Junior Sandreas

Junior Sandreas
Kecurigaan Melly dan Bella



Episode Bella dan Feng


“Maksud Nona, dokter Feng juga memiliki identitas lain?” tanya Melly.


“Iya. Tapi aku belum mengetahui alasan


dari identitas itu. Itulah alasan lain memperkuat ku untuk memilih ya selain dari jantung yang berdetak kencang karena ya.” Jawab Bella.


“Sekarang aku paham kenapa Nona memilih ya. Aku tidak akan ikut campur tentang pilihan nona, tapi aku akan tetap melindungi nona sesuai dengan janji ku kepada tuan Jack.” Jawab Melly.


"Hahahha.Oke-oke." Jawab Bella.


Melly menggantikan pekerjaan saya belum selesai untuk membersihkan dapur dan membuatkan makan siang untuk Bella. Sedangkan Bella bergegas masuk ke dalam kamar untuk membersihkan dirinya karena sejak tadi belum mandi pagi.


Setelah selesai membersihkan dirinya, Bella duduk di meja makan dan menyaksikan Melly yang sedang memasak makan siang.


"Nona tidak berniat untuk membantuku?" tanya Melly kepada Bella.


"Aku lagi tidak mood memasak Bibi." Jawab Bella secara tiba-tiba berubah mood nya setelah selesai mandi.


"Bukan tadi bahagia?" goda Melly.


"Bukan itu Bibi. Tapi aku baru mengingat untuk menceritakannya kepadamu." Ucap Bella.


"Apa?" tanya Melly yang meletakkan makanan di mangkok di depan Bella.


"Apakah Bibi juga merasa bahwa beberapa belakangan ini banyak kejadian yang aneh terjadi padaku." Jawab Bella.


"Nona, aku jadi ingat sesuatu." Jawab Melly.


"Apa itu?" tanya Bella.


"Bram menyelidiki beberapa kejadian yang menjanggal anda beberapa waktu lalu." Jawab Melly.


"Maksud ya?" tanya Bella.


"Ketika kita sedang syuting di hutan saat itu aku melihat dua orang mencurigakan yang membawa sebuah keranjang yang terbuat dari rotan. Setelah aku fikirkan, keranjang itu seperti sebuah keranjang untuk tempat ular berbisa. Lalu aku mengaitkannya dengan kejadian yang menimpa Nona." Ucap Melly.


"Dengan hipotesis yang aku miliki itu, aku meminta Bram untuk menyelidiki hal itu. Dan benar sesuai dengan hipotesis yang aku miliki bahwa keranjang itu ditemukan oleh Bram di samping tenda Nona." Jawab Melly.


"Jadi maksud mu ada seseorang yang sengaja melakukan itu untuk melukai ku?" tanya Bella.


"Iya." Jawab Melly.


"Daddy juga mengatakan sesuatu padaku ketika dia mengunjungiku bersama dengan Bunda tentang kejadian aku di sekolah ubur-ubur beracun itu." Jawab Bella.


"Maksud Nona ubur-ubur jenis Sea Nettle waktu di pantai?" tanya Melly.


"Iya. Daddy mengatakan bahwa adanya ubur-ubur itu merupakan hal yang mustahil terjadi di pantai dengan alasan bukan pada bulannya ubur-ubur ke permukaan laut dan juga sesuai dengan kondisi tropis yang terdapat di daerah pantai tersebut..." Bella menjelaskan apa yang telah diberitahukan kepada Jack saat itu.


"Jadi, tuan mencurigai kejadian itu adalah kesengajaan manusia untuk mencelakai anda?" tanya Melly.


"Iya. Daddy juga bertanya kepadaku. Apakah aku beberapa waktu lalu pernah menyinggung seseorang? dan aku mengatakan bahwa aku tidak pernah memiliki musuh. Atau bahkan aku tidak pernah merasa menyinggung seseorang belakangan ini." Jawab Bella.


"Semua puzzle kejadian ini mungkin adalah orang yang sama. Entah kita mengenalnya atau tidak pasti dia adalah orang yang berasal dari dunia hiburan juga." Jawab Melly.


"Aku juga berpendapat seperti itu. Tapi Bi, aku merasa aku tidak pernah menyinggung orang lain di dunia hiburan. Seperti yang anda ketahui bahwa aku selalu baik sama siapapun." Jawab Bella.


