One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
Meeting



Merasa ada yang ganjal dengan semua ini membuat Alicia harus pergi ke ruangan meeting bersama Roy.


Dia akan mencari tau dengan dirinya sendiri siapa yang berbuat hal curang pada perusahaan suaminya.


" Kita harus menemukan orang yang telah berbuat curang dengan perusahaan suami ku Roy." Ucap Alicia yang merasa kesal dengan orang yang telah berbuat curang dengan perusahaan suaminya.


" Kita akan segera menemukan orang yang telah berani berbuat curang di perusahaan tuan Leon, nyonya. Bukan hanya anda saja yang akan memberinya pelajaran tapi aku juga akan menangkap basah dirinya. Anda hebat karena telah mengetahui kecurangan dan kejanggalan itu." Ucap Roy yang merasa keahlian Alicia yang bisa mengetahui kejanggalan dari berkas yang diperiksanya.


" Tidak seperti itu Roy, hanya saja aku seperti merasa bahwa berkas ini sudah pernah dibuat sebelumnya. Jadi aku merasa bahwa ini tidak benar." Imbuh Alicia.


Dia hanya merasa ada kejanggalan dalam bekas itu maka dia ingin mengumpulkan mereka semua yang bekerja di divisi keuangan untuk memanggil mereka ke ruangan meeting bersamanya.


Dan kini semua yang bekerja di divisi keuangan sudah berkumpul di ruangan meeting dan Alicia ingin mereka menjelaskan semuanya.


" Langsung saja, aku ingin kalian menjelaskan semua yang ada di berkas ini." Alicia melemparkan berkas tersebut ke meja meeting hingga membuat mereka yang berada di sana merasa aneh dengan Alicia.


" Apa maksud anda Nyonya?" Tanya salah satu petinggi kepunahan di perusahaan ini.


" Katakan siapa membuat laporan keuangan di tanggal tersebut kenapa di berkas yang di tanggal tersebut dan berkas 2 hari sebelumnya terlihat sangat berbeda sekali perbedaannya." Tunjuk Alicia.


Dari apa yang di lihatnya, ada satu orang yang terlihat pucat ketika dia berbicara tentang laporan keuangan.


" Bawa dia pada ku Roy." Alicia sengaja menunjuk seorang pria yang benar-benar terlihat gugup di ruangan ini.


Roy langsung menghampiri seorang wanita yang terlihat gugup itu pada Alicia hingga dia benar-benar berdiri di depan istri sang bos yang mengambil alih semua pekerjaan Leon sekarang.


" A-ada apa nyonya?" Tanya wanita itu yang merasa gugup saat Alicia memanggilnya.


Siapa yang tidak takut saat dirinya dipanggil oleh bos besar di hadapan para petinggi perusahaan. Dia tahu bahwa saat ini dia tengah berbuat salah makanya dia ketakutan seperti itu.


" Aku tidak akan bertanya kenapa kau berani melakukan hal ini padaku. Tapi jelaskan siapa orang yang telah berani menyuruhmu untuk melakukan hal ini. Aku tau, jika di sebuah perusahaan tidak akan dengan begitu mudah membuat laporan jika tidak ada koordinasi dari atasan. Katakan pada ku siapa dalang di balik semua ini." Ucap Alicia.


Dia tau bahwa gadis lemah ini tidak mungkin sebenarnya itu untuk melakukan hal sekeji ini dan uang yang digelapkan juga tidak sedikit.


" Apa maksud anda mengatakan hal seperti itu nyonya? Anda tidak berhak bertanya hal seperti itu."


Alicia menggebrak meja agar mereka semua bisa diam karena dia masih berbicara dengan gadis yang semakin ketakutan itu di ruangan ini.


" Kau bertanya aku tidak memiliki hak di sini? akan ada kata tempatmu bawa aku berhak perusahaan. Saham milik suamiku sebesar 75% di perusahaan ini dan itu semua di bagi 3 untuk kami semua. 25% atas nama aku sendiri dan 50% lainnya milik putraku Leo dan juga putriku Naura. Tapi karena usia mereka belum mencukupi umurnya maka saham tersebut masih atas nama suamiku. Kau harus tau itu." Jelas Alicia.


Dia tahu bahwa saat ini dia akan berperang dengan para dewan direksi yang tidak menyukai dirinya.


" Sekarang katakan padaku siapa pemegang saham terbesar di perusahaan ini selain kami bertiga. Saham kalian semua hanya sebesar 25% di perusahaan ini dan itu terbagi dari 5 orang. Dari 5 orang tersebut kalian masing-masing hanya mendapatkan 5% saja saham di perusahaan suamiku ini jadi bagaimana bisa kalian menantang ku yang memiliki saham 25% atas namaku sendiri di perusahaan ini." Alicia benar-benar tidak habis pikir dengan mereka semua yang bekerja di bawah naungan suaminya ini.


Baru dua minggu paskah kecelakaan suaminya dan mereka semua sudah berulah? banyak sekali kecurangan-kecurangan yang ditemui Alicia di berkas-berkas yang diperiksanya bersama Roy beberapa waktu yang lalu.


" Seharusnya anda sadar bahwa anda tidak memiliki kemampuan apapun di perusahaan ini karena anda hanya seorang wanita malam." Kedua tangan Alicia terkepal erat saat mendengar apa yang pria itu katakan padanya.


Dia pergi meninggalkan kursi tempat di mana dia duduk dan menghampiri pria itu.


Dari apa yang Alicia lihat, pria ini adalah salah satu jenis pria yang unggulan yang menyukai kenikmatan dari seorang wanita.


" Katakan sekali lagi jika kau berani." Tantang Alicia.


Dia sengaja melakukan hal itu karena dia ingin tahu seberapa berani pria itu mengatakan dirinya wanita malam.


" Kenapa? walau semua berita tersebut sudah diturunkan secara paksa tapi aku mengetahuinya bahwa anda adalah seorang wanita malam yang telah melayani begitu banyak pria hidung belang di luar sana dan aku juga yakin jika anda--"


Plak!


Alicia langsung memberikan sebuah tamparan keras pada pria itu karena telah berani mengatakannya seorang wanita malam.


" Aku memang seorang mantan wanita malam dan aku mengakuinya. Aku tidak pernah malu dengan masa laluku karena aku melakukan hal tersebut untuk kedua orang tuaku. Kalian semua tidak pernah tahu apa yang aku rasakan jadi kalian tidak berhak menilai ku hanya karena aku seorang wanita malam. Setidaknya aku tidak pernah menggoda kalian semua karena aku yakin jika kalian lah yang tergoda dengan wanita-wanita di luar sana. Dan kau--" Tunjuk Alicia pada pria yang telah berani mengatakannya wanita malam tadi.


" Aku yakin bahwa kau adalah salah satu penikmat wanita malam di luar sana karena aku bisa melihat dengan jelas tatapan bejat mu terhadap seorang wanita."


...****************...