
Setelah dirawat di rumah sakit, akhirnya Alicia dibawa pulang ke rumah mereka. Tidak di apartemen, karena Leon sudah menyiapkan rumah yang diminta istrinya itu. Jangan tanyakan di mana Naura berada karena gadis kecil itu tetap ikut bersama mereka.
"Apa ada yang ingin kau inginkan, Alicia?" tanya Leon. Dia berusaha untuk membuat istrinya terlihat senyaman mungkin di rumah baru mereka. Naura juga ikut bersama mereka bersama Naura.
"Aku tidak membutuhkan apapun lagi. Sekarang kau bisa mandi," jawab Alicia. Dia merasa nyaman dengan keadaannya saat ini karena selama dua minggu dirawat di rumah sakit, Alicia benar-benar merasakan penderitaan yang sangat besar baginya.
Kenapa dia bisa mengatakan penderitaan? Karena di dalam sana, dia tidak boleh melakukan apapun oleh suaminya. Bahkan hanya untuk turun dari tempat tidur saja, pun dia tidak diperbolehkan. Alicia benar-benar diperlakukan seperti wanita lumpuh oleh suaminya.
"Apakah kau yakin tidak membutuhkan apapun lagi? Maksudku, apakah kau ingin minum atau semacamnya?"
"Tidak, aku tidak menginginkan apapun. Mandilah, setelah itu temannya aku di tempat tidur." Leon langsung meninggalkan istrinya setelah mendapatkan perintah seperti itu. Dia tahu bahwa Alicia ingin dimanja dengannya. Setidaknya, Leon bisa bernafas lega bahwa Alicia bisa menerima semua kenyataan bahwa bayi yang ada di kandungannya tidak bisa terus bersama mereka hingga lahir ke dunia ini.
"Baiklah, aku akan segera kembali." Alicia hanya menganggukkan kepalanya untuk menjawab apa yang suaminya katakan.
Setelah memastikan bahwa Leon sudah masuk ke dalam kamar mandi, Alicia langsung melakukan aksinya. Dia mengambil ponsel Leon dan mencari nomor wanita yang dicurigainya sebagai dalang di balik kecelakaan mereka.
"Natasha," ucap Alicia saat dia melihat nama kontak wanita itu di ponsel suaminya. Senyum iblis terbit di wajah wanita itu saat dia selesai melakukan apa yang harus dilakukannya.
Entah bagaimana jika tidak ada Naura di sini, mungkin dia akan bingung harus melakukan apa. "Apa itu, Naura? Siapa yang mengirimkan ini semua?" tanya Alicia pada Naura yang membawa satu keranjang buah-buahan segar itu.
"Tidak ada yang mengirimkannya, Ma. Naura memang sengaja mengambil buah-buahan ini untuk Mama Al. Kan dokter mengatakan bahwa Mama Al harus banyak makan buah dan sayur-sayuran yang sehat agar cepat pulih. Maka Naura membawa buah-buahan ini untuk Mama," ucap gadis kecil itu.
Alicia benar-benar merasa bahagia dengan kehadiran Naura di sisinya. Bolehkah Alicia bersikap egois dan hanya memiliki Naura sendirian? Salahkah Alicia jika dia menginginkan Naura terus bersamanya dan tidak bersama ibu kandungnya?
"Terima kasih, tapi tidak perlu membawa sebanyak ini juga, Naura. Apa kamu membawa semua buah-buahan yang ada di atas meja makan?" Anggukan kepala dari gadis kecil itu sudah menjawab segalanya.
Mereka berdua langsung pindah ke atas sofa karena memang Alicia tiba-tiba saja menginginkan buah yang dibawa oleh Naura tadi.
"Oh my God! My eyes." Teriak Naura yang menutup kedua matanya saat melihat Daddy-ya yang keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk di pinggangnya dan memperlihatkan semua bagian atas tubuhnya.
"Daddy, kenapa masih di situ saja? Pergi masuk ke ruang ganti dan pakai baju Daddy. Naura malu melihat Daddy yang telanjang seperti itu." Leon hanya tersenyum saja. Dia langsung pergi ke ruang ganti karena sudah mendapatkan perintah dari Naura yang mengusirnya agar lebih cepat memakai pakaiannya.
...****************...