One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Kantor



Setelah kepulangan kedua teman-teman suaminya, akhirnya aktivitas suami istri yang baru saja menikah itu kembali pada jalur yang seharusnya.


Seperti saat ini, Naura sudah bersiap untuk datang ke kantor suaminya dan mengantarkan makan siang pesanan pria itu. Sebagai seorang istri Naura kembali harus belajar banyak karena suaminya begitu menyukai makanan Indonesia tempat di mana dia dibesarkan.


Dan hari ini, Naura memasak ayam bakar dengan sambal kecap serta sayur untuk suaminya. Dia bila benar kembali belajar dan itu salah demi suami tercintanya.


"Semoga Gege suka dengan masakan yang aku buat hari ini." ucapnya dengan penuh senyuman sebelum dia pergi meninggalkan rumah mereka.


Naura bahkan membawakan dessert berupa puding susu mangga. Setidaknya dia bisa melakukan hal ini dengan penuh kebahagiaan karena suaminya.


Alta benar-benar suami yang hebat dan membiarkan apa yang ingin dilakukannya asal itu masih tahap wajar dan masuk akal.


"Tunggu aku Gege." ucapnya lagi. Naura langsung pergi meninggalkan rumahnya dan dia di antar supir karena memang Alta tidak membiarkan istrinya itu kembali membawa mobil dengan alasan keselamatan dan keamanannya maka jadilah Naura yang harus memakai syukur kemanapun dia pergi.


Saat sampai di perusahaan tempat di mana suaminya bekerja, dengan bangunan tersebut karena perusahaan milik suaminya berada di dekat danau dan itu sangat luar biasa menurutnya.



"Yang mana perusahaan suamiku pak?" pengen marah pada sopirnya saat dia melihat beberapa gedung perusahaan yang terlihat sangat dekat.


"Milik tuan Alta yang berbentuk paling ikonik di sini Nona. Lihat, bahkan tulisan King Corp terlihat begitu besar." Naura pun melihat pada salah satu gedung yang memiliki bentuk unik. Entah bagaimana cara mereka membangunnya, tapi yang pasti itu tidak mudah.


"Oh iya, terima kasih pak. Tidak perlu menunggu karena aku bisa pulang bersama suamiku nanti."


"Sama-sama nona." sang supir pun ikut turun untuk mengantarkan istri dari majikannya masuk ke gedung tempat di mana suaminya bekerja.


Naura sendiri benar-benar merasa malu saat banyak mata yang melihat ke arahnya. Apalagi saat dia berpapasan pada wanita yang terlihat memakai pakaian cukup cepat untuk ukuran di kantor dan rasanya menurut Naura itu bisa di kategorikan tidak pantas.


Tapi mau melarang pun siapa dirinya kerena dia hanya istri dari Alta. Bukan bos mereka langsung.


"Silahkan nona." ucap pak supir lagi sebelum mempersilahkan Naura untuk masuk ke dalam ruangan kerja suaminya.


Sebelum itu dia kembali mengatakan terima kasih pada sisirnya yang telah mengantarkannya hingga ke ruangan Alta.


Saat Naura masuk, betapa kagetnya dia ketika melihat bahwa suaminya tengah memiliki tamu.


"Sayang..." panggil Alta ketika dia melihat ada Naura di sana.


"Maaf jika mengganggu, aku bisa keluar lebih dulu." ujar Naura yang hendak keluar namun suaminya langsung mencegah itu.


"Tidak sayang. Sebentar lagi aku akan selesai jadi kamu bisa menunggu di ruangan pribadi ku lebih dulu oke." Naura pun menurut dengan apa yang suaminya katakan. Dia masuk ke dalam kamar pribadi suaminya yang baru pertama kali di lihatnya karena memang ini pertama kalinya dia datang ke tempat kerja Alta.


"Waw, apa itu kekasih anda tuan?" tanya salah satu rekan bisnisnya ketika melihat Naura datang ke ruangan Alta bahkan tanpa permisi.


"Dia istri ku dan kami baru menikah beberapa hari yang lalu. Kurang lebih sudah seminggu juga karena menikah dan ini adalah pertama kalinya dia datang ke perusahaan untuk mengantarkan makan siangku. Jadi aku minta maaf jika kehadirannya menganggu Kelian semua." ucap Alta yang merasa bersalah dengan pembahasan mereka ketika Naura datang.


"Tidak masalah. Lagi pula kenapa tidak mengundang kami?"


"Pestanya hanya dihadiri keluarga saja dan semuanya dilakukan di Berlin. Istri ku tinggal di Berlin bersama keluarganya dan dia seorang dokter gigi." jelas Alta dan dia mulai menceritakan kelebihan istrinya.


