One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Kencan



Naura dan Alta menjadi pusat perhatian di acara pesta tersebut.


Awalnya Gabriela ingin mempermalukan Naura di acara pestanya, namun dia terpana saat melihat siapa yang datang bersama Naura malam ini.


Itu bukan Leo adiknya Naura yang menyebalkan, karena dia tau pasti bagaimana bentuk dan rupa dari Leo. Ini jelas sangat berbeda sekali karena sudah jelas bahwa ini bukan Leo.


Merasa dirinya di tatap seperti itu membuat Alta merasa sangat risih. Dia memang sudah berusaha keras untuk keluar dari zona nyamannya, tapi tetap saja tempat seperti ini sangat di hindari olehnya.


Tapi karena memang Naura yang membutuhkan dampingannya membuat Alta mau tidak mau harus membiasakan diri dengan tempat ini. Walau rasa tetap saja sama, karena menurut Alta sebuah pesta itu sangat menyebalkan.


" Apa Gege merasa tidak nyaman di sini? jika memang tidak nyaman ayo kita pulang saja." Ajak Naura karena dia tidak ingin membuat Alta merasa tidak nyaman dengan tempat seperti ini karena dia pun merasakan hal yang sama.


Apalagi saat melihat Gabriela yang datang menghampiri mereka berdua. Naura bisa menebaknya bahwa akan ada yang dilakukan wanita itu pada mereka saat ini.


" Hello my partner. Terima kasih karena telah hadir di acara ulang tahunku Naura." Gabriela datang menyapa Naura dan mengatakan terima kasih atas kehadirannya.


Tapi bukan itu yang di maksudnya karena Naura tahu bahwa tujuan Gabriela saat ini adalah Alta.


" Oh iya, kami hanya bisa memberikan kado ini saja. Semoga kamu suka dengan hadiahnya." Ujar Naura.


Dia memberikan paper bag yang berisikan perhiasan dari brand terkenal untuk hadiah ulang tahun Gabriela.


Wanita itu menerimanya tapi tatapannya terus saja tertuju pada Alta yang tidak menatap ke arahnya. Pria dingin ini membuatnya penasaran.


" Kenalkan aku Gabriela, aku rekan kerja Naura dan kami satu rumah sakit. Aku juga dokter gigi seperti Naura." Gabriela mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Alta, namun pria itu sama sekali tidak menanggapinya.


Dia hanya melihatnya sekilas lalu kembali fokus pada diri Naura dan tidak berminat sama sekali dengan wanita yang begitu percaya diri di depannya ini.


" Gege..."


" Ya Naura..." Jawab Alta.


Mendengar jawaban dari pria itu saat Naura memanggilnya membuat Gabriella menahan amarah dan emosinya.


Bagaimana bisa pria itu bersikap sehangat itu terhadap Naura sementara terhadap dirinya tidak merespon apapun. Bahkan uluran tangannya saja tidak dijabat sama sekali.


Memangnya seluar biasa apa pesona Naura di mata pria ini hingga membuatnya tidak melihat wanita manapun lagi di depannya.


" Gabriela ingin mengenalkan dirinya pada Gege."


" Lalu?" Tanya Alta.


Melihat gelagatnya saja Alta sudah bisa menilainya bahwa wanita ini adalah wanita yang tidak bisa diganggu. Wanita ini bisa melakukan segala cara untuk mencapai tujuannya.


" Gege--"


" Jika sudah selesai ayo pulang. Aku tidak terbiasa dengan tempat seperti ini dan menurutku itu tidak penting sama sekali. Kamu belum makan malam jadi ayo kita pergi untuk makan malam." Alta menarik tangan Naura untuk pergi meninggalkan tempat itu karena dia tidak nyaman di sana.


Apalagi saat melihat tatapan yang Gabriella tunjukkan padanya. Itu semakin membuat Alta tidak nyaman berada di sana


Naura sendiri merasa tidak enak pada Gabriella karena Alta mengajaknya pergi begitu saja.


" Gege, kenapa mengajakku pergi seperti ini? acaranya belum selesai setidaknya biarkan aku pamit pada Gabriella." Ujar Naura.


Dia tahu bahwa Gabriella memang tidak menyukainya, tapi bukan seperti ini karena itu tidak pantas sama sekali. Mereka pergi meninggalkan pesta tanpa berpamitan seperti ini.


" Naura, aku tahu bahwa dia tidak menyukaimu sama sekali. Bahkan sejak tadi dia tidak menatap ke arah mu melainkan ke arahku. Aku tahu apa yang dipikirkannya saat ini. Dia sama sekali tidak menganggap kehadiranmu di sana jadi untuk apa kamu bertahan di tempat seperti itu."


" Tapi kita harus pamit Gege." Ucap Naura yang berusaha membuat Alta untuk menjelaskan posisi mereka saat ini.


Tapi dasarnya itu Alta, dia tidak akan mau mendengarkan hal yang menurutnya tidak penting seperti ini.


Menurutnya perut Naura jauh lebih penting dari pada hal yang menurutnya tidak penting itu.


Pesta ulang tahun yang tidak ada gunanya. Jika itu 17 tahun mungkin masuk akal untuk di rayakan. Tapi di saat usianya sudah dewasa dan mengadakan acara pesta tidak masuk akal.


Lebih baik uangnya di donasikan karena banyak orang yang membutuhkan itu semua di luar sana.


" Jangan lagi membahas hal ini Naura. Please, kamu harus makan malam dan kita sudah melewatkan jam makan malam. Aku akan menghubungi Daddy mu untuk mengatakan bahwa kita sedang kencan saat ini."


Uhuk...


Naura tersedak saat mendengar Alta mengatakan tentang kencan di antara mereka malam ini.


Sungguh, ini bukan kencan dan ini tidak bisa di kategorikan ke dalam sebuah kencan.


Tapi kencan itu seperti apa? Naura tidak mengetahui apa yang di namakan kencan karena dia tidak pernah melakukan kencan dengan siapa pun.


" Sudah, ayo masuk." Akhirnya Naura masuk ke dalam mobil Alta karena pria itu sudah membukakan pintu mobil untuknya.


...****************...