One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Wanita Menyebalkan



"Sayang,g ayo bangun." panggil Naura pada suaminya yang belum juga bangun dari tidurnya. Semalaman mereka berperang di atas tempat tidur hingga membuat pria itu tidak bisa bangun pagi ini.


Bukan karena lelah, tapi Alta merasa ngantuk karena melewatkan jam tidurnya.


Seperti pagi ini, pria itu belum juga bangun padahal hari sudah siang dan suami Naura itu sudah terlambat untuk pergi ke kantor.


"Sayang, hey...ayo bangun." ucap Naura lagi yang berusaha untuk terus membangunkan suaminya. Banyak cara yang sudah dilakukannya dari memberi kecupan di pipinya, membelai rambutnya, bahkan menutupi hidungnya pun sudah Naura lakukan tapi pria itu malah berbalik arah dan memunggunginya.


"Sayang..." panggil Naura lagi yang entah ke berapa kalinya agar pria itu mau bangun namun tidak juga terbangun.


"Alta sayang, Gege..."


"15 menit lagi sayang. Biarkan aku tidur karena aku benar-benar sangat ngantuk. Aku tidak bisa membuka mataku saat ini." ucap Alta pada istrinya.


Dia berharap bahwa istrinya itu akan pergi meninggalkannya dan membiarkannya tidur pagi ini karena dia benar-benar membutuhkan hal itu.


Merasa kasihan dengan suaminya akhirnya Naura lebih memilih untuk pergi meninggalkannya. Mungkin memang benar bahwa suaminya ini mengantuk karena tadi malam dia pun seperti itu. Mereka begitu banyak menghabiskan waktu bersama hingga jam 03.00 pagi. Jadi Naura memakluminya.


Dia pun memilih untuk pergi meninggalkan suaminya dan menyiapkan sarapan lebih dulu. Setelahnya baru kembali ke kamar mereka untuk membangunkan suaminya.


Tak lama setelah kepergiannya Alta kembali tidur namun tak lama kemudian bangun karena tidak bisa tidur lagi.


"Oh ****! bisa-bisanya aku kesiangan seperti ini." ucap Alta saat sia terbangun dengan keadaan kepala yang pusing seperti habis mabuk.


Entah bagaimana rasanya mabuk, yang apati Alta tidak berhubungan dengan barang-barang haram seperti itu. Bahkan wine saja pun dia tidak meminumnya dengan alasan takut mabuk.


Tak jarang dari keluarganya yang selalu mengucilkan dirinya karena dia yang tidak bisa minum. Jika itu Reyden, sudah pasti dia tahan banting dengan hal seperti itu karena dia sudah terbiasa melakukannya.


"Sayang sudah bangun?" tanya Naura yang baru saja masuk ke dalam kamarnya.


Alta sendiri yang kaget langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang masih telanjang saat ini. Dia sudah seperti gadis yang baru diperawani saja.


Melihat , reaksi suaminya yang seperti itu membuat Naura tertawa. Entah mengapa rasanya lucu sekali melihat suaminya yang bersikap malu seperti itu padahal mereka sudah sering melakukannya.


"Ini handuknya dan segera susul aku ke kamar mandi oke. Aku penyiapan air mandi untuk Gege." ucap Naura pada suaminya.


Alta sendiri menerima handuk dari istrinya, setelah wanita itu benar-benar masuk ke dalam kamar mandi dia langsung buru-buru turun dari tempat tidur untuk memakai handuknya.


"Cih, aku benar-benar seperti gadis perawan yang baru saja kehilangan mahkotaku. Entahlah, mengerikan sekali istriku itu." ucapnya yang masih tidak habis pikir dengan istrinya. Naura sangat berbeda sekali apalagi dengan dirinya yang bergerak liar di atas pangkuan Alta.


Sungguh, Alta itu tidak menyangka dengan semua ini.


"Sayang, airnya sudah siap."


tersenyum saat dia melihat suaminya yang baru saja datang ke kamar mandi dalam keadaan berantakan seperti itu.


"Sini, aku akan bantu kamu untuk mandi. Kita bisa sambil bercerita disini."