"Yes, thanks you for coming us." mereka berjabatan tangan dan Alta langsung menghampiri istrinya setelah tamunya pergi.


Dia datang ke dalam kamarnya dan melihat bahwa wanita cantik itu juga tengah menatap ke arahnya saat ini.


"Sudah selesai?" tanya Naura saat melihat bahwa suaminya sudah masuk ke dalam kamar pribadinya saat ini.


"Sudah sayang." Alta datang menghampiri Naura dan memberikan kecupan manis di keningnya.


Cup...


"Kamu cantik sekali? kenapa tidak memakai pita seperti biasanya?" Naura menggelengkan kepalanya karena dia tidak membawa koleksi pita miliknya dan hanya satu yang di bawanya dan itu pula yang di pakainya kemarin saat berkuda bersama Alta.


"Aku tidak membawanya dari rumah dan hanya satu yang terbawa. Jadi aku membiarkan rambut ku seperti ini saja. Tapi aku terlihat sangat berantakan?" tanya Naura pada suaminya tapi suaminya itu hanya menjalankan kepalanya saja karena pria itu telah sibuk menyelipkan anak rambut istrinya agar tidak menghalangi pandangan Alta untuk melihat wajah cantik istrinya.



"Nah, jika seperti ini jauh lebih cantik." ucap Alta setelah dia selesai merapikan rambut sang istri dan itu membuat Naura tersenyum.


"Kamu cantik."


"Ahhh...Gege jangan terus menatapku seperti itu. Aku malu dan baju ini juga ada di dalam lemari. Karena aku menyukai warnanya, aku mencoba untuk memakainya saja. Apa ini cantik?" tanya Naura karena jujur, dia takut membuat suaminya kecewa dengan penampilan dirinya.


Naura masih teringat dengan jelas apa yang Gabriella katakan tentang dirinya yang kuno dan ketinggalan jaman dalam berpakaian. Apalagi dengan pita yang selalu di pakainya itu jadul kata Gabriella.


"Cantik sayang. Warna merahnya menyala di padukan dengan kulit mulus ini." jawab Alta dengan jujur karena memang Naura sangat cantik sekali dengan gaun merah tanpa lengan seperti ini.


"Sudah, jangan terus memuji ku karena Gege tidak akan kenyang jika terus memuji ku seperti itu. Sekarang ayo makan." Naura mengajak suaminya untuk keluar dari ruangan pribadinya dan mereka pun makan bersama. Lebih tepatnya Naura yang menyuapi suaminya yang makan dengan begitu lahapnya.


"Jika ada yang kurang tolong beri kritikan. Aku baru saja mempelajarinya dari YouTube, jadi aku belum paham dengan bumbunya."


"Tidak masalah karena ini sudah sangat cukup bagiku. Hanya saja sambalnya terlalu pedas, jadi rasa cabai mentahnya terasa sangat strong di lidah." jawab Alta dan Naura merasa sangat bersalah karena telah membuat suaminya.


"It's oke sayang. Masih ada hari esok lagi. Sekarang ayo makan lagi." mereka kembali makan bersama sampai saat Naura memberikan segelas air putih untuk suaminya tiba-tiba saja pintu ruangan kerjanya di ketuk dan masuklah seorang wanita yang di lihatnya tadi saat hendak ke ruangan suaminya.


Wanita itu masuk setelah mendapatkan jawaban dari suaminya.


"Maaf tuan, ini berkas yang anda inginkan selama dua bulan ini. Saya sudah menandai setiap poin yang harus anda periksa lagi." ujar wanita itu pada suaminya.


Tapi Alta sama sekali tidak menanggapinya bahkan melihatnya saja pun tidak.


"Gege..." panggil Naura karena melihat bahwa suaminya tidak kunjung menjawab wanita tersebut.


"Letakan di sana dan keluar dari ruangan ku." ucap Alta tanpa melihat ke arah wanita itu sedikit pun. Sementara Naura sendiri dia tidak habis pikir dengan suaminya yang bersikap begitu dingin bahkan dengan karyawannya sendiri.


"Jangan berharap bahwa kamu ingin aku bersikap baik padanya sayang. Jangankan dengan statusku saat ini, bahkan saat aku belum menikah pun aku tidak pernah menanggapi mereka lebih dengan percakapan di antara kami." jelas Alta agar istrinya tau bahwa dia bukan tipe pria yang terlalu mengobral kata dengan banyak wanita walau hanya sebatas rekan kerja.