
Entah mengapa rasanya Leo ingin pergi ke kamar kedua orang tuanya, tempat dimana Daddy-nya di rawat.
Ceklek...
Leo memberanikan dirinya untuk masuk ke ruangan tersebut dan melihat keadaan pria yang sudah lama tidak dilihatnya.
Tidak terasa sudah sebulan lamanya pria itu berada di atas tempat tidur seperti yang di lihatnya saat ini.
Di hampirinya Leon dengan perasaan yang gugup. Entah mengapa Leo merasa bahwa dia memang harus melakukan hal ini. beliau berpikir bahwa dia melakukan ini untuk kedua orang tuanya agar mereka bisa kembali bersatu lagi walau dia tahu jika mamanya mengetahui apa yang dilakukannya saat ini mereka habislah Leo.
Mamanya itu akan marah besar karena mengetahui bahwa anak-anaknya masuk ke alam kamarnya saat ini.
" Daddy...how are you?" Tanya Leo saat melihat pria itu yang masih tertidur di atas tempat tidur yang dulunya sering mereka tiduri berempat dan sekarang semua itu tidak ada lagi.
" Aku harap Daddy akan baik-baik saja agar mama juga baik-baik saja Dad." Ucap Leo.
Dia terus aja bercerita apa yang ingin diceritakannya saat ini karena dia juga sangat merindukan pria itu. Pria yang selalu menjadi support sistem terbesar baginya untuk mencapai semua cita-cita yang diimpikannya selama ini.
" Dad, apa Daddy tau jika mama sering pulang malam?" Leo kembali bertanya apa Daddy-nya seolah pria itu bisa menjawabnya saat ini.
" Mama sering pulang malam dan itu terlihat sangat melelahkan. Mama juga sudah tidak pernah menangis lagi. Tapi sebagai gantinya Mama akan selalu memarahi kamu berdua. Apa Daddy tidak ingin bangun dan melihat Mama? bagaimana jika mama selingkuh? tidak, bukan selingkuh. Mama tidak pernah berselingkuh dari banyak pria yang mengajaknya selingkuh."
Deg
Leo sengaja mengatakan dengan begitu mudahnya bahwa mamanya saat ini banyak yang mengajak berselingkuh.
Luar biasa sekali bukan anak mu itu Leon?
" Dad, mama terlihat sangat luar biasa sekali jika sedang bekerja. Leo pernah mendapatkan satu buah foto mama saat mereka berada di ruangan meeting. Paman Roy yang mengirimkan foto mama yang sangat cantik itu pada Leo sendiri. Sungguh Dad, Mama sangat cantik luar biasa." Ucap Leo lagi tanpa mengetahui apa yang tengah di rasakan pria itu.
Daranya seperti mendidih dan jantungnya juga seperti hendak meledak saat ini.
Dia ingin bangkit tapi entah mengapa rasanya sulit sekali. Sulit sekali bagi lengan hanya untuk menggerakkan satu buah jaringan saja.
Bahkan kedua matanya juga terus berusaha untuk terbuka agar putranya itu tau bahwa saat ini dia sedang berada di salak kobaran api yang sangat luar biasa.
" Dad, aku dengar mama juga mendapatkan undangan dalam acara bisnis dan Daddy tau bukan bagaimana di luar sana?" Sungguh rasanya Leon sudah benar-benar tidak sanggup lagi untuk menahan ini semua.
Semua rasa sakitnya yang bahkan dari semua itu rasa cemburu Leon lah yang sangat mengerikan.
" Dad, Leo tidak berbohong Dad. Mama itu terlihat sangat cantik dan luar biasa. Apa Daddy tidak ingin membuka mata Daddy dan melihat mama? Mama itu sangat cantik dad, jadi jangan beranggapan bahwa Leo tidak pernah memberitahukan pada papa karena papa sendiri yang tidak ingin bangun dan membuka mata Daddy."
...****************...