
Setelah menjalani malam panjang bersama Leo, Jasmine merasakan tubuhnya remuk redam akibat apa yang suaminya lakukan tadi malam. Seperti saat ini, dia tidak bisa bangun dan banyak bergerak setelah kejadian malam itu.
Jasmine baru saja terbangun dari tidurnya dan dia masih mengumpulkan tenaganya yang hilang entah kemana. Bahkan rasanya saat ini seluruh tulang-tulangnya seperti terlepas semua. Tapi tiba-tiba saja dia mendengar suara suaminya yang datang menyapa dirinya.
"Kamu sudah bangun?" tanya Leo yang membuat Jasmine langsung menarik selimutnya rapat-rapat agar tidak terlihat oleh Leo saat ini jika dia masih dalam keadaan full naked.
Melihat yang terlihat takut padanya seperti itu membuat Leo hanya tersenyum saja. Leo tahu jika saat ini Jasmine berusaha untuk menutupi tubuhnya dibalik selimut karena takut dilihat olehnya. Tidak masuk akal memang karena mereka sudah melakukannya semalam tapi dia juga mengerti akan keadaan Jasmine yang belum terbiasa untuk itu.
"Untuk apalagi merasa malu? tidak ada hal yang harus ditutup-tutupi lagi mulai saat ini. Kita sudah menikah aku dan kamu sudah menjalani segalanya bersama bahkan kita juga sudah menghabiskan malam yang sangat indah. Lalu apalagi ingin kamu tutupi? tubuh telanj*Ng mu saat ini?"
"Leo! berhenti mengatakan hal frontal yang seperti itu. Aku malu!"
"Kamu selalu saja mengatakan bahwa kamu malu, kamu malu dan kamu malu. Sekarang biarkan aku yang bertanya padamu, apa yang membuatmu malu untuk semua ini? tidak seharusnya kamu merasa malu karena kita adalah sepasang suami istri. Sudah menjadi hal yang biasa di dalam hubungan rumah tangga berbagai dalam hal apapun. Jadi aku minta mulai saat ini jangan lagi pernah mengatakan malu pada diriku. Sekarang ayo, aku bantu ke kamar mandi." Dia sudah hendak menghampiri Jasmine dan ingin membantunya pergi ke kamar mandi namun saat itu juga dia tidak ingin dibantu oleh Leo.
"Tidak! aku bisa pergi sendiri ke kamar mandi. Jangan membantuku Karena aku belum terbiasa dengan semua. Aku tidak memakai apapun di balik selimut. Aku mohon jangan membantuku," minta Jasmine dengan sangat pada suaminya. Namun, Leo sendiri tidak memperdulikan itu sama sekali. Dia langsung mengangkat tubuh Jasmine yang masih tertutupi dengan selimut untuk pergi ke kamar mandi.
"Ahk ..., Leo!" pekik Jasmine saat tubuhnya melayang dan berada di dalam gendongan Leo saat ini.
"Berisik!"
"Jika tidak ingin berisik jangan menggendong ku seperti ini. Aku sudah mengatakan untuk tidak menolongku dan membantuku tapi kamu tetap saja melakukannya."
"Maka diamlah! Aku hanya ingin menolong mu. Cepat mandi dan jangan berlama-lama berendam. Kamu harus segera sarapan!" Leo langsung meninggalkan Jasmine begitu saja di dalam kamar mandi setelah dia membantunya. Sedangkan Jasmine sendiri hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kesal dengan perbuatan suaminya. Ternyata setelah menikah sifat Leo jauh lebih menyebalkan berkali-kali lipat dan itu membuatnya kesal.
Tapi itu tidak berarti apapun pada pria yang terlihat sangat bahagia sekali pagi ini. Senyumannya terus saya terukir dengan indah ketika melihat ada bercak darah yang tertinggal di atas sprei mereka. Dia sangat bangga karena menjadi pria pertama bagi Jasmine. Rasanya sangat luar biasa sekali menjadi bagian dari hidupnya Jasmine yang sangat luar biasa itu. Sungguh, rasanya sangat membahagiakan sekali. Benar-benar sangat luar biasa kehidupannya sejak kehadiran Jasmine.
"Semoga saja kamu segera hadir dalam hidup kami. Papa harap kamu akan segera hadir sayang," ucap Leo yang sudah memikirkan jika mereka akan memiliki anak nantinya. Pasti akan sangat membahagiakan sekali jika ada anak kecil di antara mereka dan Leo harap semua itu akan segera terwujud.
Leo kembali membereskan tempat tidur yang berantakan itu. Dia bahkan mengganti sprei-nya sendirian. Sampai dia mendengar suara pintu kamar mandi yang terbuka dan itu Jasmine yang sudah berjalan keluar dari dalam kamar mandi.
"Kenapa tidak memanggilku?" tanya Leo yang langsung menghampiri Jasmine yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi. Dia kembali ingin menggendong Jasmin. Namun, dengan cepat Jasmine menolaknya. Dia sudah merasa jauh lebih baik setelah berendam di dalam air hangat tadi dan rasanya tubuhnya kembali segar dan memiliki tenaga. Jadi dia tidak perlu digendong seperti tadi saat pergi ke kamar mandi.
"Tidak, aku sudah baik-baik saja dan aku sudah bisa berjalan. Aku sudah merasa jauh lebih baik setelah mandi jadi kamu tidak perlu menggendongku lagi," ucap Jasmine pada suaminya. Dia langsung pergi menuju ke ruang ganti untuk mengambil pakaiannya dan mengerjakan seperti pakaian. Rasanya dia sudah sangat lapar dan ingin segera menyantap sarapan pagi yang sudah terlewat beberapa jam.
"Aku bilang biar aku membantu kamu Jasmine."
"Tapi aku tidak membutuhkan bantuan apapun Leo. Aku sehat dan aku baik-baik saja. Ayolah, jangan memperlakukanku seperti itu. Aku masih bisa melakukannya dengan sendiri. Jadi tolong, jangan membuatku semakin merasa tidak enak dengan hubungan kita saat ini." akhirnya Leo mengalah juga setelah Jasmine mengatakan hal seperti itu padanya. Dia tidak ingin membuat hubungan mereka semakin canggung, maka Leo memilih untuk mengalah saja.
Tak lama Jasmine sudah keluar dari dalam kamar mandi dengan penampilannya yang jauh lebih segar dengan make up tipis yang selalu di pakainya dan Leo menyukainya.
Cup...
Leo memberikan sebuah kecupan manis di pipis Jasmine saat wanita itu datang bergabung dengannya untuk sarapan.
"Kamu cantik."
"Terima kasih suamiku," jawab Jasmine dengan wajah yang tersipu malu ketika mendapatkan pujian dari suaminya.
"Sama-sama sayang," balas Leo lagi. Akhirnya mereka sarapan bersama dengan penuh canda dan tawa.