
Naura duduk di kursi tunggu tempat di mana dia menunggu suaminya yang sedang bermain golf di depan sana. Di sini, Naura bisa melihat bahwa banyak wanita yang ikut dalam acara tersebut. Entah itu wanita yang sah menjadi istrinya atau wanita simpanan. Bahkan ada yang membawa wanita bayaran mereka ke acara tersebut.
Seperti saat ini, tiba-tiba saja ada seorang wanita yang mungkin seusia dengannya yang datang menghampiri Naura dan bertanya apakah dia wanita simpanan sepertinya atau tidak.
"Apa kau wanita simpanan juga sepertiku?" mendengar apa yang wanita itu tanyakan padanya membuat Naura sedikit tidak nyaman dengan pertanyaan tersebut.
Entah apa maksudnya bertanya hal seperti itu padanya tapi yang pasti Naura benar-benar tidak nyaman dengan pertanyaan itu.
"Maaf, apa maksud kamu bertanya hal seperti itu kepadaku?" tanya Naura pada wanita yang terlihat sangat seksi tersebut.
"Ayolah, kita sama-sama tahu bahwa hidup di kota besar seperti ini tidak mudah apalagi ingin mendapatkan kehidupan mewah. Jika itu hanya bekerja keras saja tidak akan mudah. Lebih baik mencari pria kaya dan menjadi wanita simpanan." jawab wanita tersebut hingga membuat Naura semakin tidak nyaman dengan pembicaraan ini.
"Aku tidak mengenalmu dan bahkan ini adalah pertama kalinya kita bertemu. Aku juga tidak ingin menghujat apa yang kamu kerjakan saat ini tapi yang pasti apa yang kamu kerjakan saat ini adalah salah. Jika pria yang menjadikanmu wanita simpanan adalah pria single itu tidak masalah karena tidak ada yang mengikat dirinya dalam ikatan suci pernikahan. Tapi jika pria itu memiliki istri maka pekerjaanmu itu adalah salah. Tidak seharusnya kamu menjadi wanita simpanan dan merusak harga dirimu sebagai seorang wanita." ucap Naura pada wanita tersebut karena dia benar-benar tidak nyaman dengan semua ini.
"Ahaha, ayolah. Jangan terlalu munafik tinggal di kota besar seperti ini."
"Aku tidak mengerti munafik seperti apa yang kamu katakan tapi yang pasti aku harus mengatakan padamu bahwa aku adalah istri sah dari pria yang tengah bermain golf saat ini. Pria itu," tunjuknya pada Alta yang sedang bersiap untuk memukul bolanya.
"Pria itu adalah suami sah ku dan aku adalah istrinya. Aku istri Prince Alta King Alexander." ucap Naura dengan penuh penekanan di setiap kata-katanya. Tidak hanya itu saja, bahkan dengan jelas Naura menunjukkan cincin pernikahan yang diberikan Alta padanya.
"Ini adalah cincin pernikahanku dan aku adalah seorang dokter gigi. Jadi maaf, jika kamu berpikir bahwa aku adalah wanita simpanan itu salah besar karena kedua orang tuaku membesarkanku dengan penuh kasih sayang dan mereka merawatku dengan baik. Tidak sekalipun mereka mengajariku tentang hal buruk untuk dunia ini. Jadi permisi." ucap Naura yang langsung meninggalkan wanita tersebut.
Dia benar-benar tidak merasa nyaman dengan tempat ini. Apalagi beberapa orang dari mereka terus saja menatap ke arahnya.
Naura sendiri lebih memilih untuk menghampiri suami dan mungkin saja dia akan belajar bermain golf saat ini.
Melihat istrinya yang datang ke arahnya membuat halte langsung menyambut wanita itu dengan pelukan hangat.
"Kenapa sayang, apa kamu tidak nyaman di sini?" tanya Alta yang menyambut kedatangan istrinya dengan penuh kasih sayang.
