suruhan Mommy-nya. Naura sendiri yang ingin pergi ke tampar Daddy-nya bekerja.


" Lalu bagaimana bisa kamu di sini?"


" Supir yang mengantarnya. Kenapa Daddy tidak pernah pulang lagi dan memeluk Naura saat tidur? Apa Daddy sudah tidak sayang Naura lagi?" Tanya gadis kecil yang memiliki rambut seindah milik Alicia.


" Naura, Daddy dan Mommy Nathalie sudah berpisah. Kami tidak bisa lagi tinggal di satu rumah." Leon berusaha untuk menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya di antara mereka saat ini.


Dia tidak ingin jika Naura terus saja mengharapkannya seperti ini.


" Kenapa tidak bisa dan kenapa berpisah? Apa kalian tidak sayang dengan Naura?" Tanya Naura lagi.


Leon sendiri benar-benar tidak habis pikir bagaimana cara dia menjawab semua ini?


Dia bingung harus memberikan jawaban seperti apa untuk Naura. Lagi pula jawaban seperti apa yang di inginkan gadis kecil ini?


" Daddy tidak bisa menjelaskan semuanya pada kamu saat ini. Suatu saat nanti kamu pasti akan mengerti tentang apa yang terjadi diantara kami berdua. Untuk saat ini belajarlah hidup mandiri Naura. Daddy tidak bisa terus bersamamu dan menemanimu."


" Tapi kenapa? kenapa tidak bisa? apa ini karena tante jahat itu?" Tanya Naura yang masih menyematkan panggilan tante jahat untuk Alicia.


" Siapa yang mengajarkan kamu untuk mengatakan tante jahat? pantai jahat yang kamu sebut itu adalah istri Daddy. Dia juga ibu kamu Naura."


" Tapi Mommy bilang bahwa wanita yang bersama Daddy itu adalah wanita jahat. Jika dia tidak jahat, dia tidak akan mengambil Daddy dari Naura."


...****************...