
Leo benar-bener sangat bahagia saat ini ketika mendengar apa yang terkatakan. Dia tidak percaya jika Tuhan secepat ini memberikan amanah pada mereka. Dia terus saja menatap pada istrinya yang sedang berbaring di atas tempat tidur saat ini. Sungguh, rasanya Leo benar-benar tidak percaya jika dia bisa mendapatkan hal seperti ini.
"Kamu kenapa sih?" tanya Jasmine ketika melihat suaminya yang terus saja mengusap perutnya sejak tadi. Jasmine sendiri belum mengetahui jika saat ini dia sedang mengandung karena sebentar lagi mereka akan pergi ke dokter kandungan untuk memeriksakan keadaan calon anak mereka.
"Oh aku baru ingat sekarang. Aku belum mengatakannya pada kamu jika saat ini kamu sedang mengandung."
"Hah?" Jasmine terlihat kaget ketika mendengar apa yang suaminya katakan. Dia masih belum percaya dan dia berharap bahwa itu hanya salah pendengaran saja karena dia tidak ingin terlalu berharap untuk semua itu. sudah terlalu berharap nantinya kenyataannya tidak seperti itu hingga membuatnya merasa kecewa begitu juga dengan Leo nanti.
"Iya sayang, saat ini kamu sedang hamil. Kamu mengandung buah cinta kita berdua Dan saat ini dia sedang hidup di dalam rahim kamu."
Jasmine terdiam ketika mendengar apa yang Leo katakan. Dia masih tidak percaya dengan semua ini. Sebagai seorang wanita pasti dia sangat merasa bahagia ketika mengetahui ada seorang malaikat yang Tuhan titipkan ke rahimnya. Tapi yang menjadi ketakutannya saat ini adalah apa dia bisa menjadi ibu yang baik bagi malaikat kecil itu nantinya? ketakutan itu membuat Jasmine merasa tidak percaya diri. Kekurangannya adalah ketidakpercayaan dirinya. Itu yang menjadi kekurangan dari seorang Jasmine.
"Hey, kenapa kamu menangis?" tanya Leo yang langsung memeluk istrinya. Dia langsung memeluk Jasmine dan memberikan kekuatan bagi istrinya. Dia tahu bahwa saat ini apa yang jelas merasakan itu sangat berat dan mungkin saja ke depannya akan semakin berat karena dari yang beliau baca bahwa orang mengandung itu menanggung begitu banyak beban maka sebisa mungkin dia akan membuat istrinya merasa nyaman dan tenang ketika menjalani kehamilannya.
"Aku tidak menangis. Aku hanya merasa bahagia karena aku bisa menjadi salah satu wanita yang Tuhan percaya. Tapi menjadi ketakutanku adalah apa aku bisa mengurus malaikat kecil itu nantinya? aku takut jika suatu saat-"
"Tidak ada yang harus ditakutkan. Kamu memiliki ibu yang hebat dan aku juga akan meminta pada mamaku untuk terus memandang kamu dan menjaga kamu selama masa kehamilan kamu. Banyak orang-orang di sekitar yang kamu yang menyayangi kamu Jasmine. Keluargaku juga keluargamu. Lalu ada mommy dan Daddy Claudia yang pasti akan sangat senang ketika mendengar berita ini. Mereka sudah sangat menantikan kehadiran cucu mereka dan aku yakin jika mereka pasti sangat bahagia ketika mendengar berita tentang kehamilanmu. Tolong, jangan terlalu memikirkan tentang apa yang tidak harus kamu pikirkan. Aku sudah mengatakannya Jasmine untuk tidak memikirkan hal yang tidak penting. Saat ini tolong fokus pada kehamilan kamu saja. Ibu yang sedang mengandung itu pasti sering di serang rasa takut. Tapi yang harus kamu lakukan saat ini adalah bagaimana caranya kamu mengatasi rasa takut itu. Ingat, aku akan selalu bersama kamu dan menemani kamu. Kita sama-sama berjuang untuk calon anak kita sayang," ucap Leo panjang lebar yang membuat Jasmine semakin besar beruntung. Dia benar-benar merasa menjadi wanita yang paling beruntung di dunia ini karena mendapatkan suami seperti Leo.
Merasa jika Jasmine sudah baik-baik saja, beliau membantunya untuk turun dari tempat tidur dan duduk di kursi roda karena mereka akan pergi ke ruangan dokter bagian obgyn untuk memeriksakan kandungannya.
Pemeriksaan mulai di jalani dan ketika melihat kantung rahimnya sudah terisi dengan sebuah makhluk yang sedang hidup di rahimnya membuat air mata Jasmine jatuh begitu saja tanpa di komando olehnya. Leo sendiri terus saja menggenggam tangan istrinya karena mereka saat ini benar-benar merasakan kebahagiaan yang luar biasa.Leo merasa bahwa hidupnya begitu sempurna dan kesempurnaan itu disempurnakan oleh kehadiran Jasmine dan juga calon buah hati mereka.
"Itu anak kita Leo," ucap Jasmine dengan air mata yang terus saja keluar dari sudut matanya. Dia masih tidak percaya jika saat ini dia benar-benar sedang mengandung dan dari apa yang dilihatnya saat ini dia benar-benar yakin jika Tuhan memang mempercayakan malaikat tersebut untuk mereka berdua dan dia akan berusaha untuk menjaga dan membesarkannya dengan penuh cinta dan kasih sayang.
"Iya sayang, itu nak kita. Saat ini dia ingin menyapa mamanya. Dia ingin mamanya selalu tersenyum karena dia selalu ingin melihat bahwa mamanya merasa bahagia atas kehadirannya."
"Aku bahagia Leo, aku benar-benar bahagia dengan ini semua. Tuhan begitu sangat menyayangiku, dan dia telah mempercayakan anugerah terindah ini untukku. Bantu aku udah terus bisa menjaga calon buah hati kita. Tolong bantu aku untuk menjadi ibu yang baik."
"Bukan hanya kamu saja, aku juga akan terus belajar untuk menjadi ayah yang baik untuk anak kita. Aku berusaha untuk menjadi yang terhebat untuk kamu dan juga calon buah hati kita Jasmine. Aku harap kamu bisa terus kuat dan bersabar untuk ini semua." keduanya sama-sama larut dalam rasa haru hingga tidak sadar jika saat ini dokter tersebut dan kedua perawat yang menemani mereka ikut tersenyum dan merasa tersentuh ketika melihat pasangan suami istri yang terlihat sangat bahagia dengan kehadiran calon buah hati mereka.
Ya, Leo dan Jasmine tidak sadar jika saat ini mereka menjadi bahan tontonan. Ketika mereka sadar, Jasmine merasa sangat malu karena dia langsung lupa diri begitu saja dan melupakan di mana mereka saat ini.
"Maaf dok, kami lupa diri," ucap Jasmine yang merasa tidak enak dengan dokter tersebut. Dia merasa bahwa apa yang mereka lakukan saat ini terlalu lebay dan berlebihan. Tapi jawaban dari dokter tersebut membuat Jasmine merasa tenang karena dokter tersebut tidak mempermasalahkan hal itu.
"Hahaha, baiklah. Tidak masalah, kami hanya ingin mengucapkan selamat atas kehamilannya. Tolong dijaga kehamilannya ya ibu, jangan stress dan terlalu banyak berpikir. Makan makanan yang bergizi dan mengonsumsi vitamin serta susu. Sekali lagi selamat," ucap dokter tersebut.
...****************...