
"Kenapa kalian bisa keluar bersama?" tanya Farel yang melihat Kriss dan Kyler keluar dari apartemen Kyler.
"Sstttttt." Kyler yang langsung menutup mulut farel lalu berjalan menuju ke lift bersama dengan Kriss.
"Lepaskan " Jawab Farel di dalam lift kemudian dilepaskan oleh Kyler.
"Bising sekali." Jawab Kyler.
"Ada apa?" tanya Farel.
"Kakak Bella." Jawab Kriss.
"Apa? Ada apa?" tanya Farel.
"Seperti ya suana hatinya sedang tidak baik. Jadi lebih baik menghindar dulu." Jawab Kriss.
"Apa? Bisakah aku kembali ke rumah Ayah?" tanya Farel.
"Sudah terlambat." Jawab Kyler.
"Kenapa?" tanya Farel.
"Sudah mengetahui bahwa kita bertiga di tempat ini. Setelah pulang dari sekolah dia akan mengajak kita pergi keluar." Jawab Kriss.
"Apa? Ahhhhhh aku mimpi apa tadi malam." Jawab Farel.
"Masih belum bisa move on dari kejadian beberapa bulan yang lalu?" tanya Kyler kemudian di anggukkan oleh Farel.
"Berdoa saja dia tidak akan menyuruh kita melakukan itu lagi." Jawab Kriss.
"Semoga." Jawab Farel.
"Oh ya, ada yang ingin aku beritahu kepada kalian tentang apa yang aku dapatkan kemarin." Jawab Kriss kemudian pintu lift terbuka lalu mereka keluar.
"Apa itu?" tanya Kyler.
"Kita naik bus saja hari ini." Jawab Farel.
"Iya." Jawab Kyler dan Kriss dengan anggukkan kepala juga.
"Dien dan Daniel adalah saudara. Namun aku sudah memerintah seseorang untuk mencari tahu lebih lanjut lagi. Di tambah mereka berdua ada kaitannya dengan Gibrel. Jadi kalian berdua hati-hati dengan mereka." Jawab Kyler.
"Baik. Tapi aku ingin mendengarkan lebih jelasnnya." Jawab Kyler.
"Nanti akan aku jelaskan lebih detail. Yang terpenting saat ini adalah rencana-nya kita akan lebih banyak memperhatikan mereka bertiga dan juga kalian harus mengingat bahwa organisasi pembunuh itu memiliki ciri-ciri pada tato prisma berbentuk c yang ada di tangan leher atau dada mereka. Jadi mulai sekarang kalian harus lebih memperhatikan orang-orang yang ada di sekitar kalian." Jawab Kriss.
"Tati prisma berbentuk C?" tanya Kyler.
"Iya. Kau pernah melihatnya selain dari Daniel dan Dien?" tanya Kriss.
"Aku pernah melihat pak Wilson membuka baju dan aku melihat satu yang kesuburan itu berada tepat di dada sebelah kanan miliknya." Jawab Kyler yang mengingat sesuatu di ruang ganti tanpa sengaja masuk ke dalam ruangan di mana Pak Wilson sedang mengganti baju.
"Kau yakin?" tanya Kriss.
"Iya." Jawab Kyler.
"Berapa orang dalam pengawasan kita bertambah lagi yaitu pak Wilson." Jawab Kriss.
"Sebenarnya yang kita selidiki ini apa sehingga membuatku sedikit lebih pusing karena terlalu rumit untuk dipahami." Jawab Farel.
Mereka yang saat itu berbincang di halte di mana Tidak ada orang lain selain mereka bertiga. Lalu bus sekolah tiba sehingga mereka masuk ke dalam dan belum menjawab pertanyaan dari Farel.
Farel merasa bahwa misi yang dijalankan oleh mereka saat ini sangatlah rumit menurutnya. Terlalu banyak Pazel yang harus disusun agar terdapat titik benang merahnya.
Mereka ke sekolah seperti biasanya mengikuti pelajaran hingga sekolah berakhir.
"Jangan menghindar lagi. Segera kembali, aku sudah bosan di dalam kamar." Jawab Bella yang sedang menelpon Kriss.
"Iya. Ini sedang berjalan keluarga untuk menunggu bus dan juga menunggu Kyler beserta Farel." Jawab Kriss.
"Iya nanti di belikan." Jawab Kriss.
