One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Arisan Mama



Keesokan harinya, tidak lagi pergi ke perusahaan karena masa jabatannya di perusahaan sudah selesai. Dia sudah selesai dengan pekerjaannya di kantor dan membiarkan sang Daddy yang kembali memimpinnya.


Seperti hari ini, dia tidak memiliki jadwal lagi maka dia bersantai di rumah sambil bermalas-malasan.


Baru saja Leo turun ke meja makan untuk sarapan pagi, tiba-tiba saja yang mama sudah membuatnya terkejut bukan main.


"Cepat habiskan makanan kamu karena kita akan pergi ke arisan teman-teman mama, kamu harus ikut menemani mama hari ini."


"What?" pekik Leo yang tidak percaya dengan apa yang mamanya katakan bahwa dia harus menemaninya pergi ke acara seperti itu.


Dia ini laki-laki, lalu bagaimana bisa pergi mamanya untuk pergi arisan seperti itu. Astaga, memikirkannya saja sudah membuat kepalanya terasa pusing.


"Kenapa kamu kaget seperti itu? mama hanya meminta maaf untuk menemani Mama pergi arisan lalu apa masalahnya?" tanya Alicia yang merasa heran dengan reaksi putranya.


"Ya kenapa harus Leo yang ikut? mama akan arisan dan menurut Leo itu akan menyebalkan. Jadi untuk apa Leo ikut mama?"


"Karena saat ini anak mama hanya kamu yang di sini, jadi tidak mungkin mama mengajak anak tetangga." ucap Alicia yang membuat Leo menjawab dengan pelan.


"Apa kita punya tetangga yang bisa mama ajak anaknya untuk pergi?" sindir Leo pada mamanya hingga membuat Alicia mendesah pasrah untuk jawaban putranya.


"Pokoknya, mama tidak ingin tau kamu harus menemani mama pergi arisan. Setidaknya biar mereka tau bahwa mama memiliki anak yang tampan." putus Alicia hingga membuat putranya tidak bisa mengelak lagi.


Alicia terus aja menunggu putranya yang masih belum selesai dengan kegiatan makannya hingga membuat Leo merasa tidak enak makan lagi.


"Sudahlah, ayo berangkat. Hanya hanya karena ingin ditemani pergi arisan saja mama harus membuat Leo tidak selera makan seperti itu."


"Bukan seperti itu saja, hanya saja jika tidak seperti itu kamu tidak akan pernah mau menemani Mama pergi. Lagi apa susahnya hanya menemani Mama pergi arisan saja kamu malas. Percayalah, kamu itu tampan sayang jadi tidak perlu malu untuk pergi bersama mama. Bukankah kamu selalu mengatakan bahwa Mama ini tetap cantik dan kamu lebih memilih pergi bersama mama daripada memilih pergi dengan wanita-wanita di luar sana?"


"Memang!" jawab Lao pada mamanya.


"Lalu masalahnya di mana? sudah dilakukan jika mamanya masih tetap cantik jadi apalagi yang kamu pertimbangkan? sekarang pergi ke kamar kamu dan ganti pakaian kamu. Jangan sampai membuat Mama malu. Pergi ke kantor untuk menjadi cleaning service aja kamu bisa berdandan dengan baik, jadi jangan mengecewakan mama kali ini." ancam Alicia karena dia tahu bagaimana pikiran putranya itu. Leo bisa saja melakukan hal yang tidak tidak karena dia terlalu kesal atau tidak mau dikekang seperti ini maka dari itu Alisa lebih memilih mengancam putranya lebih dulu daripada dia harus kembali mengalami tekanan darah tinggi karena menghadapi tingkah laku Leo.


"Ya, akan memakai jam tangan mahal milik Leo di kedua pergelangan tangan Leo agar terlihat bahwa Leo ini anak orang kaya!" jawabnya yang merasa kesal dengan perintah sama.


Sedangkan Alicia, dia tidak terpengaruh sama sekali dengan jawaban putranya itu dan malah menjawab dengan pernyataan yang membuatnya tidak habis pikir untuk itu.


"Bukan hal buruk!"


