
Setelah dari perusahaan Sky Ax Corp, Leo Jasmine pergi jalan-jalan hanya untuk menghabiskan waktu mereka sebelum kembali ke Berlin. Seperti saat ini, mereka sedang berada di Tower Bridge, London.
Melihat Jasmine yang terlihat sangat menikmati suasana di sini membuat Leo mengeluarkan ponselnya dan mengambil potret wanita itu.
"Kau menikmatinya?" tanya Leo setelah dia berhasil mengambil potret Jasmine yang terlihat menikmati pemandangan di depannya.
"Tidak juga, hanya saja aku ingin menikmati dan melihatnya. Ternyata di balik keindahan kota London mereka terkenal dengan sebutan the smoke. Memang benar, polusi udara yang dihasilkan dari pabrik-pabrik besar yang berada di kota ini membuat udara di sini semakin terlihat tidak sehat. Apa anda tau tuan, jika di balik kemegahan yang terjadi di kota London tersengat julukan yang menurutku tidak pantas karena semua itu tidak bagus untuk di sematkan walau kenyataannya memang seperti itu. Bahkan aku pernah membaca di internet jika udara di kota London cukup buruk. Itu terjadi karena Revolusi Industri yang terjadi di London membuat kota ini memiliki julukan The Smoke. Pasalnya, polusi dari pabrik dan juga penggunaan batu bara sebagai penghangat ruangan membuat kota ini diselimuti kabut pekat. Padahal, tanpa polusi udara pun, langit di kota ini sering berkabut karena udara dingin." jelas Jasmine, sedangkan lihat tersedia mendengarkan apa yang diceritakan wanita itu tentang kota ini karena memang apa yang menjelaskan itu memang benar. Hanya saja memang semua itu tertutupi dengan kemegahan dan arsitek zaman prasejarah yang mereka tinggalkan di setiap sudut kota London. Bahkan mereka masih mempertahankan bangunan-bangunan kuno itu yang menjadi destinasi wisata domestik maupun luar negeri.
"Ya aku tau, tapi kita di sini bukan untuk membicarakan tentang buruknya udara atau polusinya di kota ini. Aku ingin membicarakan permasalahan tentang kita berdua. Aku, dan kamu." Jasmine sendiri cukup terkejut dengan apa yang Leo katakan. Leo ingin membicarakan tentang mereka berdua. Apa yang di inginkannya? permasalahan seperti apa yang akan mereka bicarakan?
"Tentang?" tanya Jasmine dengan perasaannya cukup was-was. Entah apa yang akan lu ceritakan tentang mereka berdua karena Jasmine masih takut jika pria itu kembali membahas tentang keduanya.
"Apa tidak lucu jika aku mengatakan bahwa aku ingin mengenalmu lebih jauh? Tidak, maksudnya, aku ingin semakin mengenalmu dan mendengar segala sesuatunya tentang hidupmu. Aku juga ingin meminta maaf atas apa yang pernah kulakukan terhadap masa lalu. Katakanlah jika ini sebagai penebusan dosa karena apa yang telah kulakukan padamu dulunya begitu sangat menyakiti hatimu. Aku terus saja berpikir bahwa kau adalah wanita malam hingga membuatku tidak berani memperjuangkan perasaan yang pernah ada di dalam diriku. Aku tidak berbohong, aku juga sudah mengatakan padamu alasan mengapa aku tidak berani memperjuangkan semua itu karena memang background mama ku yang seperti itu. Aku tidak pernah menyesal karena telah lahir dari rahim seorang wanita malam. Hanya saja aku takut jika mereka tidak bisa menerima pilihanku apalagi dengan masa lalu mamaku yang seperti itu. Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya, jadi maaf karena tidak pernah memperjuangkan apa yang seharusnya aku perjuangkan dulu." Aur mata Jasmine jatuh begitu saja setelah mendengar apa yang Leo katakan. Rasanya terlalu sakit untuk semua ini.
