One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Teman Baru



Sean sedang duduk di meja belajarnya, dan hendak menyantap bekal makan siang miliknya. Namun, saja Ndak menyantap bekal makan sehat tiba-tiba saja ada dua orang anak laki-laki yang datang menghampirinya dan mereka juga membawa kotak bekal mereka kemeja miliknya.


Melihat ada anak yang membawa kotak bekal dan memakan bekal makan siang di kelas membuat kedua anak laki-laki itu langsung menghampiri Sean.


"Apa ini?" tanya Sean ketika melihat ada dua orang anak laki-laki yang datang menghampiri mejanya.


"Aku Damian, dan ini teman ku, namanya-"


"Jackson." lanjut anak itu. Mereka langsung berusaha menganggarkan diri dengannya dan itu membuat Sean merasa senang. Dia senang karena langsung memiliki teman di sekolahnya. Tidak seperti saat dia bersekolah di sekolah biasa tinggal di panti asuhan.


"Oh, oke. Aku Sean," mereka bertiga langsung berkenalan Dan tiba-tiba saya merasa cocok untuk menjadi teman. Ketiganya terlihat sangat cocok sekali sampai tiba-tiba ada beberapa orang anak laki-laki datang menghampiri mereka dan menatap mereka dengan tatapan tidak suka.


"Oh, jadi ini yang anak angkat orang kaya itu?" ucapnya dengan penuh kesombongan tapi tidak ditanggapi lebih oleh Sean. Dia bahkan tidak menganggapnya sama sekali karena menurutnya itu tidak penting.


Daddy-nya sudah mengatakan untuk tidak memikirkan apapun yang orang lain katakan tentang, karena mereka sangat menyayanginya dan mereka tidak pernah membeda-bedakan antara Sean dan juga anak dari keluarga mereka.


"Aku memang anak yang diadopsi dari panti asuhan lalu apa urusannya dengan kamu? apa kamu juga anak panti asuhan?" tanya Sean yang langsung membuat anak laki-laki itu merasa kesal.


Ini adalah pertama kali dalam hidupnya ada anak yang berani melawannya seperti itu dan dia merasa tersaingi oleh Sean. Apalagi beberapa dari anak perempuan di sekolah ini banyak membicarakan tentang dirinya.


"Kau, jangan karena keluarga besarmu adalah Casio, kau pikir aku takut dengan dirimu. Jangan berpikir bahwa kau bisa berlindung dari nama besar keluargamu!"


"Ayolah, aku tidak kenal siapa dirimu dan aku tidak pernah berbuat masalah apapun karena ini adalah hari pertamaku berada di sekolah. Aku bahkan baru saja berkenalan dengan mereka berdua Dan aku juga baru mengetahui jika nama mereka adalah Demian dan juga Jackson. Lalu apa masalah kamu?" jawab Sean lagi. Dia terlihat tidak takut sama sekali dengan anak laki-laki itu karena menurutnya tidak ada yang harus ditakutinya jika memang dia tidak bersalah.


Apa pun akan Sean lakukan karena memang dia tidak bersalah untuk membela dirinya sendiri.


"Jangan gegabah Lexus, kau bisa mendapatkan hukuman dari kepala sekolah. Jadi biarkan saja mereka. Ayo kita pergi!"


"Aku akan membalasmu suatu saat nanti!" ancam Jackson.


Dia benar-benar tidak suka dengan kehadiran Sean di sekolah ini. Apalagi katanya anak ini banyak menguasai olahraga, jadi Jackson merasa tersaingi dengan Sean.


Setelah mereka pergi, Sean kembali melanjutkan kegiatan makan siang ya karena memang dia sudah sangat. Mereka melanjutkan makan siang mereka dengan diiringi beberapa perbincangan di antara mereka bertiga saat ini. Terutama tentang Sean yang bisa di angkat oleh anak orang kaya di kota mereka.


