
Melihat keluarganya yang baru saja sampai di rumah mertuanya membuat Naura langsung ingin berlari ke arah mereka, namun saat dia hendak berlari menghampiri keluarganya mereka semua langsung menahan dirinya agar tidak lari.
"Naura..." ucap mereka semua bersamaan ketika melihat wanita yang telah mengandung itu ingin berlari.
Alta sendiri yang melihat istrinya ingin benar seperti itu langsung meninggalkan teman-teman yang begitu saja karena dia sangat khawatir dengan istrinya.
"Maaf," ucapnya yang merasa bersalah karena telah membuat seluruh keluarganya panik.
narasumber tidak termasuk untuk membuat keluarganya masakan yang akan apa yang ingin dilakukannya, hanya saja karena terlalu merindukan keluarganya Naura sampai melupakan bahwa dirinya saat ini telah mengandung.
"Astaga sayang, ingat bahwa kamu saat ini tidak sendiri lagi. Ada calon cucu Mama yang berada di dalam kandungan kamu saat ini jadi Mama mohon untuk terus berhati-hati. Jangan terlalu ceroboh seperti ini sayang." hijab Alifia yang berusaha untuk mengingatkan putrinya bahwa saat ini dia telah mengandung jadi semua itu harus terkontrol dengan baik.
"Maaf, Naura tidak bermaksud seperti itu. Hanya saja memang harus terlalu semangat karena mama dan daddy sudah sampai disini."
"Apa aku di lupakan?" Naura langsung mengalihkan pandangannya ke arah sang adik yang datang memeluknya saat ini.
Entah mengapa dia sangat merindukan adik nakalnya ini. Jika biasanya Leo akan selalu mengganggunya dan mengajaknya pergi jalan-jalan keluar untuk sekedar makan dan menemaninya minum kopi namun kini sudah tidak lagi.
Mereka sudah terpisah jarak dan waktu, sudah berstatus sebagai istri Anda saat ini membuatnya tidak bisa bebas kesana kemari untuk melakukan banyak hal karena dia harus menjaga nama baik suaminya walau atas sama sekali tidak pernah membatasi kegiatan yang di luar rumah.
"Kakak, huaa....aku rindu..." ucap Leo yang berpura-pura menangis seolah dia sangat merindukan kakaknya saat ini.
Melihat Leo yang memulai drama kolosalnya membuat Naura hanya bisa mendesah pasrah saja. Dia tau bahwa saat adik kesayangannya itu tengah bersikap begini agar tidak menangis karena terlalu merindukannya.
"Leo, jangan seperti ini. Disini banyak keluarga suami kakak jadi mereka tidak terbiasa dengan drama yang kamu mainkan saat ini." ucap Naura yang langsung melepas pelukannya.
Leo sendiri hanya bisa mencebik saja ketika kakaknya tau bahwa drama yang tengah di mainkannya saat ini gagal.
"Baiklah, aku mengerti. Tapi, mama bilang kamu kakak sedang mengandung saat ini. apa itu artinya aku akan menjadi paman?" anggukan kepalanya Naura menjawab semua pertanyaan Leo hingga membuatnya terlihat sangat senang dan bahagia.
"Oh my God, aku akan menjadi paman yang paling tampan di dunia ini. Aku akan menjadi paman Leo, eh jangan paman karena aku akan di panggil uncle Leo, sang raja rimba." ucap Leo dengan begitu bangganya.
Apa yang Leo katakan saat ini membuat seluruh keluarga Alta merasa terhibur dengan kehadiran adiknya Naura di acara mereka saat ini.
Leo benar-benar menjadi pusat perhatian banyak orang apalagi tiba-tiba saja Arka mendatanginya karena merasa bahwa anak muda itu satu frekuensi dengannya.
Melihat Arka yang mendatangi adik iparnya membuat Alta hanya bisa pasrah saja karena jika sudah begini, semua akan semakin tidak terkendali.
Sadar akan peringatan yang Alta berikan padanya membuat Arka langsung siaga satu karena dia tau bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk dirinya bercanda.
"Kau ini, aku hanya ingin berkenalan saja dengan adik iparmu, bukan malah mengajaknya kerjasama. Lagi ulah kenapa kau bisa berpikiran seperti itu padaku? tidakkah itu namanya jahat Alta?" tanya Arka yang sudah memulai dramanya kali ini.
Husein sendiri hanya bisa pasrah saja ketika melihat temannya yang selalu saja seperti itu.
"Antum itu bisa gak sih kalau gak buat ulah Ar? antum pikir ini acara pesta?"
"Diem lu tadz, gaya banget sama gue. Pergi juga masih nebeng juga." sindir Alta yang tidak terima karena disalahkan oleh Husein.
"Astaghfirullah Ar, tadi ana udah mau naik mobil sendiri tapi antum yang jemput ana rumah ya. Kalau antum bilangnya gitu, itu namanya fitnah Ar. Fitnah itu lebih kejam dari-"
"His, gue tau tadz. Masalah kek gini aja gue juga nggak bodoh-bodoh kali ah."
"Ana gak ada bilang antum bodoh ya Ar, lagian kalau antum ngerasa ya sudah." jawaban dari Husein membuat Arka ingin mencekik pemilik pondok pesantren itu namun dia tidak bisa melakukannya karena akan berdosa nantinya.
"Sudahlah Ar, tidak bisakah sehari saja tidak membuat ulah?" tanya Alta pada anak pengusaha nomor satu di negara ini.
"Tau deh ah, gue laper." ucap Arka yang langsung pergi meninggalkan kedua tamannya itu.
Sementara Alta sendiri, dia mengambilkan buah potong untuk istrinya karena dia tau dan mulai banyak belajar makanan apa saja yang bagus dikonsumsi ibu hamil. Maka dari itu Alta berusaha untuk menjadi suami yang siaga untuk istrinya.
"Sayang, makan dulu ya." ucap Alta pada istrinya dengan membawa buah potong untuk wanita yang tengah mengandung buah hati mereka saat ini.
Melihat suaminya yang berlutut di depannya saat ini membuat Naura merasa tidak nyaman. Apalagi saat ini banyak orang-orang yang datang ke acara syukur mereka kali ini. Tidak, Naura tidak ingin dirinya dicap sebagai istri yang kurang ajar dan semoga juga tidak ingin suaminya menjadi bahan cerita banyak orang.
"Gege kenapa seperti ini?" tanya Naura yang membawa suaminya untuk duduk bersamanya saat ini karena dia dan Mama Alicia tengah duduk di kursi taman.
"Tidak apa-apa sayang. Aku hanya ingin membawakan kamu makanan untuk baby, jadi tidak salah bukan?" ucapnya sambil mengusap perut istrinya yang masih rata itu.
"Terima kasih, tapi aku bisa mengambilnya sendiri Gege, jadi Gege tidak perlu melakukan hal seperti ini." ucap Naura lagi.
Dia membuat suami yang menjadi bahan perbincangan banyak orang apalagi saat ini sudah mulai banyak tamu yang hadir dalam acara syukuran keluarga besarnya saat ini walau yang datang hanya anak-anak yatim dan beberapa pembuka agama di sana.
"Tidak masalah sayang, setidaknya aku tau bahkan kamu memakannya." akhirnya Naura menerima mangkuk berisikan buah potong dengan mayonaise di atasnya yang tiba-tiba saja membuat perut Naura bergejolak hingga dia langsung berlari meninggalkan ibu dan suaminya saat itu juga.