One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
Sah



Mereka berdua menaiki satu persatu anak tangga yang berada di depan mereka saat ini.


Dari apa yang dilihat Alicia, semuanya tertata dengan begitu rapi dan tersusun dengan indah.



" Tersenyumlah dan jangan pernah berani menunjukkan wajah tidak sedap dipandang mu ini. Aku begitu banyak mengeluarkan uang untuk semua ini jadi jangan pernah mengecewakanku. Bahkan hiasan kepalamu itu saja tidak seberapa dengan semua hutang-hutangmu dan semuanya sudah ku bayarkan pada wanita." Ucap Leon.


Dia terus menggandeng tangan wanita itu untuk menaiki satu persatu anak tangga yang berada di depan mereka saat ini.


Setiap langkah mereka diiringi dengan musik klasik yang sangat romantis. Semua itu terlihat sangat indah dan menggambarkan semua kebahagiaan tapi tidak dengan apa yang dirasakan Alicia saat ini.


Perasaannya hampa, dia tidak tahu apakah dia harus berbahagia atau tidak.


" Selangkah lagi Alicia, selangkah lagi kita akan menjadi sepasang suami istri. Jangan pernah mengecewakanku untuk hal itu." Mereka berdua sudah sampai tempat di mana mereka akan mengucapkan janji suci nanti.


Alicia diberikan sebuah kertas yang sudah bertuliskan tentang janji suci yang akan mereka ucapkan.


Begitu juga dengan Leon, tepat saat membuka agama dan saksi pernikahan mereka bertanya apakah Alicia siap untuk pernikahan ini di situ juga Leon merasakan detak jantung yang berdebar dengan kencang.


Dia takut jika alis yang mengatakan bahwa dia tidak siap untuk menikah dengannya dan merasa bahwa pernikahan ini tidak sah karena ada keterpaksaan di dalamnya.


Tapi di luar apa yang Leon pikirkan karena Alicia menjawab dengan lugas bahwa di siap menikah dengan pria ini tanpa paksaan sedikit pun.


" Saya siap." Jawab Alicia dengan yakin.


Mendengar jawaban dari Alicia membuat Leon bisa bernafas lega.


" Kau harus membayar mahal untuk ini Leon." Ucap Alicia dal hatinya.


Dia benar-benar merasa tenang saya mendengar jawaban dari Alicia yang bersedia menikah dengannya walau dia tau bahwa wanita itu tidak benar-benar melakukan itu dengan senang hati.


Kini sudah saatnya di mana mereka akan mengucapkan janji suci pernikahan di antara mereka berdua.


" Aku, Leonardo Casio bersumpah atas nama Tuhan, bahwa aku menerima Alicia Young sebagai istri ku dan mencintainya seumur hidup ku. Mengasihinya, menyayanginya dan menjaganya. Aku menerimanya dengan sadar ku." Ucap Leon dengan suara lantangnya.


Entah mengapa rasanya Alicia seperti merasa bahwa dia menjadi wanita yang paling beruntung karena di nikahi oleh Leon.


Walau ini pernikahan yang di dasari atas keterpaksaan, tapi dia merasa bahwa dirinya juga merasa bahagia karena menikah dengan Leon.


Itu pemikiran Alicia sendiri, dia tidak mengetahui bahwa yang di rasakan Leon saat ini yang merasa begitu bahagia karena bisa menikah dengan Alicia.


Dan saat Alicia hendak mengucapkan janji sucinya, Leon seperti merasakan ketegangan yang luar biasa.


Dia takut jika Alicia akan salah mengucapkan janji suci mereka.


" Aku, Alicia Young bersumpah atas nama Tuhan, bahwa aku menerima Leonardo Casio sebagai suami ku dan mencintainya seumur hidup ku. Mengasihinya, menyayanginya dan menjaganya. Aku menerimanya dengan sadar ku." Ucap Alicia dengan lugas.


Tidak ada keraguan sedikit pun dari apa yang dirasakannya saat ini karena dia merasa bahwa dirinya bisa dengan mudah mengucapkan semua itu.


" Sekarang kalian berdua telah sah menjadi sepasang suami istri." Ucap pembuka agama yang menikahkan mereka berdua.


Baik Leon maupun Alicia, keduanya seperti merasa bahwa mereka telah berhasil melewati semua perasaan ketakutan ini.


" Sekarang, kalian boleh berciuman." Leon maju selangkah dan dia membuka kain veil yang menutupi wajah Alicia yang sudah sah menjadi istrinya.


Perlahan wajah Leon semakin mendekat hingga bibir mereka berdua menyatu dan Leon mulai menggerakkan bibirnya untuk mencium sang istri.


Begitu juga dengan Alicia yang tanpa sadar membalas ciuman dari pria yang baru saja menikahinya itu.


Musik kembali mengalun dengan indah ketika mereka berdua sudah melepas tautan bibir keduanya.


Leon dan Alicia saling menatap untuk menyelami perasaan mereka masing-masing sampai dia melihat bahwa tidak ada lagi Leon yang bersikap baik dengannya karena kini hanya ada Leon dengan raut wajah datarnya.


...****************...


Nb: Kalau ada typo langsung tag komen ya rakyat noveltoon😊