"Tidak perlu sayang. Aku bisa mandi sendiri." tolak Alta dengan cepat. Dia takut jika Naura kembali membantunya mandi maka akan terjadi pertempuran lagi dan rasanya Alta benar-benar tidak sanggup mengimbangi gairah sang istri yang semakin hari semakin mengerikan.


"Aku berjanji bahwa tidak akan ada yang terjadi apapun dengan kamar. Aku sudah rapi seperti ini dan mungkin sebentar lagi Mama dan Leo akan sampai. Jadi kita harus menyambut kedatangan mereka." ucap Naura seraya menarik lengan suaminya hingga membuat pria itu langsung masuk ke dalam bathub yang sudah di isi dengan air hangat dan sabun aroma tetapi kesukaan suaminya.


"Aku akan memijat kepala Gege agar tidak pusing lagi." Naura pun melakukannya. Dia memijat kepala suaminya berharap apa yang dilakukannya saat ini bisa mengurangi rasa sakit di kepalanya.


Naura memberikan pijatan di sekitar punggung hingga kepala suaminya karena dia tahu bahwa saat ini pria itu membutuhkannya.


"Terima kasih sayang." ucap Alta untuk istrinya dengan mata yang terpejam. Apa yang orang lakukan benar-benar sangat dibutuhkannya saat ini. Alta merasa bahwa dirinya benar-benar lelah dan membutuhkan pijatan-pijatan manja seperti ini dan itu dilakukan oleh istrinya.


Entah bagaimana lagi Alta harus bersyukur pada Tuhan karena telah mendapatkan istri yang luar biasa seperti Naura. Tapi yang pasti Alta tidak akan pernah menyia-nyiakan istrinya.


"Gege lelah?" tanya Naura pada suami yang terlihat begitu menikmati pijatan darinya.


"Aku lelah sayang. Sungguh, dengan apa yang kita lakukan tadi malam. Yang membuatku heran adalah bagaimana bisa kamu bersikap seperti itu tadi malam dan kenapa kamu mengalami banyak perubahan dari segi apapun terutama dalam segi ranjang."


"Hehehe...aku hanya melihat video yang diberikan aunty yang rambutnya pirang wajahnya Asia. Siapa itu, aku lupa yang suaminya bertato." jelas Naura. Dia menceritakan pada suaminya bahwa dia mendapatkan video-video seperti itu dari grup keluarga mereka di mana di sana ada wanita yang berambut pirang.


"Siapa? jangan bilang itu tante Raina?" tanya Alta dengan terkejut.


"Ya, itu Tante Raina." jawab Naura hingga membuat Alta langsung mengalihkan pandangannya hingga menghadap sang istri.


"Kenapa melihatku seperti itu sayang? memangnya ada apa?" tanya novel yang merasa aneh dengan tatapan suaminya saat ini.


Mendapatkan pertanyaan seperti itu dari istrinya benar-benar membuat harta tidak habis pikir. Lagi pula bagaimana bisa tantenya memberikan istrinya yang polos ini Vidio 21+ seperti itu.


"Seharusnya ada yang bertanya seperti itu sayang. Kenapa bisa kamu bergabung di grup keluarga, apalagi isinya wanita-wanita yang menyebalkan. Di sana ada aunty Raina, lalu ada aunty Alisa, dan yang lainnya hanya anggota sementara mereka berdua yang aku sebutkan tadi adalah adminnya. Dari apa yang aku dengar, setiap akhir pekan, mereka akan selalu pamer gaun malam mana yang akan mereka pakai untuk menggaet hati suami mereka. Jika setelah itu mereka mendapatkan hadiah dari suami mereka, mereka akan kembali bertanding milik siapa yang paling mahal. Jadi bisa membayangkan bagaimana isinya?" tanya Alta pada istrinya yang belum mengetahui apa maksud dari isi group keluarga tersebut..


"Aku tau sayang, makanya aku memakai gaun itu tadi malam dan memuaskan kamu dan sekarang ayo berikan hadiah pertama untuk ku karena aku akan mengirimkan pada mereka apa hadiah pertama ku dari kamu."


plak!


"Astaga Naura..." ucap Alta dengan frustasi hingga memukul keningnya.


Dia benar-benar tidak mengerti ternyata istrinya melakukan hal itu tadi malam hanya untuk mendapatkan hadiah pertamanya sebagai seorang istri karena telah melayani suaminya.