Junior Sandreas

Junior Sandreas
Menyamar Menjadi Cleaning servis



***Episode Krissta Sandreas


jangan lupa like, komentar, vote juga***


Robert yang berjalan untuk mengetuk pintu kamar Kriss, Robert membangunkan Kriss.


"Tuan muda?" panggil Robert sambil mengetuk pintu kamar Kriss.


"Tunggu sebentar paman." Ucap Kriss yang membuka matanya dan melemparkan selimut pads tubuhnya, menurunkan kakinya dan berjalan ke arah pintu.


"Tuan muda, makan siang sudah siap. Setelah itu aku akan memberikan informasi tentang Dien kepada Anda." Jawab Robert.


"Baik paman. Aku bersihkan diri dulu." Jawab Kriss.


Kriss yang menutup pintu kamar dan bergegas untuk membersihkan dirinya. Sedangkan Robert menunggu di meja makan. Mereka menikmati makan siang bersama dengan istri Robert yang memasaknya. Mereka berdua memang sangat menyayangi Kriss. Jadi Kriss yang sering datang ke rumah Robert membuat istrinya sangat senang. Setelah itu, mereka pergi ke arah ruang kerja setelah siap makan siang.


"Tuan muda Kriss. Ini adalah beberapa hal yang sering di lakukan oleh Dien. Semua tentangnya ada di dalam sini." Jawab Robert yang mengumpulkan informasi tentang Dien.


"Dan soal organisasi yang ada maksud belum menemukannya. Dan soal gambar tato yang ada maksud, dari penyelidikan orang-orang kita kami menemukan sedikit petunjuk." Jawab Robert.


"Apa itu?" tanya Kriss.


"Masuklah." Jawab Robert.


"Iya tuan. Salam tuan muda Kriss. Dulu saya pernah melihatnya di sebuah bar yang terkenal di kota ini."


"Bar?" tanya Kriss.


"Iya tuan muda, bar ini hanya tampilannya saja. Namun sebenarnya di ruang bawah tanah ada sebuah tempat perjudian pertarungan orang-orang di atas ring. Bisa di sebut dengan pertarungan bebas." Jawabnya.


"Pertarungan bebas? Di kota ini ada yang seperti itu?" tanya Kriss.


"Iya tuan. Di tempat itulah aku menemukan seseorang yang menggunakan tato di tangannya. Dan beberapa orang juga ada di lehernya." jawabnya.


"Jadi tato itu tidak hanya ada di tangan? Namun juga di leher?" tanya Kriss.


"Iya tuan. Tapi untuk lebih detailnya aku tidak mengetahui ya." Jawabnya.


"Bagaimana kau bisa masuk ke sana. Aku yakin itu tempat bukan tempat sembarangan orang bisa memasukinya." Jawab Kriss


"Anda benar. Tidak semua orang dapat memasuki arena itu. Tapi aku adalah salah satu bekas seseorang yang pernah menjadi pertarung bebas di ring sebelum bertemu dengan tuan Kenzo."


"Aku dulu mencari uang untuk bertahan hidup dari hasil pertarungan itu." Jawabnya.


"Bagaimana caranya aku bisa masuk ke dalam ruangan itu?" tanya Kriss.


"Hanya ada 3 cara. Pertama kau adalah keluarga dari pemilik bar itu, kedua kau adalah orang kaya yang memiliki banyak uang tapi berjanji untuk tidak melaporkan kepada pihak berwajib dan kau adalah seorang petarung." Jawabnya.


"Siapa pemilik bar itu?" tanya Kriss.


"Tentu saja Ayah dari tuan Dien." Jawabnnya.


"Benarkah itu?" tanya ya.


"Iya. Namun tuan Dien tidak pernah mengetahui tentang adanya ruangan ini. Dia hanya sering bersenang-senang di bar."


"Kenapa dia tidak mengetahui ya?" tanya Kriss.


"Jadi seperti itu?" tanya Kriss.


"Iya tuan. Baiklah. Ajak aku ke sana 3 hari kemudian di saat weekend." Jawab Kriss.


"Tuan mau ke sana?" tanya ya.


"Iya. Aku akan bertarung di arena ring." Jawab Kriss.


"Tapi tuan," ucapnya dan ucap Robert.


"Kenapa?" tanya Kriss.


