
Gibrel melangkah mundur 1 langkah dari hadapan Kriss dan kemudian bel pun berbunyi menandakan bahwa pembelajaran segera dimulai. Mereka menyudahi pertikaian tersebut karena bel sudah berbunyi, segera duduk di tempat duduknya masing-masing.
"Kali ini aku bisa memaafkanmu karena bel juga sudah berbunyi." Ucap Gibrel kepada Kriss.
"Oh." Jawab Kriss.
Kriss tidak ingin memperpanjang suasana yang terjadi saat itu dan lebih memilih mengalah. Kriss duduk kembali di kursinya sedangkan Gibrel, Auren dan lainnya kembali ke kursi mereka masing-masing. Sedangkan Ella kembali duduk di kursinya lalu memandang Kriss dengan tatapan tajam.
"Kenapa kau melihatku dengan seperti itu? apakah engkau mau aku pindah dari tempat ini?" ucap Kriss kepada Ella.
"Tidak perlu lagian tidak ada tempat duduk lagi selain di sini seperti yang kau katakan." Jawab Ella kemudian mengeluarkan bukunya dari dalam tas.
"Jadi kau juga tidak ingin aku berpindah tempat duduk dengan orang yang tadi?" tanya Kriss menggoda Ela dengan tersenyum tipis.
"Terserah. Itu hakmu tidak ada kaitannya dengan diriku." Jawab Ella mengeluarkan kotak pensilnya di dalam tas setelah mengeluarkan bukunya.
"Oh." Jawab Kriss singkat.
Hari ini pembelajaran awal di semester ini. Yang pertama masuk adalah Gerry sebagai wali kelas mereka selama 3 tahun yang telah berlalu setahun yang lalu. Tanpa ada sesi perkenalan karena semua orang sudah mengetahui masing-masing nama kecuali murid pindahan yaitu Kriss. Gerry memerintah Kriss untuk memperkenalkan dirinya di hadapan teman-teman kelasnya.
"Baiklah, kita berjumpa kembali di semester ini. Dan saat ini kita kedatangan murid pindahan. Saya minta untuk Kriss memperkenalkan dirinya di hadapan teman-teman kelas." Ucap Gerry yang berdiri di depan kelas dan di hadapan murid-muridnya.
Kris tersenyum dan mengikuti perintah dari Gerry kepada dirinya untuk memperkenalkan diri.
"Perkenalkan, saya Kriss murid pindahan dari kota c ke sekolah ini pada semester ini dan seterusnya." Ucap Kriss saat berdiri dan memperkenalkan diri di hadapan teman-temannya.
"Hanya itu saja Kriss?" ucap Gerry kepada Kriss.
Kriss hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya kemudian duduk kembali.
"Baiklah kalian bisa mempertanyakan lebih dalam lagi tentang Kris di luar jam waktu pembelajaran hari ini maka kita mulai kembali buka halaman buku pembelajaran kalian di nomor awal." Ucap Gerry kepada murid-muridnya.
Waktu berjalan dengan lancar yang dipandu oleh mata pelajaran pak Gerry. Setelah itu masuklah pembelajaran berikutnya setelah pembelajaran pak Gerry. Kemudian, bel istirahat pun berbunyi dan seluruh murid yang ada di dalam kelas segera keluar untuk pergi ke kantin makan siang.
Ruang kantin yang sangat luas karena muat untuk setengah murid duduk di dalam meja kantin yang sudah disediakan untuk menikmati makanan yang ada di kantin. Beberapa orang memilih tidak makan siang dan beberapa orang memilih untuk makan siang di dalam kantin.
Para siswa hanya tinggal men-scan kartu siswanya di hadapan mesin elektronik. Kemudian mengambil piringnya lalu mengambil beberapa makanan yang sesuai dengan selera mereka masing-masing. Koki kantin hanya akan memperhatikan mereka mengambil makanan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Mereka hanya boleh mengambil satu jenis lauk pauk, buah dan juga sayuran.