Ya, siapa yang tidak penasaran dengan kehidupan salah satu orang terkaya di kota mereka dan bisnisnya juga sangat terkenal. Mungkin keluarga mereka akan merasa bangga karena bisa berteman dengan Sean yang notabene salah satu anggota keluarga Casio.


"Tidak ada yang menarik karena mereka tidak pernah membicarakan tentang kekayaan. Mereka itu sangat tulus dan cinta kasih keluarga mereka sangat luar biasa. Aku bangga pada diriku sendiri karena bisa menjadi bagian dari keluarga mereka. Jika aku tidak memikirkan harta mereka itu bohong, karena aku membutuhkan harta dan kekuasaan mereka untuk meraih cita-citaku. Mereka memberikan jalan yang baik untukku agar bisa meraih cita-citaku dengan begitu mudah." jawaban dari Sean membuat Damian dsn juga Jackson hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya saja. Jawaban yang sangat luar biasa dan masuk di akal bagi mereka. Sangat mudah untuk di pahami dan Sean sangat beruntung bisa mendapatkan keluarga seperti Casio. Keluarga yang sangat terkenal dan memiliki begitu banyak pengaruh di kota besar ini.


"Lalu siapa kalian? aku menjadi penasaran sebesar apa pengaruh keluarga baruku kenapa banyak orang yang mengetahuinya. Aku hanya mengetahui bahwa keluargaku memiliki pusat perbelanjaan yang sangat besar."


"Kau hanya mengetahui bahwa keluargamu memiliki pusat perbelanjaan yang sangat besar. Kau belum mengetahuinya jika mereka memiliki hotel-hotel dan resort yang mewah di beberapa kota di negara ini. Mereka itu menjalin hubungan baik dengan keluarga kaya di Eropa. Coba kau lihat dan cari tau saja keluarga besar Cristian Alexander Guero, mereka itu keluarga paling berpengaruh di Eropa. Sepak terjang mereka tidak di ragukan lagi dan banyak perusahaan-perusahaan besar yang mau mencoba untuk menjalin kerjasama dengan klan Alexander, tapi tidak semudah itu untuk mendapatkannya." Sean merasa kaget dengan pembicaraan mereka saat ini.


Mereka baru berusia 10 tahun tapi pembicaraan mereka sudah seputar bisnis. Sean jadi berpikir apakah seperti ini pembicaraan di antara anak-anak orang kaya?


"Aku tidak tau, mungkin nanti aku akan bertanya pada Daddy. Jadi sudahlah, ayo habiskan makan siangnya." Mereka benar-benar menghabiskan bekal makan siang mereka.


Sean, Damian dan juga Jackson, mereka langsung menjadi teman karena memang Sean merasa bahwa dia merasa nyaman dengan teman barunya.


Mereka terlihat langsung bisa menyesuaikan diri dengan begitu baik. Apalagi ketika jam istirahat selesai mereka kembali melanjutkan mata pelajaran dan Sean langsung maju ke depan karena merasa bahwa dia bisa dan mampu menyelesaikan soal itu.


Setelah Sean menyelesaikan soal tersebut, tepuk tangan langsung terdengar riuh karena anak baru itu bisa dan mampu menyesuaikan dirinya dengan sekolah barunya.


"Terima kasih Sean,"


"Sama-sama sir," jawab Sean setelah dia selesai menyelesaikan soalnya.


Damian dan Jackson menjadi tim hore yang sangat heboh karena teman baru mereka sangat pintar dan itu membuat mereka merasa bangga bisa berteman dengan Sean.


"Nilai kita aman Jack, nilai kita aman!" ucap Damian dengan begitu hebohnya sedangkan Sean sendiri hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya saja ketika melihat respon teman barunya.


"Kau ini, bagaimana jika Sean dengar? Aku takut jika Sean mendengarnya dia akan marah dan tidak mau berteman dengan Kuta lagi."


"Tidak akan! Aku yakin jika Sean tidak mungkin berpikir seperti itu. Jadi santai saja bung!"


***