"What?" pekik Leo yang semakin tidak habis pikir dengan tingkah mamanya.


Karena sudah terlanjur kesal, Leo memilih untuk pergi ke kamarnya dan berganti pakaian bahwa dia siap untuk menemani wanita itu pergi membuang waktu bersama teman-temannya yang tidak penting itu.


Betapa kagetnya Alicia ketika melihat putranya yang sudah berdiri diam di depannya saat ini.



"Bagaimana? apa menurut mama ini masih kurang?" tanya leo pada mamanya dengan penampilannya yang baru kali ini.


Senyum alisnya lagu Alicia langsung mengembang dengan sempurna ketika melihat penampilan putranya yang sudah tampil dengan setelan kerennya.


Melihat mamanya entar senyum-senyum seperti itu membuat Leo langsung berdecak kesal.


"Cih, menyebalkan sekali senyuman mama itu. Sudah ayo kita berangkat. Ingat, Leo mau pergi bersama mama dengan satu syarat."


"Apa?" tanya Alicia tanpa rasa curiga sedikitpun karena dia tahu bahwa putranya tidak akan melakukan hal yang tidak tidak padanya.


"Jangan pernah menceritakan apapun tentang kehidupan pribadi Leo karena dia tidak. Terserah apa yang akan teman-teman Mama lakukan tapi yang pasti Mama tidak boleh ikut campur dalam urusan pribadi beliau termasuk calon jodoh atau apapun itu. Kita sudah sepakat karena Mama dan Daddy sudah berjanji pada Leo bahwa kalian berdua tidak akan pernah ikut campur dalam apapun yang berhubungan dengan kehidupan pribadi Leo." Alicia menganggukkan kepalanya karena mereka sudah sepakat bahwa sebagai orang tua, Alicia dan Leon tidak akan mengingkari janji mereka bahwa mereka akan membiarkan putra mereka mencari pasangan hidupnya sendiri.


"Oke." jawab Alicia.


Mereka langsung menuju ke tempat di mana arisan diadakan dan betapa kagetnya Leo ketika sampai di sana bahwa ada beberapa orang anak laki-laki yang juga ikut menemani ibu mereka ke acara arisan seperti ini.


Sungguh, rasanya Leo benar-benar tidak percaya ketika melihat semua ini. Mereka di sini di sini ikut bersama orang tuanya dan menemani mereka membuang waktu seperti ini. Jika bukan karena Leo takut pada mamanya saja dia tidak akan pernah mau pergi ke tempat seperti ini.


Apalagi lihat, bahkan beberapa anak perempuan dari teman mamanya sudah menatap ke arahnya saat ini.


"Tenang saja, abaikan saja mereka jika kamu tidak peduli. Tapi jika kamu tertarik pada salah satu dari mereka itu juga tidak buruk." Leo hanya memutar kedua bola matanya dengan malas ketika mendengar jawaban dari mamanya.


Jika wanita itu bukan mamanya sudah sejak tadi Leo meninggalkannya di pinggir jalan karena terlalu cerewet. Tapi mau bagaimanapun Mama Alicia tetap menjadi wanita terbaik dalam hidupnya karena memang itu kenyataannya.


"Mama, please jangan mengatakan hal yang tidak-tidak lagi. Kita sudah sepakat untuk ini semua."


"Mama tidak mengatakan hal apapun. Jadi sudahlah, ayo masuk." Leo di paksa masuk dan ikut bergabung bersama mereka semua di sana walau rasanya sangat malas dengan semua ini.


"Hay semuanya, kenalkan ini putra ku, Leonard Casio." ucap Alicia memperkenalkan putrinya pada mereka semua karena beberapa orang dari teman-temannya tidak percaya bahwa Alicia memiliki putra yang sangat tampan karena mereka hanya tahu bahwa Alicia yang memiliki seorang putri yang mereka sudah mengetahui bagaimana kecantikan Naura.


"Waw, putramu sangat tampan Alicia, apa kita kita menjadi besan?"


"Tidak karena aku tidak menyukai anak nyonya!" sarkas Leo yang langsung memutuskan harapan wanita itu.