
Malam harinya pun baik Claudia maupun Leo tidak ada yang mengenal pembicaraan di antara keduanya karena mereka masih sama-sama merenungi kesalahanmu masing-masing. Bahkan hingga malam harinya pun keduanya masih sama-sama diam dan tidur berjauhan.
Kedua berada di tempat tidur yang sama tapi saling memunggungi. Sungguh, entah bagaimana cara mereka menjelaskan dan memperbaiki kesalahan mereka hari ini terutama Claudia sendiri sebagai istri. Entah bagaimana caranya dia mengatakan pada suaminya bahwa dia tidak ingin melakukan operasi karena jika sampai dia melakukan operasi itu artinya dia tidak bisa memiliki anak sampai kapanpun.
"Sayang," panggil Claudia pada suaminya. Sedangkan Leo sendiri, hanya bisa menahan nafasnya saja karena dia tahu bahwa istrinya pasti merasa tersakiti dengan semua kenyataan yang harus diterimanya saat ini. Tapi bagaimanapun keputusan yang sudah bulat bahwa dia tidak akan membiarkan kalau dia merasakan sakit dengan melakukan kemoterapi. Operasi pengangkatan rahim adalah jalan satu-satunya menurut Leo dan itu yang harus mereka lakukan saat ini. Terserah jika mereka tidak bisa memiliki anak sampai mati pun itu tidak mau menjadi masalah baginya. Karena yang terpenting baginya adalah bagaimana Claudia harus hidup dengan sehat.
"Aku tidak akan mengubah pendirianku bahwa kamu harus melakukan operasi secepatnya!" putus Leo karena dia benar-benar tidak akan merubah apapun keputusannya. Dia sudah memutuskan segalanya bahwa dia tidak akan membiarkan Claudia melakukan kemoterapi
"Tapi jika aku melakukan operasi itu artinya aku tidak bisa memiliki anak sampai kapanpun. Tolong mengerti keadaanku saat ini Leo, aku benar-benar tidak ingin melakukan operasi." bantah Claudia karena dia memang akan menolak untuk melakukan operasi. Apa pun keputusan Leo jika itu berhubungan dengan operasi maka dia akan menolaknya dengan keras.
"Kau pergi!" dia lebih memilih tidur di luar daripada harus bergabung dengan istri yang di tempat tidur yang sama tapi mereka terus saja membicarakan hal seperti ini. Leo yakin jika mereka terus membicarakan hal seperti ini maka sampai besok pagi pun tidak akan selesai. Semua tidak akan selesai karena kalau dia benar-benar tidak ingin melakukan operasi seperti itu.
Melihat suaminya yang ingin pergi meninggalkannya seperti itu membuat Claudia mengatakan sesuatu yang membuat Leo semakin meradang.
"Aku akan melakukan operasi pengangkatan rahim tapi dengan satu syarat." langkah Leo terhenti ketika mendengar apa yang istrinya katakan padanya. Dia tahu pasti bahwa ada sesuatu di balik ini semua dan dia harus siap dengan permintaan Claudia.
"Mintalah syarat yang masuk akal agar aku bisa menurutinya. Tapi dasar yang kamu berikan tidak masuk akal maka jangan pernah berharap bahwa aku akan menyetujuinya. Tidak semudah itu aku menuruti apapun keinginan kamu Claudia. Aku sangat mencintaimu dan kamu tahu itu, jadi jangan membuatku kecewa hanya karena permintaan konyolmu." Claudia sendiri terdiam dengan apa yang Leo katakan. Dia tahu dan dia sangat tahu jika suaminya itu benar-benar mencintainya dengan begitu besar. Tidak hanya itu saja, Leo juga rela melakukan apapun demi dirinya asal tidak terluka dan itulah yang membuat Claudia jatuh cinta pada sosok dingin tersebut.
"Menikahlah lagi agar mendapat keturunan, tapi aku yang akan mencarikan wanita itu untuk mengandung benih kamu."
Jeder...
"Katakan padaku dengan jujur Claudia, jika kamu tidak merasakan sakit hati saat aku bersama wanita lain maka aku akan menuruti keinginanmu. Silahkan pilih wanita manapun yang kau inginkan untuk menjadi ibu dari anakku jika memang untuk merasakan sakit hatinya, maka lakukanlah." Leo balik menantang Claudia karena dia tahu bahwa wanita ini tidak sanggup untuk membagi hatinya. Tidak ada wanita di dunia ini yang menginginkan suaminya memiliki madu, maka dia sengaja mengatakan hal seperti itu agar Claudia menolaknya dan berpikir lagi.
"A-aku siap," jawablah Claudia dengan memaksakan dirinya. Dia benar-benar ingin membuat Leo menikah dengan wanita pilihannya di luar sana.
"Kau tidak siap Claudia, jadi jangan memintakan untuk menikah wanita tanah pun di luar sana karena tidak siap untuk itu. Aku tau, biar aku sangat-sangat tahu bahwa tidak ada wanita yang sanggup menduakan oleh suaminya sendiri. Tidak ada Claudia," Leo pun pergi meninggalkan kamarnya setelah mengatakan hal seperti itu pada Claudia. Sedangkan Claudia sendiri menangisi keadaannya setelah kepergian Leo dari kamar mereka. Jujur, Dia merasakan sakit hati ketika mengatakan bahwa Leo harus menikahi wanita di luar sana untuk mendapatkan keturunan. Benar yang suaminya katakan bahwa tidak ada wanita di dunia ini yang rela melihat suaminya menikah dengan wanita lain dan begitu juga dengan dirinya saat ini. Tapi dia mengatakan hal seperti itu hanya untuk menolak keinginan suaminya yang terus saja memaksa untuk melakukan operasi.
Tangisannya terdengar begitu sangat pilu bahkan saking sedihnya tubuh Claudia sampai bergetar merasakan kesakitan hatinya saat ini.
"Kenapa rasanya sakit sekali tuhan? kenapa sesakit ini?" tanya Claudia sambil terus saja memukuli dadanya yang terasa sesak. Nafasnya bahkan juga mulai tercekat dengan semua kesakitan ini. Entah bagaimana lagi dia harus menanggapi semua ini.
"Maafkan aku Leo, maafkan aku." ucapnya dengan penuh air mata. Rasa sakit ini tidak terbendung lagi.
"Mommy, Daddy, kenapa sesakit ini?" Claudia terus saja memukuli dadanya yang terasa sakit akibat perkataannya sendiri. Dia tidak tau kenapa tuhan memberikannya cobaan yang begitu berat hingga membuatnya seperti tidak kuat dan tidak sanggup lagi untuk menahannya.
"Sakit sekali tuhan, ini benar-benar sakit." ucapnya lagi hingga tanpa sadar Claudia tertidur dengan berlinang air mata. Sedangkan Leo sendiri, dia lebih memilih berdiri di ruangan kerjanya dengan menatap ke luar jendela yang sengaja di buka olehnya. Bahkan dia membiarkan angin menerpa seluruh tubuhnya untuk meredakan rasa kesal di dalam hatinya.
"Sebegitu tidak berharganya, kah aku di mata mu Claudia? Kau bahkan ingin aku menikahi wanita lain di luar sana?" tanya Leo yang berdiri menatap penuh kekosongan di dalam hatinya saat ini.