Semua orang sudah keluar dari ruang kelas kecuali Kriss dan Ella. Ella masih menyimpan buku-bukunya dan akan mengambil bekal ya iya bawa. Tapi Kriss, masih duduk di samping Ella sehingga Ella tidak dapat untuk mengeluarkan bekal yang ada di dalam tasnya.
"Mengapa kau tidak keluar juga seperti yang lain?" tanya Ella kepada Kriss.
"Aku sedang menunggu teman temanku datang menjemput, lalu kau?" jawab keris kepada Ella.
"Aku tidak mungkin untuk mengeluarkan bekalku di dalam tas dan memakannya di atas gedung sekolah." Ucap Ella di dalam hatinya.
Ella memutuskan untuk tidak membawa bekal nya ke atas gedung sekolah akan tetapi ia akan pergi ke kantin sekolah. Ella memerintah Kriss untuk bergeser dari kursinya karena dirinya ingin keluar dari kursi tersebut. Saat itu posisi meja dan kursi Ella dan Kris berada di sudut dinding di dekat jendela sebelah kiri ruang kelas.
"Geser!" perintah Ella dengan cemberut.
"Kau bisa memerintah atau meminta tolong kepada ku dengan nada yang lembut bukan seperti orang yang sedang emosional." Ucap Kriss yang lebih membuat Ella lebih cemberut dan sangat kesal.
"Kau..." ucap Ella.
"Baiklah, silahkan lewat." Ucap Kriss berdiri dari kursinya dan melangkah ke samping kursi agar Ella dapat keluar dari tempat duduknya.
"Terimakasih." Jawab Ella.
"Sama² queen." Jawab Kriss dengan nada yang pelan namun didengar oleh Ella, Ella tidak membalas perkataannya namun langsung meninggalkan Kriss di dalam ruangan sendiri.
Tidak beberapa lama meninggalkan ruangan kelas, Kyler dan Farel datang menjemput Kriss untuk makan siang bersama. Mereka pergi bersama ke kantin untuk menikmati makan siangnya. terlihat sangat jelas ada sebelas urutan antrian siswa yang menunggu di kelima baris kantin tersebut. Di antara barisan siswa tersebut terlihat Ella yang sedang menunggu gilirannya untuk mendapatkan makan siangnya.
Ella berada di urutan kolom baris ketiga dari sebelah kanan dan di antrian baris kesembilan. Sedangkan Kriss dan teman-temannya berada di urutan kolom baris ketiga, keempat, kelima dengan antrian baris kesebelasan. Saat mereka sudah mendapatkan masing-masing makan siangnya Kriss dan teman-temannya mengikuti Ella dari belakang.
Ella yang masih mencari tempat duduk yang kosong dan ketika mendapatkan tempat yang kosong tiba-tiba Kris datang lebih cepat untuk duduk di kursi tersebut. Mau tidak mau Ella juga harus duduk di kursi tersebut bersama dengan Kriss dan teman-temannya. Karena sudah tidak ada lagi meja atau kursi yang kosong untuk mereka menikmati makan siangnya.
Mata siswa lainnya melihat keanehan yang terjadi pada siang hari ini di ruang kantin tersebut. Mereka melihat sebuah pemandangan yang tidak pernah dilihat oleh mereka yaitu Ella sedang menikmati makan siang di kantin sekolah dan lagi duduk bersama dengan orang lain. Selama ini Ella dikenal dengan pribadi yang introvert atau seseorang yang tidak pernah bergaul dengan lainnya dan selalu sendirian.
Mereka menggosip tentang siapakah tiga orang laki-laki yang sedang duduk bersama dengan Ella. Gosip tersebut menyebar dengan cepat sehingga terdengar oleh Gibrel dan teman-temannya beserta dengan Auren yang sudah selesai makan siang lebih dulu.