
Leo dan Jasmine bekerja seperti biasanya dan mereka tetap menjalankan profesinya dengan begitu profesional. Bahkan yang membuat Leo kesal ketika dia mengajak Jasmine untuk makan siang jelas-jelas wanita itu menolaknya dengan alasan tidak ingin diketahui oleh teman-teman rekan kerja mereka.
"Cih, alasan apa itu? alasan tidak masuk akal." gerutu beliau ketika mendapatkan alasan dari istrinya.
"Dia bahkan memberikan balasan pesan yang tidak masuk akal!" Leo terus aja menggerutu dengan kesal. Bagaimana bisa hanya karena ingin makan siang bersama istrinya saja pun dia sangat sulit. Banyak sekali alasannya hingga membuat Leo merasa kesal.
Akhirnya dia memilih makan siang sendiri di ruangan kerjanya tanpa di temani sang istri. Tapi satu hal yang tidak diketahui oleh Leo bahwa makanan yang sedang dimakannya saat ini adalah hasil pilihan dari istrinya sendiri karena memang Jasmine yang menyiapkan itu.
Setelah selesai makan siang, Leo kembali menerima tamu karena memang masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakannya. Awalnya dia biasa saja, Namun, ketika mengetahui siapa yang datang bekerja dengannya membuat mood Leo langsung hancur seketika. Dia paling tidak suka bekerja dengan wanita yang model seperti kliennya kali ini.
"Selamat siang pak Leo," sapa wanita tersebut bersama asisten yang datang ke ruangan Leo. Melihat bagaimana cara pemerintah itu menyapa dan membuat Leo langsung terlihat kesal dan tidak nyaman. Dia tahu mana tatapan biasa dan mana tatapan memuja Dan harapannya wanita itu lakukan yang terlihat tertarik dengannya.
"Maaf, sebelumnya. Tidak bisakah duduk lebih jauh lagi? di sana masih ada tempat yang bisa anda duduki dan tidak perlu terlalu mendekat seperti ini." jelas Leo karena dia tidak suka didekati seperti itu. Riska wanita itu langsung merasa tertampar dengan apa yang Leo katakan. Tapi menyerah karena dia merasa semakin tertantang dengan duda kaya raya ini. Ya, banyak orang yang masih berpikir bahwa Leo itu masih menyandang status duda karena tidak ada satupun dari mereka yang mengetahui tentang pernikahan keduanya selain Joe saja.
"Apa yang salah tuan? Anda single dan saya juga begitu. Kita sama-sama free jadi tidak ada yang harus ditakutkan lagi bukan?" Riska masih dengan segala usaha untuk menggoda pria itu karena dia yakin dan dia masih percaya dengan dirinya sendiri bahwa tidak ada satu orangpun pria yang bisa menolak pesonanya.
"Anda harus mengetahuinya nona Riska jika saya tidak menyukai wanita murahan seperti anda. Terserah jika anda ingin merasa tersakiti dengan apa yang saya katakan tapi itu memang kenyataannya. Saya wanita yang tidak bisa menjaga harga dirinya seperti ini. Setidaknya jika tidak ingin dikatakan murahan jangan terlalu mengumbar apa yang anda miliki." Riska terdiam dengan apa yang Leo katakan. Sedangkan Jasmine yang melihat itu hanya diam saja karena dia juga berada di ruangan yang sama dengan Leo tak lama setelah Riska dan asistennya masuk ke ruangan pria itu.
"Setelah ini sekertaris saya yang akan mengambil alih pekerjaan ini dan bukan saya lagi. Sekali lagi terima kasih nona Riska." Leo langsung pergi meninggalkan mereka semua dan masuk ke dalam ruangan pribadinya karena moodnya sudah hancur.