One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Mama Pulang



Setelah tidak berhasil melakukan apapun yang bicara pada Jasmine, Leo pulang ke rumahnya dengan keadaan pikiran yang masih kacau. Dia benar-benar kacau dengan semua ini. Entah apa lagi yang harus dilakukan agar bisa bicara dengan baik bersama Jasmine tentang permintaan maafnya.


Brak!


Leo membanting pintu mobilnya begitu saja saat dia sampai di rumah. Namun, baru saja dia melakukan hal itu tiba-tiba suara teriakan yang sangat dikenalnya sudah menggelegar hingga menembus gendang telinganya.


"LEONARD CASIO!" teriak Alicia ketika melihat putranya yang pulang sambil membanting pintu mobil begitu saja.


Melihat istrinya yang sudah mengeluarkan jurus seribu bayangannya membuat Leo hanya bisa mengangkat tangannya saja. Dia melambaikan kedua tangannya ke arah sang putra karena dia memberikan kode bahwa dia tidak bisa menolongnya.


Mendapatkan kode rahasia seperti itu dari Daddy-nya membuat Leo hanya bisa mendesah pasrah karena dia tidak bisa melakukan apapun. Untuk selamat dari ancaman bahaya saja sudah sulit baginya jadi jangan berharap bahwa dia bisa melarikan diri dari tempat ini.


"Mama," Leo datang menghampiri wanita yang sudah berkacak pinggang di depan pintu utama rumah mereka.


Di peluknya wanita yang paling di cintainya ini dengan penuh kasih sayang karena dia benar-benar sangat merindukannya. Leo benar-benar sangat merindukan mama Alicia.


"Kenapa baru pulang? katanya hanya seminggu saja, lalu apa ini?" tanya Leo yang sengaja merajuk pada mamanya.


Dia sengaja mengatakan hal seperti itu karena dia ingin mendapatkan kasih sayang lagi dari kedua orang tuanya. Jujur dia juga sangat merindukan mereka.


"Kami terlalu nyaman tinggal di Indonesia apalagi melihat anak kakak kamu, Aleera sangat menggemaskan dan kami tidak bisa meninggalkannya." jawab Alicia karena memang cucunya itu sangat menggemaskan sekali. Aleera membuat mereka betah berlama-lama tinggal di sana. Apalagi Naura yang banyak bertanya padanya tentang bagaimana cara menjadi ibu yang baik karena Naura selalu mengatakan bahwa itu terbaik di dunia ini adalah Alicia. Mama Alicia-nya.


"Ya, mama sudah tidak menyayangi Leo lagi!" ucapnya yang merajuk.


Leo pergi meninggalkan kedua orang tuanya karena dia ingin segera membersihkan dirinya dan dia menemukan celah untuk bisa melarikan diri dari sang mama. Jika biasanya Alicia akan mengetahui jurus Leo maka tidak dengan kali ini karena dia berpikir bahwa putranya itu benar-benar merajuk dengannya.


"Leo, sayang Mama tidak bermaksud seperti itu Leo. Leo, jangan pergi sayang." panggil Alicia karena dia tidak ingin membuat putranya merasa tidak disayangi lagi.


"Sayang, bagaimana ini? Leo merajuk seperti itu." ucap Alicia yang merasa bahwa putranya sedang merajuk pada mereka saat ini m Dia takut jika Leo semakin merasa tidak diperhatikan lagi oleh mereka.


"Sudahlah, dia baru saja pulang bekerja jadi maklumi saja jika memang dia lelah. Usia 18 tahun bisa memimpin perusahaan dengan baik walau hanya dalam waktu 2 minggu itu sudah sangat luar biasa menurutku Alicia. Sementara kita sendiri banyak mengetahui bahwa di luar sana anak seusia Leo masih sibuk bermain dan menghamburkan harta kedua orang tuanya, sedangkan putra kita bisa memimpin perusahaan dan menjalankannya dengan baik. Bahkan tidak sekalipun aku mendapatkan laporan buruk dari hasil kerja kerasnya. Hanya saja ya, begitulah. Dia terlalu bersikap sesuka hatinya sampai tidak memperdulikan orang-orang di sekitarnya lagi. Akhir-akhir ini banyak hal yang terjadi di kantor dengan segala tingkahnya yang menjadi buah bibir banyak karyawan." jelas Leon pada istrinya yang langsung disambut tatapan menyelidik oleh Alicia.