Naura menggelengkan kepalanya karena dia tidak mungkin mengatakan pada suaminya bahwa dia benar-benar tidak nyaman di tempat seperti ini walau pada kenyataannya memang seperti itu. Naura tidak ingin membuat suaminya dipandang sebelah mata oleh orang banyak karena dia belajar dari mama Alicia bahwa harga diri suami adalah yang paling utama di atas segalanya.
Tapi, jika suamimu telah mengkhianati dirimu jangan pernah berikan dia kesempatan kedua karena penyakit akan kambuh kapan saja dan itu yang dijunjung Naura.
"Mau bermain?" tanya akta dengan senyuman.
"Jika begitu ayo biar aku ajarkan." Alta mengambil posisi di belakang istrinya dan dia membantu wanita itu untuk membenarkan posisinya sebelum memukul bola kecil tersebut.
"Nah, seperti ini sayang. Ayunkan perlahan lalu hempaskan dengan penuh tenaga." Naura pun mengerti dengan penjelasan dari suaminya hingga membuatnya berani memukul bola tersebut.
Tidak buruk, karena saat di sekolahnya dulu dia pernah mengikuti kelas golf, hanya saja karena dia tidak berminat maka dia lebih memilih untuk berhenti.
"Not bad, sayang." ucap Alta yang memberi pujian pada istrinya bahwa apa yang dilakukan Naura saat ini tidak terlalu buruk.
"Kenapa hey?" tanya Alta ketika dia melihat bahwa wajah istrinya tidak terlihat senang dia tempat ini.
"Aku baik-baik saja Gege. Hanya saja memang tempat seperti ini memang bukan tempatku. Aku sudah terbiasa dengan rumah sakit jadi jika menghadapi pasien aku biasa saja. Tapi tempat seperti ini, para wanita itu membuatku ketakutan. Mereka bertanya padaku seolah aku ini seperti mereka. Ada yang mengatakan bahwa aku adalah wanita simpan seperti mereka." kedua tangan Alta terkepal erat ketika mendengar apa yang istrinya katakan.
Bisa-bisanya mereka mengatakan bawa istrinya adalah wanita simpanan seperti mereka.
"Katakan padaku siapa yang mengatakannya, biar aku yang bicara pada mereka." Naura langsung mencegah suaminya karena dia tidak ingin membuat Alta melakukan hal buruk pada mereka.
"Kenapa sayang, biarkan aku yang mengatakan pada mereka. Mereka harus tau siapa kamu."
"Biarkan saja sayang. Aku sudah mengatakan pada mereka jika aku ini istri sah kamu dan aku juga sudah menunjukan cincin pernikahan milikku."
"Tapi sayang-" ucap Alta yang tidak melanjutkan perkataannya karena Naura yang langsung memeluk tubuhnya.
"Bisa kita pulang setelah ini selesai? aku ingin berenang." pinta Naura pada suaminya dan atta langsung mengingatkan apa yang istrinya inginkan.
Mereka langsung pulang setelah acara ini selesai dan dia berpamitan pada para member yang hadir di sini.
Melihat bagaimana kemesraan seorang suami istri yang terjalin itu membuat mereka yang melihat keromantisan antara Naura dan juga Alta tadi merasa bahagia tapi ada juga yang iri karena Alta memiliki istri secantik Naura dan bahkan umurnya saja pun jauh lebih muda lagi.
"Mereka memang berjodoh, jadi jangan berpikir bahwa kau akan mendapatkan wanita seperti istrinya Alta."
"Kenapa tidak bisa?" tanya salah seorang di sana.
"Alta bukan pria yang suka dengan dunia malam, jadi dia pantas mendapatkan istri seperti itu. Dari apa yang aku dengar, istrinya Alta juga seorang dokter dan berasa dari keluarga baik-baik. Jadi buang pikiran kotor kamu itu jika ingin mendapatkan istri seperti Alta. Lagi pula istrimu sudah cantik, hanya saja kamu yang tidak bersyukur."