"Anda apa tidak mengetahui?" tanya Robert.


"Saat kita masuk ke dalam ring, mereka bebas melakukan apapun kepada kita. Bahkan taruhannya nyawa." Jawabnya.


"Tidak apa-apa. Aku percaya dengan kemampuan ku." Jawab Kriss.


"Tapi tuan, ini terlalu berbahaya." Jawab Robert.


"Berbahaya kenapa? nyawa?" tanya Kriss.


"Bukan, tapi tentang identitas anda. Saat anda kalah, ada bisa saja terbunuh. Tapi saat anda menang bisa saja mereka akan mencari tahu tentang siapa anda." Jawab Robert.


"Paman benar juga, mereka tidak akan mengetahui bahwa aku anak dari Jack Sandreas. Tapi bisa saja mereka akan mengetahui tentang aku yang bersekolah di sekolah JS. Dan mereka akan mengikuti aku dalam keseharian." Jawab Kriss.


"Lebih baik saya aja yang menyelidiki nya tuan." Jawabnya.


"Baiklah jika seperti itu. Aku menunggu laporan secepatnya." Jawab Kriss.


"Baik tuan." Jawabnnya.


Mereka yang berdiskusi di tempat itu sudah selesai. Kriss meminjam sepeda motor Robert dan pergi meninggalkan rumah itu. Kriss menuju ke sebuah tempat latihan renang untuk orang-orang kaya. Kriss ke tempat itu untuk mengikuti Dien yang memiliki jadwal ke tempat itu.


Dan ternyata, tempat itu adalah salah satu tempat yang di investasikan grup Sandreas. Dengan mudahnya Kriss bisa masuk ke sana dengan menyamar sebagai cleaning servis. Ia sudah meminta izin Kenzo untuk mengaturnya. Dan Kenzo sudah mengatakan kepada pihak manajer untuk menerimanya sebagai karyawan.


Kriss yang sudah menyamar menjadi karyawan sementara di sana dan melakukan pekerjaan seperti yang di perintahkan atasan, ia yang membersihkan kaca gedung dengan menggunakan tali pengaman tepat dekat kolam berenang. Dengan begitu ia mudah untuk melihat sekelilingnya.


Beberapa menit ia mengerjakan tugasnya, ia sudah melihat sosok Dien yang menggunakan celana pendek dan bertelanjang dada berjalan di daerah pinggir kolam. Kriss yang sudah menyamar menggunakan topi dan kacamata. Kacamata yang ia gunakan adalah kacamata canggih yang bisa melihat objek dari kejauhan dan merekamnya ke retina mata kita.


Oleh karena itu, Kriss dapat melihat Dien dari kejauhan 20 meter. Dengan bantuan itu Kriss bisa mengamati Dien dengan baik.


"Itu? bukan kah itu adalah guru Daniel?" tanya Kriss dalam hati yang melihat sosok Daniel ada di belakang Dien. Daniel juga bertelanjang dada dan hanya memakai celana. Namun ia membaca peluit yang tali peluit melingkari lehernya dan di tangannya membawa stopwatch.


Kriss menambah penangkapan pengelihatannya untuk melihat jelas apa yang dilihatnya. Terlihat saat itu Dien seperti berbicara dengan Daniel dengan santai. Dan saat itu juga Daniel seperti sedang melatih Dien untuk latihan renang. Terlihat Dien yang meluncur ke arah kolam renang dan Daniel menunggunya dengan memegang stopwatch. Dan menggunakan peluit kepadanya.


"Setau aku, tidak ada latihan renang yang di lakukan oleh Daniel untuk siswa karena di lihat dari statusnya bahwa Daniel adalah guru teknologi di sekolah." Jawab Kriss yang berfikir.


"Kalau mereka bertemu tanpa sengaja itu juga tidak mungkin. Jika mereka bersama kenapa seperti sangat dekat? apa sebenarnya hubungan mereka berdua?" tanya Kriss dalam hati.


Namun saat Kriss terus memperhatikan gerak gerik mereka, Kriss melihat tato lain di leher Dien yang sama dengan tato di tangannya. Dan melihat juga bahwa Daniel memiliki tato yang sama di belakang lehernya.


"Apa hubungannya? Aku yakin ini petunjuk yang harus di pecahkan." Jawab Kriss dalam hati.