"Kecuali kepada beberapa sutradara mesum dan juga para lelaki." Jawab Melly tertawa.


"Aku serius Bi." Jawab Bella.


"Tapi tunggu, apa yang Bibi katakan itu juga benar bahwa mungkin aku menyinggung beberapa sutradara itu. Jadi apakah mungkin dari salah satu mereka yang sedang ingin mencelakai ku?" tanya Bella.


"Aku mohon bantuannya. Jika Bibi menemukan sesuatu maka segera beritahu aku." Jawab Bella.


"Tentu." Jawab Melly.


"Nona aku akan menyiapkan makan siang dulu setelah itu aku akan pergi mengambil jadwal mu kembali." Jawab Melly.


"Ah iya, seharusnya hari ini syuting drama sudah dimulai namun karena beberapa hal yang terjadi pada aku membuat hal itu tertunda." Jawab Bella.


"Iya. Kapan Nona akan melanjutkannya?" tanya Melly.


"Seperti ya besok sudah bisa di mulai." Jawab Bella.


"Anda yakin?" tanya Melly.


"Tentu, sebenarnya aku juga tidak apa-apa namun Feng aja yang terlalu berlebihan." Jawab Bella yang memang sudah bisa berjalan dengan normal.


"Sengaja berpura-pura?" tanya Melly.


"Tentu. Sedikit sakit ketika keseleo itu, tapi sudah di urut oleh ya. Dan luka sedikit di tumit karena hels itu." Jawab Bella tersenyum.


"Hahaha, baik lah. Ternyata Nona bisa manja juga dengan orang lain selain itu tuan Jack, tuan muda Kenzo, tuan muda Kriss dan juga nyonya Caca.


"Hahah." Bella tertawa mendengar pernyataan yang dikatakan oleh Melly.


"Ya sudah, bibi lanjutkan masak. Oh ya, bisa aku meminta mu untuk paketkan 1 bungkus teh hijau Jepang yang baru datang itu untuk diberikan oleh Feng." Jawab Bella.


"Oke Nona." Jawab Melly.


"Terima kasih Bi, aku mau ke kamar kembali." Jawab Bella.


"Oke. Setelah aku menyelesaikan masakan ini, aku segera melaksanakan perintah Nona." Jawab Melly.


*****


Feng yang kekurangan waktu tidur, setelah kembali dari rumah Bella ia membersihkan diri kemudian beristirahat hingga siang hari.


Suara bel berbunyi dari rumah. Saat Feng membuka pintu itu ternyata seorang kurir pengantar barang. Feng yang merasa bahwa dirinya tidak memesan apapun bertanya kepada orang itu.


"Dari siapa?" tanya Feng yang menerima kotak tersebut kemudian melihat sebuah nama yang dikenal oleh.


"Sudah tertera disini tuan." Jawabnya.


"Oh baiklah." Jawab Feng yang menandatangani hal itu kemudian menutup pintu dan membuka isi paket tersebut.


"Teh hijau?" tanya Feng yang memegang sebungkus teh Jepang tersebut dan suara ponsel berbunyi yang berada di di meja.


"Nikmatilah teh Jepang itu, baik untuk kondisi mu saat ini." Isi pesan dari Bella kepada Feng.


"Princess, perhatianmu tidak pernah berubah sejak dulu." Jawab Feng tertawa.


"Terima kasih." Jawab Feng dalam isi pesan balasan untuk Bella.


"Selamat menikmati." Jawab Bella.


"Iya." Jawab Feng dengan dingin.


"Hanya seperti ini saja?" tanya Bella yang melihat balasan pesan Feng. Bella melempar ponselnya di atas tempat tidur, kemudian berjalan dari kamarnya untuk menikmati makan siang.


Feng langsung ke arah dapur untuk memasak air kemudian membuat teh Jepang dari paket yang telah diberikan oleh Bella. Feng langsung mencobanya. Sambil menunggu pesanan delivery makan siang yang telah dipesannya beberapa menit yang lalu sebelum paket dari Bella datang.


Beberapa menit Feng duduk di sofa menikmati teh Jepang suara bel berbunyi yang menandakan bahwa delivery makanan yang telah sampai. Feng membuka pintu itu dan membayar makanannya kemudian menikmatin makanan ya.