One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Sakit hati



Pernikahan Leo dan Claudia sudah berjalan 6 bulan, Namun belum ada tanda-tanda kehidupan di dalam perutnya dan hal itu pula yang membuat Claudia terus saja berpikir yang tidak-tidak. Seperti saat ini, Leo baru saja pulang dari kantor mamanya sudah melihat wajah istrinya yang terlihat tidak bersemangat seperti itu. Dia sudah paham apa yang dipikirkan istrinya saat ini karena sudah pasti kalau dia memikirkan hal yang sudah mereka bicarakan beberapa bulan ini. Apalagi ketika orang tua dan teman-teman harus orang tua mereka terus saja mempertanyakan kapan mereka akan mendapatkan momongan.


Leo sendiri langsung masuk ke dalam kamar tidak menghampiri istri yang duduk di atas tempat tidur mereka dengan tatapan kosong. Bahkan yang membuat Leo tidak habis pikir adalah ketika dia datang dan mencium kening Claudia saat itu pula istrinya yang baru sadar jika dia sudah datang.


"Sayang, kamu sudah pulang?" tanya Claudia yang sudah melihat suaminya berada di dalam kamar mereka.


Sedangkan Leo sendiri hanya bisa menghilangkan kepalanya ketika mendengar pertanyaan dari istrinya. Dia sudah pulang sudah beberapa menit yang lalu tapi istrinya tidak mengetahui keberadaannya.


"Masih memikirkan hal itu lagi?" tanya Leo karena dia sudah paham betul dengan apa yang Claudia pikirkan saat ini.


Claudia sendiri hanya berani menatap suaminya tanpa mengatakan apapun karena memang yang dikatakan Leo itu benar bahwa dia sedang memikirkan apa yang mereka bicarakan beberapa waktu ini. Sungguh, itu sangat mengganggu pikiran Claudia hingga membuatnya tidak fokus untuk bekerja.


"Sekarang katakan padaku, apa lagi yang mereka tanyakan padamu? apa aku harus menghancurkan yang mereka miliki lebih dulu baru mereka bisa menjaga mulut mereka? apa aku juga harus memaksa mereka untuk meminta maaf terhadapmu?"


"Tidak, aku mohon jangan lakukan hal itu." Claudia langsung menolong apa yang suaminya katakan karena dia tidak ingin Leo berbuat sesuatu kepada mereka semua.


"Kenapa? kenapa kau melarangku untuk mengatakan hal ini pada mereka dan berusaha menghentikan pertanyaan-pertanyaan bodoh itu. Aku juga merasa kesal dan lelah ketika aku pulang kerja melihat wajah istriku tidak bersemangat seperti ini Claudia. Apa kau tau jika aku terus saja memikirkan keadaanmu yang diam seperti ini hanya karena omongan tidak masuk akal mereka itu?" Leo sudah berbicara kasar saat ini. Dia tidak bermaksud untuk mengatakan hal sebesar ini pada Claudia, hanya saja memang tidak suka ketika pulang kerja dalam keadaan lelah dan dia sudah melihat wajah istrinya yang tidak bersemangat seperti itu. Lagi pula suami mana yang bisa tinggal diam ketika melihat istrinya yang direndahkan dan dikucilkan seperti itu hanya karena belum mengandung. Apakah di dunia ini hanya memikirkan sebuah pernikahan hanya untuk mendapatkan keturunan saja? jika memang iya seperti itu lalu apa kabar dengan mereka di luar sana yang tidak memiliki anak bahkan sampai usia mereka tua. Bukan mereka tidak bisa memiliki anak mereka tidak pantas bahagia. Mereka lantas dan sangat pantas sekali. Mereka pantas bahagia dengan kehidupan yang di jalani walau dengan anak angkat.


"Maaf, aku tidak bermaksud untuk mengatakan hal seperti itu. Aku juga tidak pernah berpikir untuk menyakiti kamu, hanya saja aku terus memikirkan bagaimana jika kita tidak bisa memiliki?" tanya Claudia yang memberanikan dirinya untuk menatap ke arah sang suami. Bahkan dia tidak menyangka jika ia langsung menjawabnya dengan jawaban sarkas seperti itu.


"Adopsi!" jawab Leo karena memang dia tidak pernah mempermasalahkan hal apapun itu yang berkaitan dengan Claudia karena dia benar-benar sangat mencintai istrinya.


"Leo, aku-"


"Sudah Claudia, sudah. Sudah cukup semua ini dan ayo kita ganti topik pembahasan kita lagi. Aku tidak ingin membahas hal ini lagi dan jika sampai kamu membahasnya lagi maka aku tidak akan mau bicara denganmu," ancam Leo. Dia ingin meninggalkan Claudia untuk pergi ke kamar mandinya.


"Tapi aku tidak. Aku akan tetap melakukan pemeriksaan dan pergi ke dokter. Jika memang aku yang terbukti tidak bisa mengambil maka aku akan mengikhlaskanmu dan membiarkanmu menikahi wanita lain hanya untuk mendapatkan keturunan darinya saja."


"CLAUDIA!" sentak Leo dengan suara yang menggelegar. Dia punyamu tidak percaya jika keluarga yang bisa mengatakan hal seperti ini padamu. Sedikit pun dia tidak pernah berpikir bahwa kalau dia akan mengatakan hal seperti ini.


Wanita itu langkah menghidupkan dua matanya ketika mendengar suara suaminya yang menggelegar seperti itu. Dia tau bawa apa yang dilakukannya saat ini sangat salah dan dia telah membuat Leo marah.


"Dengarkan aku baik-baik dan bukakan dua mata dan telingamu. Aku, Leonard Casio tidak akan pernah menikahi wanita manapun lagi di luar sana selain kau. Aku sudah bersumpah di hadapan Tuhan bahwa aku akan mencintaimu seumur hidupku sampai mau memisahkan. Terlepas apapun niatmu untukmu aku menikah lagi aku tidak akan pernah menyetujuinya. Aku tidak membutuhkan anak jika memang kamu tidak bisa memilikinya, karena masih banyak anak di luar sana yang membutuhkan bantuan dan kemunduran tangan dari kita," ucai Leo dengan tegas hingga membuat Claudia tidak bisa mengatakan apa-apa lagi saat ini. Dia pun langsung pergi meninggalkan kalau dia sendirian di sana untuk masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.


Di saat Claudia tengah menang meratapi nasibnya, di luar kamar mereka ada Alicia bersama suaminya yang mendengar teriakan menggelegar dari putra mereka. Leon adalah orang pertama yang mendengar suara Leo yang menggelegar seperti itu dengan memanggil nama istrinya. Entah apa yang terjadi di dalam sana, tapi mereka berpikir bahwa ini berkaitan dengan Claudia yang terlihat jauh lebih pendiam dari sebelumnya.


Kini menantu kesayangan mereka itu tidak banyak berbicara dan lebih menyukai mengurung dirinya di dalam kamar atau di ruangan baca.


"Sayang, bagaimana ini? anak yang mengantuk kita sedang perang, lalu siapa yang akan kita bela?" tanya Alicia yang membuat Leon hanya bisa menggelengkan kepala desanya ketika mendengar apa yang istrinya katakan. Saat ini yang ada di pikirannya adalah, bagaimana caranya dia merubah pemikiran Claudia yang mulai kehilangan jati dirinya.


"Jangan pernah berpihak pada siapapun dalam rumah tangga anak-anak kita. Biarkan mereka menyelesaikan semua permasalahan rumah tangga mereka sendiri. Kita hanya akan memantau saja selama itu masih dalam tahap wajar." ujar Leon.