Tapi mau bagaimana lagi? Membicarakannya pun bingung. Entah bagaimana cara Jasmine menjawabnya saat ini.
"Kamu tau bagaimana aku berusaha menghilangkan segalanya? Apa aku harus menceritakan bagaimana aku bertahan selama 10 tahun dan hanya Claudia yang menemaniku saat itu? Aku berpikir bahwa aku mencintainya karena hanya dia yang selalu ada untukku. Kau tau, pertama kali aku bertemu denganmu dan kau menjadi sekretarisku saat itu juga hatiku mulai mereka bergetar tapi aku tidak bisa melakukan apa-apa karena kekaurgaku sudah mengatur semuanya dan aku meyakini jika hatiku memang memilihnya. Ternyata aku salah, aku salah dan aku selalu berusaha untuk mengeraskan hatiku ketika melihatmu tanpa aku sadari jika apa yang telah aku lakukan membuatmu merasa sakit hati dan terluka atas perbuatanku. Maaf, karena aku tidak memperjuangkanmu saat itu dan jika saat ini pun aku tidak bisa memperjuangkanmu maka aku hanya ingin mengatakan terima kasih karena telah menjadi sesuatu dalam hidupku. Jika suatu saat kamu menikah dan mendapatkan pria yang tepat, tolong katakan padaku jika kamu mencintainya, agar aku percaya bahwa aku bisa melepasmu." Jasmine semakin menangis mendengar apa yang Leo katakan. Bolehkah dia mengatakan bahwa dia masih memiliki perasaan terhadap pria itu. Tapi apa jika dia mengatakannya, dia bisa melewati semua ini dengan mudah?
Dia tidak pernah mempermasalahkan status lo yang sudah menjadi duda sekarang ini, tapi yang menjadi permasalahan baginya saat ini adalah bagaimana cara mereka meyakinkan kedua orang tua mereka untuk kehidupan mereka selanjutnya. Banyak hal yang harus mereka perjuangkan setelah ini termasuk status keduanya dihadapan keluarga mereka masing-masing.
"Jasmine..."
"Aku tidak tau, aku tidak tau harus menjawab apa saat ini." air matanya terus saja keluar hingga membuat Leo memberanikan diri untuk menarik tubuh Jasmine dsn memeluknya.
Leo berusaha untuk mengatakan pada wanita itu bahwa semua ini akan baik-baik saja dan mereka bisa melewatinya tanpa disadari oleh keduanya jika saat ini apa yang mereka lakukan dilihat oleh Jose.
"Oh God, apa aku harus selalu kalah dengan Leo? kenapa dia bisa mendapatkan segalanya dengan begitu mudah. Sedangkan aku, rasanya sulit sekali bagiku untuk melakukan semua ini. Kenapa di saat aku mulai tertarik dengan kehidupan rumah tangga aku kembali merasakan sakit yang luar biasa seperti ini. Aku kembali merasa dikhianati oleh takdirmu sendiri Tuhan. Jadi, bisakah menghapuskan perasaan yang baru tumbuh? tolong hapuskan dan hilangkan segalanya agar aku bisa kembali melanjutkan hidupku dengan baik tanpa harus merasa sakit untuk yang kesekian kalinya," ucap Jose dengan keteguhan hatinya yang sekuat baja. Dia ingin menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi agar hidupnya tidak merasa sia-sia.
Berharap jika semuanya bisa berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan. "Ah, tidak ada kata sedih dalam hidupku, bahkan ketika aku melihat ayah dan ibuku berpisah hanya karena masalah sepele itu. Jadi ayo kita semangat lagi bung," ucapnya yang berusaha untuk menguatkan dirinya sendiri tanpa harus merasakan sakitnya lagi.
Jose lebih memilih pergi meninggalkan tempat itu karena dia tidak bisa berlama-lama di sana karena takut jika Leo dan Jasmine mengetahui keberadaannya saat ini.