
Mereka sudah duduk di tempat di mana sesuai dengan undangan yang mereka terima.
Kali ini, Leon dan juga Alicia tengah menunggu pengumuman 10 besar siswa-siswi yang berprestasi tahun ini dan mereka berharap bahwa Naura mendapatkan 10 besar dari tempat tersebut.
" Aku gugup sekali. Bagaimana jika Naura tidak masuk 10 besar?" Tanya Alicia yang merasa pesimis dengan dirinya sendiri.
Dia takut jika Naura tidak mendapatkan peringkat 10 besar maka Putri kecilnya itu akan merasa bersedih.
Alicia tahu betul bagaimana perjuangan dan kerja keras putrinya untuk bisa mencapai 10 besar itu. Jadi Alicia tidak sanggup membayangkan bagaimana jika Naura kecewa nantinya.
" Percayalah, bahwa Naura kita bisa menembus 10 besar. Mau bertaruh?" Alicia memberikan bombastic side eyes pada suaminya saat mendengar pria itu mengajaknya bertaruh.
" Kita sedang berada di acara kelulusan putrimu lalu bagaimana bisa kau mengajakku bertarung di saat-saat seperti ini. Seharusnya kau mengatakan padaku dan membuatku tenang bahwa putriku bisa mencapai 10 besar itu bukan hanya mengajakku bertaruh." Ucap Alicia merasa kesal dengan suaminya.
Bagaimana tidak kesal pada suaminya jika di saat-saat dia merasa khawatir seperti ini pria itu malah mengajaknya bertaruh.
" Aku yakin cinta putriku bisa menembus 10 besar itu bahkan dia bisa masuk 5 besar. Aku yang mengajarinya lalu untuk apa dia melakukan les setiap harinya jika dia tidak bisa mencapai 10 besar. Jadi ayo bertaruh, jika Naura bisa menembus 5 besar maka kau harus bergerak semalaman di atas ku dan memakai pakaian kucing yang ku inginkan."
Plak!
Alicia langsung memukul paha suaminya karena dia terlalu kesasar apa yang pria itu katakan.
Apalagi saat melihat putranya yang tengah menghadap ke arah mereka saat ini.
" Otak mu itu. Bisa-bisanya kamu mengatakan tentang hal seperti itu di depan Leo. Lihatlah, jika dia bertanya tidak tidak maka kamu yang akan menjawabnya." Ucap Alicia lagi.
Dia sudah sangat lelah untuk menghadapi Leo jadi jika putranya itu bertanya tentang hal yang tidak tidak padanya maka biarkan pria itu akan menjawabnya karena Alicia tidak ingin menjawabnya karena Leo itu akan bertanya sampai putus.
" Astaga. Aku baru mengingatnya bahwa ada Leo di sini."
" Leo, memangnya ada apa dengan Leo? kenapa Leo tidak boleh mengetahuinya. Apa yang Daddy maksud dengan baju kucing? apa Daddy akan--hemphhh..." Mulut Leo hubungkan oleh Leon saat putranya itu terus saja berbicara seperti itu.
Lihatlah, bahkan saat ini banyak tatapan mata yang melihat ke arah mereka.
" Berhenti mempertanyakan hal seperti itu Leo. Kamu masih kecil jadi yang membahas tentang hal itu lagi." Ucap Leon dengan berbisik di telinga putranya.
Dia tidak ingin Leo terus saja bertahan tentang hal yang tidak tidak pada mereka berdua yang akan mengundang rasa penasaran para tamu undangan di sini.
Mereka kembali fokus pada acara saat ini karena sang pembawa acara sudah menyebutkan satu persatu nama siswa dan siswi yang menempati peringkat 10 besar.
" Astaga, nama putriku tidak ada di 5 besar. Bagaimana ini? Ini hanya tinggal 3 besar Leon. Bagaimana jika Naura tidak bisa menembus semuanya?" Tanya Alicia dengan panik.
Dia sudah sangat panik karena tidak mendengar satu pun nama putrinya disebut untuk menduduki peringkat 10 sampai 4 besar.
Dia melihat ke arah kedua orang tuanya lebih tepatnya pada sang mama dan dia hanya bisa menundukkan kepalanya saja.
Melihat siapa Naura yang terlihat bersalah padanya membuat Alicia langsung mengacungi kedua ibu jarinya pada Putri cantiknya.
Alicia tahu bahwa saat ini putrinya itu merasa sangat bersalah dan menyesal karena tidak bisa menjadi apa yang diinginkan mereka semua.
" I Love you..." Ucap Alicia dengan gerakan bibirnya saja dan itu ditangkap oleh Naura.
Putri cantiknya Alicia itu menangkap apa yang dikatakannya. Naura merasa lebih tenang saat mendapatkan kata-kata cinta dari mama tercintanya.
Nama sudah kembali disebut tiba saatnya untuk menyebutkan nama terakhir.
" Bolehkah jika aku berharap bahwa Putri kita yang menempati peringkat pertama? bolehkah aku berharap demikian Leon?" Tanya Alicia.
Dia benar-benar sangat berharap bahwa Naura bisa menempati posisi pertama.
" Aku yakin, Naura pasti menempati posisi pertama. Jika tidak, mungkin memang mereka jauh lebih pintar dari Naura." Leon berusaha untuk menenangkan istrinya.
Begitu juga dengan Naura saat ini, diagramnya sudah patah semangat dan kehilangan arah karena dia tidak bisa menembus tempat 10 besar itu dan rasanya dia juga tidak mungkin bisa menduduki posisi pertama.
Bahkan Billie jelas-jelas sangat pintar saja hanya menempati posisi 2, lalu bagaimana dengan dirinya?
Rasanya itu sangat tidak mungkin sekali bukan?
" Dan beri tepuk tangan yang meriah untuk juara umum kita tahun, Naura Leona Casio..."
Deg!
Jantung Naura seperti berhenti berdetak saat mendengar namanya dipanggil untuk menempati posisi pertama.
Alicia langsung berdiri dan berteriak meneriaki nama putrinya bahwa dia benar-benar bangga dengan usaha Naura.
" Naura sayang, mama sayang kamu nak..." Alicia berteriak untuk meneriaki nama putrinya agar Naura sadar bahwa dia telah berhasil mencapai impiannya.
Apa yang dilakukannya selama ini tidak sia-sia. Naura telah berhasil.
" Beri tepuk tangan yang meriah untuk juara umum kita tahun ini, Selamat kepala Naura kelas XI A+." Gemuruh tepuk tangan mengiringi langkah Naura untuk maju ke podium.
Dia benar-benar tidak percaya bahwa di bisa mendapatkan semua ini di saat dia meras bahwa dirinya tidak mampu bersaing dengan mereka semua.
...****************...