Merasa bahwa dirinya juga sedang berada di dalam bahaya membuat Leon harus bisa membuat wanita ini tidak kembali marah.


"Memangnya apa yang dilakukan anak itu? Leo tidak melakukan hal-hal aneh bukan?" Leon langsung menggelengkan kepalanya karena memang Leo tidak melakukan hal aneh apapun di perusahaan ataupun di luar.


Leon mengerti hal aneh mah apa yang dimaksud istrinya. Hal aneh yang Alicia maksud adalah mabuk dan teman-teman lagi.


"Leo tidak pernah melakukan hal itu sayang. Aku berani bersumpah dan aku berani bertanggung jawab atas apa yang dilakukan putraku bahwa dia tidak pernah melakukan hal seperti itu. Hal aneh versimu dan hal aneh versiku itu sangat berbeda. Hal aneh versi kamu adalah dunia malam dan hal aneh versiku dan juga Leo adalah hal-hal yang tak terduga dengan tingkah kami. Kamu mengerti?" terlihat Alicia menghela nafasnya dengan berat ketika mengetahui apa yang suaminya maksud. Setidaknya dia tau bahwa apa yang suaminya lakukan saat ini itu demi masa depan putra mereka.


Siapa lagi yang akan memimpin perusahaan jika bukan Leo maka dari itu suaminya berusaha dengan keras untuk membuat putra mereka paham akan pentingnya keberlangsungan perusahaan dan karyawan di dalamnya.


"Sudahlah, jangan memikirkan hal-hal aneh versi kamu itu karena itu tidak terjadi sama sekali. Leo itu benar-benar sehat dan bebas dari segala hal aneh versi kamu. Jadi ayo masuk." akhirnya sepasang suami istri itu masuk ke dalam rumah karena mereka akan makan malam bersama.


Di dalam kamarnya, Leo malah merebahkan tubuhnya setelah dia membersihkan diri. Dia merasa tidak lapar sama sekali karena dia masih saya terus memikirkan bagaimana caranya meminta maaf pada Jasmine.


"Ahhkkk... aku harus melakukan apa untuk minta maaf padanya?" tanya Leo dengan berteriak bahkan dia sudah memukul-mukul bantalnya saat ini.


Dia benar-benar merasa bingung apa yang harus dilakukannya untukmu bisa meminta maaf pada Jasmine. Hanya karena belum mengatakan maaf pada wanita itu saja dia sudah merasa segala ini.


Masih teringat jelas dipikiran Leo apa yang wanita itu katakan ketika mereka berada di rooftop gedung perusahaan tadi. Jasmine mengatakan hal yang benar-benar membuat Leo seperti di hantam baru besar.


"Aku, dan kamu, kita tidak saling mengenal dan posisi kita saat ini hanya atasan dan bawahan. Aku tidak akan pernah ingin terlibat apapun lagi dengan Anda tuan. Jika anda merasa menyesal atas apa yang telah anda lakukan terhadapku kemarin makan dengan mudah aku mengatakan bahwa aku sudah memaafkannya tapi tolong, jangan pernah mendekatiku lagi apapun itu alasannya. Aku benar-benar tidak ingin menjadi pusat perhatian banyak orang hanya karena masalah seperti ini. Biarkan aku bekerja dengan tenang karena aku tidak ingin memiliki masalah dengan siapapun. Cukup, cukup hanya kita berdua saja yang mengetahui apa permasalahan kita sebenarnya. Jadi mari akhirnya pembicaraan tidak penting ini dan kembali bekerja."