One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Memberanikan Diri



Claudia sudah memutuskan bahwa dia akan mencari memeriksakan keadaan dirinya. Dia sudah memutuskan bahwa dia akan melakukan semuanya demi ketenangannya. Claudia tidak ingin terus-terusan masa nggak merasa ketakutan dan hidup tidak nyaman dengan ketakutannya.


Kini, Claudia sedang berada di rumah sakit dan tinggal menunggu hasil pemeriksaannya saja.


Di saat Claudia sedang menunggu hasil laporannya, tiba-tiba saja Leo menghubunginya dan langsung marah-marah.


"Ke mana kau pergi sebenarnya Claudia? aku sudah mengatakan padamu bahwa tidak perlu pergi ke tempat itu dan tidak perlu melakukan pemeriksaan apa pun, lalu apa yang kau lakukan saat ini Claudia?" tanya Leo dengan marah karena dia tidak percaya jika istrinya melakukan hal ini. Leo sendiri sudah melarang kalau ada untuk pergi ke rumah sakit dan memeriksakan apapun tentang keadaannya.


Leo percaya bahwa mereka akan mendapatkan apa yang keluarga inginkan jika memang sudah saatnya. Jadi, tidak perlu melakukan hal seperti ini.


"Aku melakukan semua ini karena memang aku harus melakukannya Leo. Maaf, jika aku menjadi istri yang buruk karena telah melawan perintahmu, hanya saja aku memang harus melakukan ini semua karena aku ingin hidup dengan setelah mengetahui kebenarannya," jawab Claudia. Dia mengatakan hal seperti ini pada Leo karena memang dia ingin mengetahui apa yang terjadi pada dirinya saat ini. Bukankah ada pepatah yang mengatakan lebih cepat lebih baik? maka itulah yang dilakukannya saat ini.


"Jika kau bisa tenang, lalu bagaimana jika hasilnya membuatmu semakin ketakutan? jawab aku Claudia!" senak Leo hingga membuat Claudia langsung memutuskan tangan teleponnya ketika namanya sudah dipanggil. Dengan langkah yang berat kalau dia menyeret kedua kakinya untuk menghampiri resepsionis karena laporan medisnya sudah keluar.


"Nyonya Claudia?" tanya resepsionis. Claudia sendiri menerima laporan miliknya dengan kedua tangan yang bergetar.


"Te-terima kasih," kalau dia langsung pergi meninggalkan rumah sakit begitu saja setelah dia mendapatkan hasil laporan medis miliknya. Dia masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan pekarangan rumah sakit dan menjual rumah keluarga Leo.


Di dalam mobil, Claudia terus saja memikirkan bagaimana hasilnya bahkan saat dia sampai di rumah, dia langsung masuk ke dalam kamarnya karena ingin melihat laporan medis miliknya.


Deg!


Air matanya jatuh begitu saja setelah membaca hasil laporan miliknya. Dia tidak percaya dengan apa yang tertulis di laporan itu bahwa dia benar-benar mengidap penyakit itu. Dari hasil laporannya, Claudia bisa membaca semuanya hingga membuatnya semakin menangis.


Bahkan di sana tertera bagaimana penjelasan tentang penyakitnya.


Kanker serviks stadium 1 termasuk dalam kanker serviks stadium dini. Dan karena itu, pengobatannya masih sangat efektif untuk menghilangkan kanker. Di stadium ini, ada beberapa cara pengobatan kanker serviks, yakni melalui pembedahan atau kombinasi kemoterapi dan radioterapi (kemoradiasi).


Pembedahan


Pada kanker serviks stadium 1, pembedahan umumnya dilakukan dengan mengangkat serviks dan rahim (histerektomi). Meski demikian, pada sebagian kasus kanker serviks yang sangat dini (stadium 1A1), hanya diperlukan pengangkatan area serviks yang terdampak kanker.


Prosedur ini dikenal dengan nama biopsi kerucut (cone biopsy) atau large loop excision of the transformation zone (LLETZ). Dengan cara ini, wanita masih bisa hamil dan melahirkan.


Kemoradiasi


Kemoradiasi lebih ditujukan untuk kanker serviks stadium 1B. Selama 5 minggu berturut-turut, pasien akan menjalani radioterapi eksterna—sumber radiasi berada di luar tubuh—sebanyak 5 hari setiap minggunya. Dan di akhir terapi, diberikan booster radioterapi interna (brakiterapi), dengan sumber radiasi didekatkan ke serviks.


"Apa yang harus aku lakukan saat ini Tuhan?" tanya Claudia dengan air mata yang terus jatuh dari mata indahnya.