
Hari ini, Naura sengaja menemani suaminya untuk pergi ke acara golf day bersama para pengusaha lainnya.
Pagi ini, Naura sudah bersiap karena dia hanya akan menemani suaminya saja untuk bermain karena dia tidak ingin bermain.
"Sayang, kamu sudah siap?" tanya Alta pada istrinya yang belum keluar dari kamarnya sejak tadi.
"Sudah," jawabnya yang langsung berdiri untuk menghampiri suaminya.
Alta yang melihat penampilan Naura yang seperti itu membuatnya merasa tidak ingin pergi ke acara tersebut.
"Sayang, kenapa diam saja?" tanya Naura ketika melihat suaminya yang diam saja padahal dirinya sudah siap.
Sadar anak istri yang bertanya hal seperti itu padanya membuat harta langsung menghalang nafasnya dengan berat.
"Terkadang aku merasa cemburu karena kecantikan kamu sayang. Kamu itu cantik sayang, tidak ingin kecantikan kamu dilihat banyak orang. Tapi cara mencintaiku masih sangat waras berbeda dengan opa Alex yang banyak dikatakan tidak waras dalam mencintai. Apalagi paman Sky, cara mencintai mereka sangat tidak waras sehingga membuat istri mereka selalu berada di dekat mereka kemanapun mereka pergi. Bahkan yang lebih parahnya lagi, opa Alex akan langsung pergi meninggalkan seluruh pekerjaannya demi nai-nai." Alta kembali menceritakan tentang apa yang terjadi dalam keluarganya termasuk opa Alexander.
"Kenapa kita malah menceritakan opa? kita harus pergi sekarang karena kita sudah terlambat. Bahkan senjata di ponsel kamu terus saja berbunyi dan itu panggilan masuk dari sekretaris kamu." akhirnya Al takut setuju pergi dengan istrinya walau dia berat untuk menampilkan Naura di depan umum dengan segala kecantikan yang dimilikinya.
Mereka berangkat tanpa menggunakan supir karena Alta sendiri yang ingin menyetirnya agar biasa berduaan dengan sang istri.
Tak lama setelah mereka sampai di tempat golf, Alta langsung membawa barang-barang miliknya dan sebelah tangannya lagi menggandeng tangan sang istri agar Naura tidak pergi jauh darinya atau sekedar lepas dari jangkauannya.
"Mommy Didi?" tanya Alta yang tidak mengerti dengan apa yang Naura katakan tentang Mommy Didi itu.
" Mommy Didi itu adalah ibu mertua ku. Dia cantik dan baik hati, jadi aku memanggilnya Mommy Didi karena memang seperti ibu peri." Alta tersenyum dengan apa yang istrinya katakan tentang wanita yang di sebutnya tadi dan ternyata itu adalah Mom Diandra, ibu kandungnya sendiri.
"Baiklah, ayo foto." Alta pun bersiap untuk bergaya agar istrinya bisa mengambil fotonya saat ini dan mengirimkannya pada sang Mommy.
Naura benar-benar kagum melihat apa yang di dapatkannya saat ini. Sungguh, entah bagaimana cara Naura mendefinisikan suaminya ini. Alta sudah menuju 40 tahun, lalu bagaimana bisa wajahnya masih setelan itu dan bahkan tidak terlihat tua sama sekali.
"Susah sayang?" tanya Alta yang menghampiri istrinya dan Naura sendiri hanya bisa menganggukkan kepalanya saja karena memang dia sudah selesai mendapatkan foto suaminya yang ternyata sangat tampan itu.
"Mana, sini aku lihat," Naura memberikan ponsel miliknya pada sang suami agar pria itu bisa melihatnya hingga tanpa Alta pun kembali mengambil foto untuk mereka berdua.
"Gege, untuk apa?"
"Untuk kamu unggah di media sosial mu. @dr.nau_ra21," kedua bola mata Naura langsung membulat sempurna saat mendengar apa yang suaminya katakan tentang akun media sosial milikinya.
"Sudah, jangan di pikirkan lagi. Sekarang ayo masuk." ucap Alta yang membawa istrinya untuk masuk ke dalam lapangan golf tempat dimana mereka akan bermain nanti.