"Oke." Jawab Bella yang mematikan panggilan nya kemudian Kris yang menunggu Kyler dan juga Farel datang ia memesan baju online di butik olahraga terdekat di daerah apartemen miliknya itu.
"Boleh aku tidak ikut pulang?" tanya Farel.
"Jangan membuatnya lebih marah dan menyiksamu lebih parah lagi." Jawab Kriss.
"Ratu penyiksa itu selalu melampiaskannya kepada kita bertiga." Jawab Kyler dengan menghembuskan napas dan memasang wajah yang murung.
"Begitu juga Kakak kita, sifat menyebalkan yang dimilikinya hanyalah di saat ia sedang dalam suasana hati yang buruk saja. Selebihnya dia tetap Kakak yang normal." Jawab Kriss.
"Kau enak, walaupun dia akan menyiksamu maka dia akan berbalik tersiksa olehmu sehingga Kakak Bella jarang membuatmu kesusahan karena dia tidak ingin susah sendiri." Jawab Farel.
"Tenang saja, sepertinya kali ini dia akan ke area pacuan kuda." Jawab Kriss.
"Jangan bilang Kakak Bella menyuruh kita untuk melakukan pertandingan pacuan kuda." Jawab Farel.
"Sepertinya begitu." Jawab Kriss.
"Ahhh, habislah kita." Jawab Farel.
Farel dan Kyler yang sedang memikirkan nasib mereka setelah tiba di apartemen nanti sedangkan Kriss sudah menyiapkan segala hal yang dibutuhkan oleh Bella. Kriss melaksanakan permintaan Bella.
"Kalian bertiga lama sekali kembali? Segera berganti pakaian ini dan ikut dengan ku di area pacuan kuda." Jawab Bella dengan tersenyum dan memberikan 3 set pakaian yang sudah di terima olehnya dari pesanan Kriss.
"Kakak Bella kita mau ngapain di sana?" tanya Kyler.
"Iya, apakah Kakak tidak lelah dan ingin makan apa gitu?" tanya Farel
"Berhenti mengalihkan pembicaraan karena kalian sudah aku beri waktu untuk menghindari ku satu malam jadi hari ini kalian harus menemaniku kemanapun yang aku mau." Jawab Bella.
"Baiklah." Jawab Kyler dan Farel mengambil pakaian itu dan keluar dari apartemen Kriss untuk memakainya pakaian itu di apartemen mereka masing-masing.
"Sudah bilang kepada Paman Robert? tanya Bella.
"Semuanya sudah siap. Tapi sebelum itu, Kaka harus menjawab pertanyaan ku dengan jujur " Jawab Kriss mengambil pakaiannya itu dan masuk ke kamar.
"Oke. Pakaian dulu baju mum" Jawab Bella.
Beberapa menit kemudian.
"Ada masalah apa dengan pekerjaan sehingga mencari kami bertiga?" tanya Kriss yang sudah selesai berpakaian.
"Tidak ada, aku hanya ingin liburan di masa liburan ku selama 3 hari. Tidak boleh?" tanya Bella.
"Huh. Kakak bisa membohongi semua orang tapi tidak denganku. Kata yang sejujurnya jika memang Kakak sudah siap untuk bercerita dengan ku." Jawab Kriss yang duduk di sofa lalu memakai sepatu.
"Tenang saja, aku tidak akan menyiksa kalian. Jika memang nanti tiba waktunya aku akan bercerita. Lagian bukan masalah yang rumit juga." Jawab Bella..
"Baiklah jika seperti itu." Jawab Kriss lalu Farel dan Kyler masuk ke apartemen.
"Kalian gunakan ini." Jawab Bella yang memberikan masker topi kacamata kepada mereka bertiga untuk menutupi identitas.
"Ini?" tanya Kyler dan Farel
"Aku lupa memberitahu kepada kalian bahwa Daniel mengutus beberapa orang untuk mengikuti kita beberapa hari ini. Jadi selain untuk menutupi identitas kita pergi bersama dengan seorang artis sekaligus untuk menutupi kepergian kita dari mereka." Jawab Kriss.
"Kita di ikuti?" tanya Farel.
"Iya." Jawab Kriss.
"Dengan alasan?" tanya Kyler.
"Daniel tertarik dengan ku sejak masa ujian masuk ke sekolah JS." Jawab Kriss